Thursday, January 17, 2019

KETIKA PRESIDEN AS TAK DIUNDANG BERPIDATO DI KONGRES


Presiden Donald Trump kemungkinan tidak DIUNDANG pada acara pidato kenegaraan, STATE OF THE UNION (SOTU),depan di Kongres AS pada 29 Januari mendatang. Padahal dalam acara ini Presiden AS memberi pidato KENEGARAAN tentang masalah strategis, termasuk kebijakan-2 dalam dan luar negeri serta bujet negara. Ketua Kongres (DPR AS), Nancy Pelosi, menggunakan alasan keamanan karena aparat Paspampres AS (Secret Service) dan Kementrian Keamanan Dalam Negeri (Homeland Security) adalah termasuk yang sedang ditutup sementara (partial shutdown) gegara kebijakan Trump terkait penutupan sementara terhadap beberapa kantor Federal.

Pelosi menyatakan dalam suratnya kepada Gedung Putih, bahwa pidato Kenegaraan Pres Trump akan ditunda sampai kantor-2 Federal itu dibuka kembali. Tentu saja, kata Pelosi, Trump akan diundang jika sebelum tgl 29 Januari, saat acara tersebut berlangsung, beliau membuka kantor-2 Federal. Alternatifnya, Presiden AS itu disarankan untuk mengirimkan pidato tertulis ke Kongres atau membacakan sendiri pidatonya di Gedung Putih.

Tradisi SOTU diawali oleh Presiden AS pertama, George Washington, pada 1790, di depan Kongres sampai Presiden Howard Taft pada 1801. SOTU lalu menjadi hanya berbentuk pidato tertulis sampai Woodrow Wilson, Presiden AS ke 28 berkuasa pada 1913. Beliaulah yang melanjutkan tradisi pidato di depan sidang Kongres AS.  Jika nanti Presiden Trump benar-benar tidak diundang dalam acara kenegaraan in, berarti beliau adalah yang pertama kali sepanjang lebih dari satu abad terakhir seorang Presiden AS tidak hadir berpidato tahunan di Kongres itu. Sebuah kejadian yang secara politik akan bermakna negatif bagi Preesiden AS.

Peristiwa ini tak akan terjadi kalau saja perseteruan antara Presiden Trump dan Kongres tentang tembok perbatasan Meksiko-AS dan penutupan kantor Pemerintah Federal bisa diselesaikan sebelum tanggal 29 Januari 2019. Sayangnya, kendati sudah memasuki hari ke 26, penutupan masih berlangsung dan sekitar 800 ribu pegawai Federal tak mendapat gaji. Demikian pula kedua pihak yang berseteru, terutama pihakTrump, masih belum mau mengalah. Padahal dampaknya terhadap ekonomi AS sudah mulai dirasakan, apalagi dampak terhadap kehidupan para pegawai yang terkena penutupan.

Yang juga langsung terdampak adalah sektor keamanan publik, seperti pengamanan bandara (TSA), sektor pajak (IRS), sektor keamanan obat dan pangan (FDA), kantor Perlindungan Keamanan Lingkungan (EPA), dll. Pelosi, sebagai Ketua DPR dari Fraksi partai Demokrat yang kini menguasai Kongres, tampaknya memakai acara kenegaraan, SOTU, tsb sebagai alat penekan agar Trump mau berubah. Belum diketahui apakah mantan konglomerat real estate dari New York itu akan bisa ditekan dg cara ini.

Yang jelas, Presiden Trump semakin kehilangan popularitas gegara kebijakan tembok pembatas yang terkesan kebablasan sehingga memicu terjadinya penutupan kantor-2 Federal yg menyengsarakan banyak orang tsb. Ditambah dengan gaya sang Presiden yang terkesan tidak punya empati terhadap rakyatnya, maka tingkat kepercayaan publik juga makin menurun. Jika kasus ini ditambah lagi dengan permasalahan hukum terkait tudingan pelanggaran dalam Pilpres 2016, kerjasama dengan Rusia, penyalahgunaan kekuasaan utk mengambil keuntungan finansial, akan makin bertambah berat tekanan bagi Trump.

Simak tautan ini:

Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS