Thursday, May 15, 2014

PASANGAN "GARUDA-MATAHARI" MENUAI KONTROVERSI



Politik, seringkali bisa menjadi petunjuk atau indikator tentang komitmen, konsistensi, dan niat dari para pelakunya. Itu sebabnya, politik sangat mudah utk jadi sasaran kecurigaan, kemarahan, antipati, di satu pihak, tetapi juga dambaan, pujian, dan harapan bagi sebuah perubahan yang lebih baik. Kontroversi, jadinya, adalah bagian integral dri politik yg muncul terutama pada saat-2 menentukan. Saat itulah orang menjadi tahu mana yang konsisten, mana yang mencla-mencle; mana yang komitmen, mana yang oportunis; mana yg punya niat baik dan mana yang sekadar oportunis. Dan Pilpres 2014 pun menjadi arena bagi kontroversi tsb, sebagaimana yg kita lihat dalam diri para pendiri PAN; Goenawan Mohamad (GM) di satu pihak, dan M. Amien Rais (AR) di pihak lain. Partai itu memutuskan menjadi bagian dari Koalisi Garuda dan Hatta Rajasa (HR), sang Ketum menjadi cawapres Prabowo Subianto (PS). Goenawan memilih mundur dari PAN (http://politik.rmol.co/read/2014/05/15/155272/Goenawan-Mohammad-Mundur-dari-PAN-); sedangkan AR dengan semangat mendukungnya (http://nasional.kompas.com/read/2014/05/14/1543243/Amien.Rais.Prabowo-Hatta.Mengingatkan.pada.Soekarno-Hatta).
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS