Monday, July 1, 2013

PENCAPRESAN RHOMA DAN INVOLUSI POLITIK PKB-IMIN

Terlepas dari hak setiap parpol untuk mengusung siapapun sebagai capres/cawapresnya, publik juga berhak melakukan penilaian kritis. Termasuk pilihan PKB-Imin atas Rhoma Irama (RhI) utk capres 2014. Kenapa Menteri Imin "keukeuh" dg pencapresan sang Raja Dangdut tsb ? Apakah sudah melalui pemikiran dan kajian yg mendalam, misalnya pertimbangan popularitas RhI plus elektabilitasnya? Atau jangan-jangan ini hanya 'gimmick' politik elit PKB utk menopang kampanye Pemilu Legislatif partai ini? Bukankah RhI bisa dijadikan mesin kampanye yg menarik di kantong-2 NU khusunya Jatim, Jateng, dan Jabar? Semuanya bisa saja menjadi bahan analisa. Namun, secara substantif, dg menyapreskan RhI, sebenarnya PKB-Imin telah mendeklarasikan dirinya sebagai parpol yg tdk memiliki kader nasional yg pantas menjadi capres, termasuk pada jajaran elitnya di DPP. PKB-Imin juga terang-2an menutup pintu bg tokoh-2 yg ada di NU yg, bisa jadi, lebih berkualitas sbg negarawan ketimbang RhI. Pilihan itu juga sebuah bukti telak kpd publik bahwa semenjak alm. GD didepak oleh Imin dkk sbg Ketum Dewan Syuro, telah terjadi proses involusi di dalam partai ini yang ujungnya adalah makin rendahnya relevansi partai tsb dalam kiprah perpolitikan nasional. Inilah sebuah penyia-nyiaan atas potensi yang dimiliki oleh NU dan pendukungnya di negeri ini.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/06/30/1/164909/Muhaimin-PKB-sudah-Mantap-dengan-Rhoma-Irama
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS