Monday, November 7, 2016

ORASI AHMAD DHANI DAN KONTRADIKSI DALAM AKSI DAMAI


Apakah arti demonstrasi damai jika ternyata terjadi kekerasan, bukan saja dalam bentuk fisik seperti penjarahan dan pemukulan serta pembakaran, tetapi juga kekerasan dalam perkataan, orasi, pidato, dan yel-yel? Aksi orasi seperti yang dipertontonkan oleh Ahmad Dhani (AD) adalah hanya salah satu contohnya.

Ahok seringkali dituding lawan-2 politiknya sebagai tidak sopan, karena bicara keras dan menggunakan kata-kata yg dianggap kotor, dll. Gubernur DKI itu dianggap telah bersikap arogan dan dipersepsikan tidak elok menjadi pemimpin di ibukota. Namun orasi yang dilakukan AD, dlm konteks demonstrasi massa itu, apakah tidak lebih vulgar, jorok,menista, dan termasuk sebuah ujaran kebencian?. Sebab dalam kasus AD ia bisa diduga telah melecehkan martabat Presiden dan lembaga kepresidenan yang menurut aturan perundang-undangan adalah simbol negara. Seorang Presiden bukan hanya pemimpin politik saja, tetapi juga mengepalai Negara dan bangsa secara keseluruhan.

AD barangkali merasa tidak masalah menghujat Presiden, karena menurutnya dia sedang membela Ulama dan Habaib. Atau bisa jadi, dia ingin menjadi seorang martir yg siap dengan resiko masuk bui, dll. Namun tetap saja, hemat saya, apa yg dilakukannya telah mencederai semangat demo membela agama dan yang kabarnya "damai" itu. Sebab apa yg dikatakannya jelas berlawanan dengan arti kata 'damai', dan sebaliknya malah berpotensi menciptakan kekerasan dalam bentuk ujaran kebencian. Apalagi kalau ukurannya adalah etika beragama yg selalu dibawa-bawa.

Polri tentu mesti segera memproses pengaduan dari publik terhadap AD secepatnya sesuai aturan yang ada. Kendati benar ia bukan pelecehan dan/ atau penistaan agama, tetapi pelecehan terhadap seorang Presiden. Di negara yang paling bebas pun, aturan main ttg larangan menghina terhadap lembaga negara dan pimpinan negara tetap ada. Jangan sampai membiarkan perbuatan yang dilakukan AD menjadi wabah yg akan merusak tatanan di masyarakat dan negeri ini.

Simak tautan ini:

Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS