Wednesday, July 8, 2015

BUYARNYA MIMPI MENDAPAT "PROYEK GENTHONG BABI"

Akhirnya nalar sehat dan semangat Konsitusionalisme Presiden Jokowi (PJ) lah yang menang menghadapi tekanan agar menyetujui "proyek genthog babi" (pork barrel project) yg disebut dengan 'Dana Aspirasi (DA) DPR' dalam RAPBN 2016. PJ, menurut anggota tim komunikasi Kepresidenan, Teten Masduki (TM), memastikan sikap Pj tersebut. Menurutnya, keputusan PJ menolak DA adalah keputusan yg sudah bulat dan didukung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Apa pun yang dilakukan DPR," masih kata TM, "keputusan tetap berada di tangan Jokowi."

Maka sangatlah biasa jika kemudian pihak DPR berang dan mulai mengeluarkan hujatan, Simak misalnya omogan Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah (FH). Dia dengan lantang menyatakan bahwa "...  titik lemah bangsa ini terletak pada lembaga kepresidenan." Statemen ini kelihatannya tidak terkait dengan soal dana genhong babi yang gagal dia usahakan, tetapi saya meyakini bahwa keberangan FH thd PJ antara lain karena hancurnya impian mendapat jatah Rp 20 miliar pertahun sebagai anggota Parlemen tsb. Itu sebabnya, FH menyatakan "... kita berkewajiban membaca titik lemah ini untuk kemudian dikompromikan dan dijinakkan..", sebuah statemen politik bersayap (political euphemism) yg kita tahu apa makna dan implikasinya. (http://www.rmol.co/read/2015/07/08/209315/Fahri-Hamzah:-Titik-Paling-Lemah-Saat-Ini-adalah-Presiden!-)

Namun menurut hemat saya, sikap tegas PJ adalah berkah bagi sistem demokrasi kita yang kini justru sedang diacak-acak oleh para politisi sontoloyo (poliyo) yang rame-rame mengampanyekan dan mengupayakan agar DA diakomodasi Pemerintah. ‎PJ berhasil melewati tekanan dan segala trik politik, mulai dari yang paling 'halus' ala 'glembuk Solo" sampai yang paling vulgar, sangar, dan arogan seperti yang dilontarkan oleh FH dkk di Parlemen. PJ dalam hal ini bersikap sama dengan Pak SBY yg ketika menjadi Presiden juga menolak DA, kendati kini Partai Demokrat mbulet dan bermain dua muka di DPR mengenai DA tsb.

Bisa dikatakan bahwa keteguhan PJ adalah sebuah hadiah lebaran yang paling berarti bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Sebab seandainya PJ setuju dan berkapitulasi dengan tekanan para poliyo Senayan, maka yang akan dirugikan besar-besaran adalah kehidupan bernegara dan berbangsa serta rakyat Indonesia di masa depan. Indonesia akan terjebak dalam lingkaran setan perpolitikan oligarkis yang kian lama akan kian sulit dibongkar jika para poliyo bercokol terus menerus di Parlemen karena mereka akan mampu menggunakan DA sebagai alat politik yg sangat ampuh utk memertahankan kedudukan mereka. Asas kompetisi akan hilang, dan digantikan dengan inkumbensi (kepetahanaan) di Parlemen.

Terimakasih Pak Jokowi, jangan surut melangkah menegakan Konstitusi.

Simak tautan ini:

http://nasional.tempo.co/read/news/2015/07/06/078681608/jokowi-pastikan-tak-ada-jatah-dana-aspirasi-di-rapbn-2016http://nasional.tempo.co/read/news/2015/07/06/078681608/jokowi-pastikan-tak-ada-jatah-dana-aspirasi-di-rapbn-2016
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS