Friday, May 23, 2014

GUSDURIAN DAN CAPRES 2014: KEMANA MEREKA BERLABUH?

Benarkah para Gusdurian tak punya pilihan dalam Pilpres 2014? Pernyataan Adhie Massardie (AM) ini perlu dicermati karena bisa menimbulkan salah paham atau paham yg salah bahwa apa yang disebut "kaum Gusdurian" hanya satu pandangan atau pengikut kelompok, ormas, atau parpol tertentu. Gusdurian adalah cap yang dikenakan pada mereka yang menjadi pecinta, pendukung dan pengembang gagasan serta penerus perjuangan almaghfurlah Gus Dur (GD). Tetapi belum bisa dikatakan bahwa mereka harus memiliki satu preferensi politik tertentu, apalagi jika diharuskan memilih salah satu pasangan capres-cawapres. Saya berpandangan bahwa para Gusdurian itu memiliki kebebasan menentukan pilihan politik mereka pada tataran individual. Apalagi kalau diingat bahwa tidak ada satupun kelompok atau organisasi yg bisa mengklaim sebagai satu-satunya atau yang paling berhak menggunakan label "Gusdurian" tersebut.

Gusdurian sebagai sebuah kelompok masih cair dan tidak dibatasi oleh latar belakang ideologi, agama, ras, etnik, bahasa, golongan, jender dan/atau identitas primordial lain. Demikian juga dengan afiliasi kepada ormas atau partai politik tertentu!. Yang menjadi pengikat identitas tersebut adalah komitmen terhadap gagasan, pemikiran, dan kiprah perjuangan GD. Saya sendiri, misalnya, memaknai Gusdurian dan Gusdurianisme (sebagai paham) dalam kaitan dg komitmen demokrasi, perlindungan HAM, pluralisme, kebangsaan, dan anti-kekerasan yg menjadi kepedulian dlm gagasan, pemikiran, dan kiprah perjuangan almaghfurlah GD. Orang lain bisa saja memaknainya dari perspektif yang lain. Yang menjadi rujukan dan tolok ukur adalah apakah pemaknaan itu konsisten dengan apa yang diperjuangkan beliau selama masih hidup, baik dalam bentuk gagasan, pemikiran maupun praksis.

Dengan demikian, hemat saya, Gusdurian memang tidak bisa dipaksa untuk memilih pilihan politik seperti siapa calon pasangan capres, atau partai politik apa yg mesti dipilih dalam Pemilu. Setiap Gusdurian tentu diharapkan telah tahu parpol, ormas, atau capres mana yang memiliki kompatibilitas terhadap almaghfurlah. Bisa saja dua orang Gusdurian memiliki afiliasi kepada dua parpol yang berbeda, namun keduanya berangkat dari pemahaman yg sama. Demikian pula dengan memilih pasangan capres. Tidak berarti seorang Gusdurian harus mengikuti keluarga almaghfurlah dalam memilih, kendati hal itu jelas tidak dilarang pula. Setiap Guasdurian, pada saat menentukan pilihan (termasuk dalam Pilpres) diharapkan tahu bahwa pilihannya konsisten dengan cita, pikiran, dan perjuangan beliau.
 

Simak tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2014/05/23/156415/Gusdurian-Tak-Punya-Pilihan-).


Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS