Sunday, June 23, 2013

GEJOLAK PASCA KENAIKAN BBM DAN DAMPAKNYA THD KAMNAS

Hasil survey LSI pasca kenaikan harga BBM dan persepsi publik yang tidak positif thd Presiden, bisa hanya merupakan fenomen jangka pendek tetapi juga bisa bepanjang-2 dan berimplikasi pada Pemilu 2014. Sangat tergantung kepada dinamika lapangan apakah gejolak akibat kenaikan harga BBM masih berlanjut atau segera bisa diredam. Jika kesejahtreaan rakyat mengalami penurunan drastis karena semakin beratnya biaya hidup, maka Pemerintah akan menjadi sasaran utama kritik dan protes rakyat. Bagi kepentingan politik jangka pendek (Pemilu), kondisi demikian akan dimanfaatkan parpol barisan oposisi, bahkan termasuk PKS yg akan menggaris bawahi posisinya menentang kenaikan harga bbm. Yg mestinya perlu juga dipikirkan adalah apakah gejolak politik dan ekonomi tersebut akan berakhir setelah Pemilu usai dg terpilihnya DPR/D dan DPD baru serta Presiden dan Wapres baru? Belum lagi bhw terjadinya perluasan gejolak juga berdampak thd kamnas. Inilah yg seharusnya menjadi pemikiran para elit politik dan pengambil kebijakan, yaitu tidak hanya sekadar memakai perspektif keuntungan politik jangka pendek belaka. Negeri dan bangsa ini tidak akan beranjak maju, aman dan sejahtera jika terus menerus berada dalam lingkaran setan serta kemandegan sebagai akibat dari kebijakan-kebijakan yg 'self-centered' dan 'short sighted' (berpusat pd diri sendiri dan berpandangan pendek).

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.okezone.com/read/2013/06/23/339/826274/sby-paling-disalahkan-soal-kenaikan-bbm
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS