Saturday, September 12, 2015

TRAGEDI 11 SEPTEMBER 2001: SEBUAH REFLEKSI

Simak artikel yang saya tautkan berikut ini. Sebuah renungan kritis 14 tahun pasca Tragedi 11 September di AS. Judul artikel dari The Nation Magazine, salah satu majalah terkemuka di AS ini, yg ditulis oleh Tom Engelhardt (TE), cukup menyentak dan provokatif "14 Tahun Setelah 11/9/2001, Perang Melawan Terorisme Berhasil Mewujudkan Semua Harapan Osama Bin Laden." Secara garis besar, menurut TE, capaian utama AS, baik dibawah Presiden Bush maupun Obama, setelah 14 tahun melakukan perang melawan terorisme adalah membuat negaranya maupun dunia menjadi kian kabur dan lebih lebih aman dari ancaman terorisme. Alih-alih jadi sang pemenang, AS justru terjebak lebih jauh di dalamnya, dengan korban nyawa dan harta yang luar biasa. Dunia menyaksikan (dan seakan-akan tak berdaya) kian berkembangnya pengaruh ideologi radikal dan beranakpinaknya organisasi teroris yang semakin biadab dan ganas.

Tetapi ironi yang paling besar dari 14 th perang melawan terorisme yang dilancarkan AS, menurut TE, adalah justru berhasilnya keinginan dedengkot teroris Al-Qaeda, Osama bin Laden (UL). TE membuat "daftar keinginan" UL antara lain: 1) Merubah percaturan geopolitik global melalui serangan teror yg dilakukan 19 orang teroris di Manhattan dan Pentagon pada 11/9/01; 2) AS yang menjadi sang korban kejahatan teror tetapi kemudian menjadi pelaku perang yang membunuh 3000 lebih tentaranya sendiri dan ratusan ribu penduduk di Irak dan Afghanistan (yg bukan negara asal para terorisme), dan menghabiskan trilyunan dolar; 3) Dan setelah perang, ternyata AS tidak bisa dengan mudah meninggalkan Irak dan Afghanistan, bahkan kini ikut terjebak dalam pertumpahan darah di Syria dengan munculnya gerakan teoris seperti ISIS, aL-Nusra, dan Al-Qaeda di Iraq; dan masih beberapa poin lagi.

Kita bisa berbeda pendapat dengan TE dan memaknai 14 tahun pasca-tragedi 11 September sesuai dengan perspektif kita. Bagi saya, membaca refleksi ini mengingatkan pada salah satu aforisme Nietzsche yg terkenal, "Jika anda ingin membasmi monster, jangan sampai anda sendiri yg berubah menjadi monster." Juga ungkapan dari Martin Luther King, Jr., "Kegelapan tidak bisa disingkirkan dengan kegelapan. hanya cahaya yang bisa menyingkirkan kegelapan." Terorisme dan kaum teroris memang harus dikutuk, dilawan, dan dihentikan. Dan itu merupakan kewajiban dari seluruh ummat manusia, sehingga tak ada satu pun negara yang bisa memonopoli wacana dan aksi pemberantasan terorisme, karena pada akhirnya hanya akan menciptakan semacam terorisme baru.

AS, RI dan banyak negara di dunia kini menjadi sasaran kejahatan radikalisme dan terorisme kendati dengan derajat yg berbeda-2. Kerjasama melawan ancaman radikalisme dan terorisme adalah sebuah keniscayaan, namun jangan sampai melupakan landasan moral universal bahwa kejahatan tidak bisa dihilangkan atau dihentikan dengan menciptakan kejahatan-2 yang baru.
Simak tautan ini:
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS