Sunday, November 10, 2013

INILAH KONVENSI CAPRES BESUTAN TOKOH-2 CIVIL SOCIETY INDONESIA!

Musim pemilu berarti musim membuat konvensi Capres. Kalau parpol bisa membikin konvensi, maka masyarakat sipil (civil society) pun tentunya bisa. Dan boleh. Seperti lima tahu lalu, konvensi besutan tokoh-2 masyarakat sipil kini telah muncul lagi dg nama yg juga tak jauh bedanya: "Konvensi Rakyat Capres RI 2014." Saya yakin bakal banyak yang akan mendaftar, kendati sudah tahu bahwa pemenang konvensi ini tetap harus mendapat dukungan formal parpol jika mau menjadi capres/cawapres beneran. Inilah sebuah proses yang memang wajar dilewati oleh bangsa Indonesia, karena jalan demokratisasi melalu masyarakat politik (political society) ternyata malah menghasilkan benyak kekcewaan, ketidak percayaan, dan bahkan kemarahan rakyat thd para pelaku dan lembaga politik yg diamanati oleh Reformasi untuk menjalankan proses tsb. Apa boleh buat, para tokoh masyarakat sipil, seperti Gus Solah dan Romo Magnis dkk itu, tetap ikut cawe-2 mengawal proses ini. Sebab kalau tidak, maka pembajakan thd amanat reformasi akan semakin menjadi-2. Sistem politik demokratis yang kini menjadi wahana tawar-menawar (transaksi) para politisi dan parpol, penguasa, pengusaha (asing/lokal), dan kekuatan asing, akan semakin tak terkontrol. Demokratisasi di negeri ini mungkin sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk berlangsung sangat lama, menelan banyak korban para pemimpin yang baik, dan harus mengalami pasang surut dan kesedihan, sebelum bangsa ini benar-2 menjadi bangsa yang besar dan unggul. Kesadaran, keuletan, ketabahan, dan kemauan besar rakyat saja yang mesti terus dipupuk agar mereka tidak apatis. Salut buat Gus Sholah dkk! Lanjutkan Gus!!

Selanjutnya  baca tautan ini:

http://politik.rmol.co/read/2013/11/10/132676/Gus-Sholah-Cs-Luncurkan-Konvensi-Rakyat-Capres-RI-2014-
Share:

1 comments:

  1. dalam setiap pilpres, pilgub, pilbup/walkot ada 2 isu yang mengemuka. pertama, siapa saja "stok"nya. dalam hal ini apakah berlaku garbage in garbage out? bagaimana proses menuju terpilihnya? dalam hal ini, apakah popularitas sebagai basis?

    ReplyDelete

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS