Thursday, February 6, 2014

RUNTUHNYA KEADABAN PUBLIK PARA POLITISI SENAYAN

Omongan para politisi Senayan semakin membuktikan bahwa level keadaban (civility) dalam parpol dan elitenya semakin memprihatinkan dan memalukan. Reformasi mengamanatkan tumbuh dan berkembangnya kehidupan demokrasi di negeri ini yg dilandasi nilai-2 luhur yg tersurat  dalam dasar Negara,  Pancasila. Salah satunya adalah 'Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.' Keadaban atau civility merupakan landasan etik di atas mana praktik bernegara dan berpolitik didirikan. Tanpa keadaban, maka sulit membedakan mana praktik politik yang anarkis dengan yang demokratis. Tanpa keadaban, maka pihak yg paling besar jumlahnya dan paling keras suaranya akan cenderung menindas pihak yg sedikit dan diam. Tanpa keadaban, maka hukum hanya dipakai sebagai tameng legitimasi penindasan atau penyelewengan, bukan alat menegakkan keadilan. Dan tampaknya dimensi keadaban inilah yang makin diabaikan sehingga politisi dengan sangat enteng mengumbar nafsunya dalam rangka memenangkan kepantingan, tanpa memedulikan asas kepantasan dan etiket. Partai Demokrat tampaknya memiliki politisi-2 yg ekonomis dalam keadaban ini. Setalah dulu Anas Urbaingrum (AU) sesumbar soal gantung di Monas, kini Ruhut Sitompul (RS) sesumbar potong leher jika Ibas terlibat kasus korupsi Hambalang. Semua orang tahu bhw omongan kedua elit PD itu hanya omong kosong yg tak ada artinya, kecuali sensasi politik untuk mencari perhatian. Omongan seperti itu buat saya hanya ekspressi kegalauan nalar dan emosi dan upaya mencari perhatian agar dianggap pahlawan atau orang yang bersih. Dan hasilnya, publik bukannya bertambah simpati kepada orang yang sesumbar maupun partainya, tetapi malah berbalik anti-pati. Apalagi jika proses hukum berjalan dengan baik dan ternyata memang ada bukti-2 yg sebaliknya! Kehancuran PD di ranah opini publik disebabkan antara lain karena level keadaban yg makin rendah dari elit nya: bukan saja karena banyak kasus korupsi yg melibatkan mereka, tetapi juga model komunikasi yang penuh arogansi sebagai partai penguasa. Dan publik tahu, di balik arogansi itu yang teronggok bongkahan-2 kebodohan dan kebusukan yg coba ditutupi tetapi sia-sia. Sebab cepat atau lambat semuanya kini terbongkar dengan gamblang... 

Selanjutnya baca tauta ini:

http://news.okezone.com/read/2014/02/04/339/936034/ruhut-kalau-ibas-terlibat-hambalang-potong-leher-saya
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS