Monday, September 21, 2015

SIAPAKAH SEBENARNYA 'BEGAL' TERBESAR DI NEGERI INI?

Begal atau penyamun adlh tindak kriminal perampasan yg dilakukan dg penghadangan thd korban di jalan. Tetapi istilah begal yg digunakan oleh Menko Kemaritiman dan Sumberdaya (Mardaya), Rizal Ramli (RR), bukan dlm pengertian konvensional karena targetnya beda: bukan kriminal jalanan dan kecil2an, tetapi perusahaan2 yg memraktikkan kartelisme utk menguasai komoditas, harga, dan distribusi, serta perdagangannya. Dlm hal ini yg sedang diperiksa adalah komoditi dan tata niaga garam.

Menurutt RR tata niaga garam di negeri ini dikontrol oleh 7 "begal" yg menentukan harga dan tenty saja juga memengaruhi distribusi komoditas tsb. Karena adanya para begal itu mk bisnis garam tdk pernah membuat perani garam bisa menikmati keuntungan dan pada gilirannya memperoleh kesejahteraan. Justru garam impor yg merajalela dan tdk bisa direm, sebuah ironi yg terjadi sejak zanan baheuela dlm sebuah negara yg 2/3 wilayahnya adlh laut.

Sejujurnya kalau soal ironi spt itu, bukan hanya urusan garam. Beras, migas, kedelai, sapi, dll juga impor dan tergantung kpd luar negeri kendati selalu didengungkan kekayaan alam dan pertanian negeri ini. Dan bisa jadi semua ironi itu salah satunya karena peran para begal yg sangat lama, sistematis, dan ada di semua lini.

Dlm sistem pemerintahan yg efektif, fenomena begal ekonomi tentu merupakan persoalan serius dan menjadi target utama yg mesti dibereskan. Sebab ia selain merugikan rakyat juga mengganggu mekanisme pasar dan tata niaga itu sendiri. Dan seperti halnya begal yg konvensional, begal ekonomi ini jelas berbahaya bagi keamanan nasional.

Namun apkh dengan memberantas begal itu lalu urusan akan beres? Mungkin utk sementara bisa. Hanya saja begal2 ekonomi itu kongkalikong dg pemilik kekuasaan dan pembuat kebijakan yg ada di pemerintah. Terutama di negeri yg korup, sulit memilah antara begal dg pejabat yg berwenang. Mungkin hanya bisa dipilah antara begal besar (BB) dg begal kecil (BK). Dan kita tahu siapa dan di level mana begal besar dan kecil itu beroperasi.

RR dan para pejabat bisa saja menuding dan menangkap BK, tetapi jika BB tetap gentayangan dg aman, mk ibaratnya mati satu tumbuh seribu. Sasaran RR bukan hanya begal kecil yg 7 itu, tetapi yg lebih penting lagi adalah para sponsor begal yg ada di pemerintahan. Secara politis, memang akan lebih populer dan mudah meringkus para BK itu. Sebab kalau mau serius menghadapi BB resikonya akan berhadapan dg struktur kekuasaan yg sangat besar.

Simak tautan ini:
http://m.rmol.co/news.php?id=218061
 
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS