Wednesday, April 11, 2018

JOKOWI MENJAWAB KRITIK ATAU HANYA CURHAT?

Sambil transit di bandara internasional Taoyuan, Taipei, pagi ini (8 April 2018), saya ikut menyimak rekaman video di YouTube, pidato Presiden Jokowi (PJ) di depan forum Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018, yang diselenggarakan oleh pendukung Jokowi-JK. Sangat menarik karena baru kali ini saya melihat pidato beliau yang panjang tetapi penuh dengan semangat dan isinya merupakan bantahan terhadap para pengeritiknya.

PJ menjawab berbagai tudingan yang selama tiga tahun terakhir ini dilontarkan kepada beliau: mulai dari isu kedekatan dengan asing dan aseng , isu PKI, isu pembangunan infrastruktur, dan hutang luar negeri. Tak lupa juga PJ menyentil soal wacana Indonesia bubar pada 2030 yang dilansir oleh Ketum DPP Gerindra, Prabowo Subianto (PS), dan kampanye ganti Presiden yg disponsori PKS. Dan terakhir soal program pembagian sertifikat tanah utk rakyat yg juga dikritik lawan politik PJ.

Bagi saya, bukan soal substansinya saja yang menarik untuk disimak tetapi juga cara penyampaian yang lugas dan langsung. Pesan yang mengemuka adalah bahwa semua tudingan terhadap beliau yang bersifat pribadi, seperti isu PKI adalah kebohongan. Sedang berbagai tudingan miring terhadap program-program pembangunan yang telah dan sedang dijalankan PJ adalah tanpa data dan bermotif politik serta klaim tanpa dasar.

Cara spontan dan lugas dalam menjawab kritik yang dilakukan PJ sejatinya akan efektif apabila pihak pendukungnya juga menyebarluaskannya secara terus menerus dan meluas, khususnya di medsos. Jika tidak, maka pidato tsb akan tenggelam dalam hiruk pikuk kampanye negatif dan kampanye hitam yang kian hari kian marak. Bukan saja melalui medsos tetapi juga media mainstream seperti kanal-kanal TV nasional.

Apa yang disampaikan PJ sebenarnya sangat mudah dipahami publik dan argumentasinya juga tidak susah dinalar. Namun pada saat yg sama jika para pengelola komunikasi publik dari Istana tidak bekerja keras utk menyosialisasikan, justru akan bisa menjadi bahan pelintiran bagi lawan.
Terutama jika pidato tsb dipotong-potong atau dipahami secara distortif. Misalnya, judul video dr CNN TV itu saja sudah menunjukkan distorsi, karena pidato tsb dikategorikan sebagai "Curhat." Padahal pidato tsb adalah jawaban atau rejoinder atas kritik, sama sekali BUKAN curhat!

Simak video ini:

https://www.youtube.com/watch?v=9dlK0dpobKs&feature=share
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS