Saturday, August 2, 2014

PEOPLE POWER PASCA-PUTUSAN MK?

Sambil istirahat dari sessi Festival Seni siang ini, saya membuka video YouTube yg berisi statemen Eggi Sudjana (ES) yang konon akan mengerahkan kekuatan rakyat alias 'people power' jika pasangan Prabowo-Hatta (PH) kalah di MK? Dalam pikiran saya, bagaimana Pemeritah dan masyaraat sipil menyikapi statemen ini: apakah hanya dianggap gertak sambal belaka, ataukah sebagai sebuah ancaman serius bagi kamtibmas? Bagaimanapun ucapan seperti ini bisa memicu kepanikan jika tidak segera direspon dengan tepat oleh Pemerintah. Kendati statemen tsb tidak mewakili kubu PH, tetapi karena posisi EG adalah salah seorang anggota tim pengacara kubu tsb, maka spekulasi di ranah publik akan adanya keterkaitan keduanya juga sulit untuk dihindari.

Saya menganggap statemen EG sebagai sebuah indikasi bahwa putusan MK ttg pemenang Pilpres 2014 belum tentu langsung bisa diterima semua pihak. Ancaman pengerahan massa atau people power saya kira juga bukan main-main, walaupun juga tidak perlu membuat khawatir berlebihan. Ia tidak bisa dianggap main-main karena respon pasar pun juga negatif, seperti misalnya nilai tukar rupiah terhadap dollar yg hari ini melorot lagi sampai Rp 11.700 (kurs tengah). Namun demikian ancaman tsb juga jangan terlalu dilebih-lebihkan karena bisa saja itu hanya semacam pancingan agar pihak lawan bereaksi keras. Pemerintah dan masyarakat sipil seharusnya bersikap tegas saja, bahwa apapun keputusan MK nanti adalah sudah final karena lembaga negara tersebut memang telah menggunakan prosedur yang ditetapkan oleh UU, selain memiliki kewenangan konstitusional utntuk itu. Kalaupun apa yg disebut df 'people power' itu tetap digerakkan karena ada ketidakpuasan (dari pihak manapun), maka selama tidak mengancam ketertiban umum dan/atau dan keamanan tentu masih bisa ditolerir sebagi hak menyatakan pendapat dan berkumpul warganegara.

Proses pendewasaan dan penguatan demokrasi di negeri kita memang masih terus mengalami berbagai tes dan salah satunya adalah bagaimana menyikapi kekalahan dalam Pemilu oleh salah satu kontestan dan para pendukungnya. Jika kita bisa lolos dari tes tsb, maka selangkah lagi demokrasi kita akan makin kuat dan dewasa. Dan Indonesia terus akan dilihat dan dipantau oleh bangsa-bangsa lain apakah ia akan terus bisa menjadi contoh demokratisasi yg sukses atau yang akan gagal ditengah jalan...


Simak tautan video ini:

http://www.youtube.com/watch?v=72TUHD1-dtU
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS