Tuesday, September 29, 2015

MENGAPA ANGGOTA DPR TIPIS KUPING?

Saya sebagai warganegara RI tidak melihat ada yang salah, apalagi menghina, dari statemen Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah (FH), yang menyebut banyak anggota DPR yang "rada-rada blo'on". Sebagai politisi yang sudah sangat lama di DPR dan juga menempati posisi strategis, FH memiliki dasar dan alasan yang cukup kuat utk menilai kualitas para anggota Parlemen saat ini. Kalimat "rada-rada blo'on" tidak perlu dianggap sebagai pelecehan, karena 'rada-rada' itu artinya kan 'agak', jadi tidak blo'on total. Almaghfurlah GD pernah menilai anggota DPR seperti 'taman-kanak-kanak', dan sebenarnya juga sama dan bahkan lebih tajam ketimbang yang dikatakan FH. Saya sendiri juga sering menilai sebagian anggota Parlemen sebagai politisi sontoloyo (poliyo), suatu kualitas yang rendah dan/atau di bawah rata-rata.

Tentu saja adalah hak anggota DPR RI utk melaporkan FH ke MKD, yang tentu harus pula memproses laporan tsb secara profesional. MKD tidak boleh terkesan seperti "kejar setoran" dengan memproses laporan-laporan "ecek-ecek" seperti soal ucapan FH itu, sementara urusan kehadiran Ketua dan Wakil Ketua DPR dalam acara konperensi pers Donald Trump di New York, sampai sekarang masih mangkrak. Alasan akan selalu bisa dibuat, tetapi publik tetap akan memantau apa yang dilakukan oleh lembaga tsb dalam menyikapi laporan-laporan pelanggaran kode etik anggota-2 Parlemen. Bahkan sudah selayaknya jika MKD mempunyai standar kualifikasi perkara apa yang mesti diprioritaskan utk diperiksa dan diketahui oleh warga negara.

Hemat saya pihak yg melaporkan FH, karena tersinggung dg ucapan itu, justru yang belum maqomnya menjadi seorang wakil rakyat. Dia menutup mata terhadap berbagai kritik yang lebih keras dan tajam dari rakyat terhadap kualitas nggota DPR yang masih sangat lemah. Jangan-jangan dia juga tidak membaca berbagi hasil survei tentang kepercayaan publik yang sangat rendah thd DPR dan anggotanya. Ucapan FH masih sangat biasa jika dibandingkan dengan ketidakpercayaan rakyat yang sangat tinggi thd DPR.

Sebaiknya MKD tidak usah menggubris laporan-2 yang tdk proporsional dan tidak mencerminkan lembaga wakil rakyat.

Simak tautan ini:

http://nasional.kompas.com/read/2015/09/28/15193971/Pekan.Depan.MKD.Periksa.Fahri.Hamzah.soal.Sebutan.Beloon
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS