Friday, May 31, 2013

PIDATO PAK SBY DI NEW YORK PERLU DITINDAKLANJUTI DI INDONESIA

Pidato Pak SBY saat menerima penghargaan ACF Award di New York, perlu dicermati. Beliau mengatakan, antara lain, bhw "(k)onflik komunal beberapa kali masih terjadi, pertentangan akibat sensitivitas nilai agama masih juga ada. Radikalisme juga masih sesekali terjadi... " Pengakuan Presiden di depan komunitas internasional itu tentu melegakan dan membuktikan beliau paham bhw tantangan-2 tsb adalah riil. Saya berharap bhw sepulang beliau nanti masalah-2 tsb akan diselesaikan secara nyata, satu demi satu, kendati tidak besar-2an. Bisa saja dimulai dengan membuat tenggat (deadline) kapan jemaah Syi'ah Sampang yg masih mengungsi di stadion dan jemaah Ahmadiyah yg terusir dari kampung mereka bisa pulang kembali dan hidup dengan tenang sebagaimana layaknya warga negara Indonesia lain. Bisa juga tenggat kapan Gereja Yasmin Bogor dan Gereja HKBP FIladelfia bisa dibangun. Dll. Ini saya kira penting, agar pidato beliau yg disaksikan khalayak di seantero dunia tsb ada resonansinya dalam kenyataan di negeri kita. Dan ini juga akan menghapus semua keraguan dari para pemrotes anugerah ACF kpd beliau. Selamat berjuang Pak SBY!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://nasional.kompas.com/read/2013/05/31/12270986/Pidato.SBY.di.AS.Tak.Ada.Ruang.bagi.Perilaku.Tak.Toleran
Share:

PRIYO BUDI SANTOSO TINGGAL MENUNGGU HARI JADI TERDAKWA TIPIKOR?

Jika KPK memang konsisten, maka Priyo Budi Santoso (PBS) hanya tinggal menghitung hari saja untuk masuk bui karena pidana tipikor. Pasalnya, Pengadilan yg menjatuhkan vonis kepada para terdakwa korupsi pengadaan Al-Qur'an secara eksplisit menyebut bahwa Wakil Ketua DPR RI dari Golkar itu memang menerima fee hasil rasuah. Demikian juga, Johan Budi (JB) yg adalah jubir KPK pernah bilang bahwa pemeriksaan thd PBS menunggu putusan Pengadilan. Apakah KPK akan segera bertindak? Saya kira sangat tergantung kepada pimpinan KPK apakah mereka masih menghitung-2 faktor politik atau tidak. Bagaimanapun juga, PBS adalah penytolan parpol besar dan memiliki jejaring dan back-up politik yg kuat. Jika PBS cepat diperiksa dan amar putusan Pengadilan bisa dipakai sebagai salah satu alat bukti yg sah dan meyakinkan, maka satu lagi pentolan politisi sontoloyo (poliyo) Senayan harus tinggal di hotel prodeo! KPK harus bertindak memberantas tikus-2 politik dari negeri ini.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.tempo.co/read/news/2013/05/30/063484603/Hakim-Sebut-Priyo-Budi-Santoso-Terima-Fee-Korupsi
Share:

Thursday, May 30, 2013

PARA PENGHUJAT ROMO MAGNIS JUSTRU MENGUATKAN ARGUMEN BELIAU

Sangat mudah memprediksi bhw Romo Franz Magnis Suseno (FMS) akan mendapat cacian dan hujatan dari sebagian orang yg risih terhadap sikap beliau dalam suratnya kepada Appeal of Conscience Foundation (AFC). Yg jelas, pejabat negara seperti Mensekab Dipo Alam (DA) tlh memelopori hujatan dan makian yg bernuansa SARA. Kelompok Islam fundamentalis pun, yg biasanya anti terhadap segala macam yg berbau Amerika dan Yahudi, mengarahkan kritikan mereka kepada FMS yg mewakili "musuh" yakni Kristen. Yg rada aneh, tapi sama sekali tak mengherankan, adalah hujatan yg mengatsnamakan ummat Kristiani dari NTT yg menganggap sikap FMS telah "menyakiti hati ummat Katolik." Aneh, karena sumbernya dari kalangan Kristen, tetapi tak mengherankan, karena bukan FMS saja yg punya pengalaman dihujat dari kalangan ummatnya sendiri. Alm. GD semasa masih beserta kita pun salah satu "langganan" hujatan dr sebagian ulama dan kalangan Islam sendiri karena perjuangannya membela hak-hak minoritas, termasuk minoritas di dlm Islam. Namun semua hujatan dan cacian itu, buat saya, malah membuktikan FMS memang sedang menyatakan sesuatu yg benar yg terasa pahit dan tak nyaman bg orang yg terkena kritik tsb. Bagi para korban penindasan dan aksi kekerasan thd minoritas, apa yg disampaikan FMS adalah sebuah pewartaan kebenaran (truth telling), sementara bagi DA dkk ia adalah dekonstruksi dan pembongkaran terhadap borok-2 mereka. Saya yakin FMS cuma senyum-2 saja menanggapi semua hujatan itu dan, bisa jadi spt alm. GD, akan bilang: "Biarin saja mereka menghujat. Gitu saja kok repot!" Bravo Romo!!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://polhukam.rmol.co/read/2013/05/30/112584/Sebuah-Pembelaan-untuk-Franz-Magnis-Suseno-
Share:

MEDIA BERAFILIASI PARPOL YANG TERDEPAN MENGGEMBOSI JOKOWI-AHOK

Lawan paling gigih, tetapi sekaligus 'njelehi', dari Gub DKI Jakarta bukanlah DPRD DKI, parpol, masyarakat sipil, atau pengamat, tetapi media yg menjadi corong parpol. Dlm kasus interpelasi dan protes-2 thd program KJS, sebenarnya pokok masalahnya adalh teknis dan tak memerlukan interpelasi, apalagi kalau sampai pemakzulan. Semuanya itu pepesan kosong politik yang tujuannya hanya untuk mengerem popularitas Jokowi-Ahok dan melejitnya nama Jokowi dalam laga Capres 2014. Dan media berperan sebagai "agenda setter" agar masalah KJS tetap 'hidup' dan kalau bisa berkembang sebagai wacana politik yg besar. Sejatinya, upaya interpelasi di DPRD sudah kandas, dan "bukti" yg sering digembar-gemborkan bhw 16 RS yg konon menolak program KJS juga sudah ketahuan bohongnya. Tetapi kalau anda rajin lihat Metro TV danTV One, serta mengikuti postingan portal RMOL, misalnya, maka seolah-olah isu interpelasi itu masih ada dan akan berlanjut. Bahkan sekarang diberitakan akan ada "ribuan" orang akan mendemo Jokowi! Saya berani pastikan bahwa berita itu cuma hoax untuk menghidupkan upaya penggembosan Jokowi. Semua orang tahu belaka bahwa Metro (Nasdem), TV-One (Golkar), dan RMOL (yg bossnya dekat dg Demokrat) sejak awal punya agenda politik penggembosan itu. Masih segar dlm ingatan publik wawancara TV One dg Jokowi dlm rangka 100 hari yg sangat tendensius dan malah menuai protes keras dari khalayak DKI. Publik DKI harus lebih kritis thd media-2 yg punya agenda politik praktis itu supaya kehidupan demokrasi di Jakarta lebih sehat dan Pemda DKI bisa melaksanakan tugas dengan lebih baik.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2013/05/30/112548/Ribuan-Orang-akan-Demo-Jokowi-karena-Tak-Pro-Rakyat-
Share:

Wednesday, May 29, 2013

KONGKALIKONG KORUPSI IRJEN JOKO SUSILO DAN ANGGOTA-2 DPR TERBONGKAR

Semakin terkuak jejaring kongkalikong korupsi antara Irjen Pol Djoko Susilo (DS) dengan para politisi sontoloyo (poliyo) Senayan. Berdasarkan pengakuan Ketua Panitia pengadaan simulator SIM, AKBP Teddy Rusmawan (TR), DS mengirim 4 kardus berisi uang (jmlhnya sekitar Rp 3) utk dibagikan kpd Bambang Soesatryo (Bamsoet, Golkar), Aziz Syamsudin (AS, Golkar), Desmond Mahesa (DM, Gerindra), dan Herman Heri (HH, PDIP). Tanpa berpretensi mendahului keputusan Pengadilan, saya rasa rakyat Indonesia sangat faham bahwa kongkalikong itu pasti terjadi antara oknum-2 Komisi III DPR dan partnernya (Polri). KPK harus terang-2an memburu dan membuktikan mereka dengan bukti-2 yg sudah demikian terang, jangan sampai dimainkan oleh parpol dan para poliyo tsb. Bagi rakyat Indonesia yg akan memilih caleg pd 2014, sudah seharusnya menolak nama-2 tsb. Dan jika nama-2 tsb masih ada di DCT dan bahkan terpilih lagi ke Senayan, maka yg salah bukan hanya parpol mereka, tetapi juga rakyat yang memilih itu sendiri. Berarti pemilih tersebut juga berpartisipasi menghancurkan Republik ini.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://nasional.kompas.com/read/2013/05/28/16083347/Djoko.Suruh.Teddy.Antarkan.4.Kardus.Uang.untuk.Anggota.DPR
Share:

Tuesday, May 28, 2013

KALAU MEMANG SUDAH KEHENDAK SEJARAH UTK NYAPRES, YA 'BISMILLAH' SAJA PAK JOKOWI !

Manusia berhak merencanakan, tetapi Tuhan jua yang akhirnya menentukan. Dan salah satu instrumenTuhan adalah melalui panggilan sejarah. Siapa yg percaya bahwa Barack Hussein Obama akan menjadi Presiden pertama AS yang berkulit hitam sebelum 2008. Ketika alm GD bilang bhw dirinya akan menjadi Presiden RI, banyak orang yg juga menepis dan bahkan tak percaya. Dan kenyataannya beliau menjadi Presiden RI ke IV. Jokowi, Gub DKI, sampai kini masih menolak jika ditanya soal pencapresannya kendati setiap poling capres namanya selalu unggul atau setidaknya termasuk tertinggi. Bahkan poling terakhir, wong Solo ini mengungguli Prabowo Subianto dan Megawati sekalian. Ketum PDIP, yg juga 'boss' Jokowi, pun masih enggan bicara soal pencapresan si anak buah yg masih ngotot mau menyelesaikan tugasnya sebagai orang nomor 1 di DKI. Tapi, panggilan sejarah sering mengalahkan argumen apapun. Jokowi, Mega, atau siapapun  bisa saja berusaha dan berencana secanggih apapun. Kehendak Tuhan lewat tuntutan sejarah bisa menentukan lain. Kalau memang sudah demikian, ya 'bismillah' saja, Pak Jokowi! 

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.detik.com/read/2013/05/28/104146/2257682/10/jokowi-kalahkan-prabowo-di-semua-skenario-pilpres?nd771104bcj
Share:

INTERPELASI THD GUB JOKOWI, BUKTI TINGKAT KECERDASAN PARPOL PENGUSUNG SANGAT RENDAH

Ontran-ontran politik di DKI karena adanya upaya interpelasi thd Gubernur Jokowi, adalah tontonan yang memalukan dan bukti bahwa betapa parpol-2 yg ada di ibukota negeri ini benar-2 ekonomis dalam kecerdasan dan pelit dalam kejujuran publik. Parpol-2 yg masih ngotot mau interpelasi, seperti Hanura, Demokrat, PDS, PKB serta PAN, sudah sepetutnya tidak dipilih lagi dalam Pemilu 2014. Sekurang-2nya nama-2 anggota DPRD mereka yg ikut tandatangan usul interpelasi harus disebarluaskan berikut foto mereka, supaya rakyat Jakarta tidak memilih mereka. Buat apa memilih caleg yang anti kepentingan rakyat? Bukan cuma itu. Buat apa memilih caleg yang nalar dan nuraninya sudah tidak ada lagi? BUkankah masih banyak caleg-2 lain yg waras dan mampu setidak-2nya memahami apa yg penting dan tidak penting bagi rakyat Jakarta. Khusus buat Partai Demokrat, langkah interpelasi adalah blunder politik pangkat dua. Partai ini sedang jeblog citra dan elektabilitasnya gara-2 korupsi, eh malah menyeponsori interpelasi thd kebijakan Gubernur DKI yg sangat pro-rakyat. Tampaknya, nalar dan nurani sudah dikalahkan oleh syahwat mencari sensasi dan popularitas. Padahal yg mereka dapatkan hanya kutukan dan kemarahan rakyat!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/05/27/10191425/Heboh.Interpelasi.Jokowi.Belum.Dapat.Undangan.dari.DPRD?
Share:

Monday, May 27, 2013

PRIYO BUDI SANTOSO DIDUGA TERLIBAT KORUPSI PENGADAAN AL-QUR'AN

KPK semakin gencar memblejeti praktik rasuah di kalangan petinggi parpol. Setelah elit PKS dikerangkeng gara-gara 'kesruduk' (baca=korupsi) sapi, kini giliran petinggi Golkar, Priyo Budi Santoso (PBS). Kalau elit parpol Islam itu korupsi sapi, maka elit parpol sekuler itu sebaliknya: korupsi (pengadaan ) Al-Qur'an. Bukan main negeri ini!. Label Islam dan hal-hal suci terkait Islam, malah dijadikan alat dan barang rasuah, tak peduli oleh partai Islam sendiri atau yg sekuler. PBS kita tahu adlh tokoh Golkar yg malang melintang dan seakan tidak akan tersentuh oleh KPK. Bukan saja karena permainan politiknya yang cantik, tetapi juga ditopang pengalaman puluhan tahun Golkar dalam urusan politik "sluman-slumun slamet" (3S). Adalah PBS juga yg beberapa tahun lalu menjadi aktor utama di balik ide membuat program yg disebut "gentong babi" (pork barrel), sebuah skim untuk menggerojok parpol dg duit rakyat atas nama pembangunan daerah konstituen. Jumlahnya pun bisa belasan triliun rupiah seandainya program itu gol. Untung publik masih awas dan para pekerja demokrasi serta masyarakat sipil tegas menolak dan beramai-2 membongkar agenda hitam di balik program tsb. Kini PBS diduga terlibat korupsi yg terkait dg pengadaan Al-Qur'an. Ini bukan tipikor biasa, tetapi terkait dg sesuatu yg disakralkan agama. Apakah politisi sontoloyo macam ini akan dipecat oleh Golkar karena jelas telah dan akan menghancurkan kredibilitasnya di mata rakyat?. Mungkin menunggu kalau ada lebaran kuda...

Selanjutnya baca tautan ini:

http://polhukam.rmol.co/read/2013/05/25/111953/Ada-Bukti-Awal-Keterlibatan-Priyo-Budi-Santoso-dalam-Kasus-Korupsi-Al-Quran-
Share:

KICAUAN DIPO ALAM CERMINAN PAHAM ANTI DEMOKRASI DAN KESATUAN BANGSA

Bunyi kicauan Dipo Alam (DA) di twitter adalah "Umaro, ulama dan umat Islam di Indonesia secara umum sudah baik, mari lihat kedepan, tidak baik pimpinannya dicerca oleh yang non-muslim FMS." Mudah utk ditebak jika kicauan itu menjadi perhatian Komnas HAM dan para pendukung demokrasi serta hak-hak asasi lainnya, karena isinya memang mencerminkan mindset yg total berlawanan dg nilai-2 luhur Pancasila, khususnya kebangsaan, persatuan, dan demokrasi. Apalagi yg bicara adalah salah seorang Menteri Kabinet yang punya latar belakang aktivis dan terpelajar. Bukan saja statemen DA telah mencemari nama baik Pemerintah dan Presiden SBY yg dikenal sebagai representasi Indonesia yg demokratis, tetapi ulah DA juga merupakan kesalahan fatal pejabat negara yg semestinya menjadi contoh bagi rakyat bagaimana seharusnya mengelola bangsa yg majemuk. Bagi saya, kicauan DA lebih buruk dibanding dg provokasi kaum Jihadis Fundamentalis yg jelas ideologinya eksklusif, anti-demokrasi, dan memusuhi pihak-2 di luar mereka. Sementara DA telah mengumbar sebuah pandangan yang secara diametral berlawanan dengan landasan nilai-2 demokrasi, dg memakai dalih membela demokrasi!. Kicauan DA adalah sebuah hipokrisi (kemunafikan) dan politik adu domba thd ummat beragama yg berpotensi menghancurkan kesatuan dan persatuan bangsa. Ironisnya, pejabat negara yang seperti ini bercokol dlm Pemerintahan yang oleh dunia  diakui sebagai Pemerintahan yg demokratis. 

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2013/05/27/112130/Terkait-Isu-SARA,-Komnas-HAM-Mintai-Keterangan-Dipo-Alam-dan-Andi-Arief-Rabu-Lusa-



Share:

Sunday, May 26, 2013

KEMENANGAN PILGUB JATENG: PDIP MANTAPKAN KEKUATAN UTK 2014

PDIP kembali meraih kemenangan signifikan dari Pilkada Propinsi. Setidaknya, menurut hitungan cepat, pasangan Ganjar-Heru (GH) dinyatakan memenangi pilgub Jawa Tengah yg dilaksanakan hari ini. Sayangnya PDIP masih belum bisa memastikan apakah cagubnya yang di Bali akan menang, karena menurut rekapitulasi KPUD Bali, inkamben pasangan Mangku Pastika- Ketut Sudikerta (MK) telah dinyatakan menang tipis dg selisih 0,04%. DPP PDIP tentu akan mengajukan keberatan kepada MK, tetapi kalaupun nanti gagal partai ini telah menunjukkan dirinya sebagai kekuatan yang sangat strategis di DKI dan Jateng. Kekalahan di Bali, Jabar, dan Sumut, memang mengecewakan bg parpol berlambang Banteng bermoncong putih itu, namun PDIP tetap akan menjadi power house khususnya dalam Pileg 2014. Untuk Pilpres, PDIP harus mampu menyinergikan antara semangat zaman (zeitgeist) dengan pandangan subyektifitas elitnya sendiri agar mampu merebut simpati rakyat yg saat ini sangat mendambakan perubahan. Selamat utk PDIP dan pasangan Cagub/cawagub Ganjar-Heru di Jateng!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.detik.com/read/2013/05/26/134503/2256070/10/hasil-quick-count-pilgub-jateng-ganjar-unggul-telak-atas-bibit-waluyo
Share:

Saturday, May 25, 2013

DR. USAMA HASAN (INGGRIS): APA SIH MAUNYA KAUM RADIKAL ISLAMIS?

Sebuah artikel yg cukup menarik ditulis oleh aktivis Muslim Inggris yg pd masa mudanya terlibat dalam gerakan fundamentalis jihadis. Dr. Usama Hasan, peneliti senior pada Yayasan Quilliam dan seorang Imam Masjid, kini adalah seorang aktivis terkemuka dalam membela toleransi dan perdamaian serta advokasi melawan ekstremisme dan kekerasan di Inggris. Tulisan beliau menyoroti komponen dasar kaum Jihadi-Fundamentalis yg berkisar pada 4 masalah: ummat, Khilafah, Syariah, dan Jihad. Masing-2 komponen ditafsirkan sedemikian rupa oleh kaum Jihadis sehingga muncullah jenis gerakan Islam yg bertentangan dengan spirit toleransi, keterbukaan, penghormatan thd hak asasi, dan anti kekerasan. Salah satu ciri dari pemikiran Jihadis adalah bahwa semua komponen tersebut ditafisrkan secara sangat politis, bahakn "over-policized'. Karenanya, penafsiran kelompok Jihadis menafikan sejarah, konteks masyarakat, fakta akan adanya agama-2 dan keyakinan berbeda yg berdampingan dg Islam sejak zaman Nabi, dan yg lebih penting lagi adalah tereliminasinya dimensi spiritualitas Islam. Tulisan Dr Hasan ini bsa kita refleksikan dalam konteks Indonesia yg sedang dijangkiti oleh pengaruh Jihadis-Fundamentalisme dan telah mengakibatkan berbagai tindak kekerasan dan aksi teror atas nama agama. Silakan menyimak dan mengomentari. (MASH)

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.bbc.co.uk/news/magazine-22640614
Share:

Friday, May 24, 2013

SEBAGIAN ORMAS ISLAM, TERMASUK NU, MENDUKUNG PENGHARGAAN ACF KEPADA PAK SBY

Kontroversi penghargaan ACF kpd Pak SBY tampaknya bukan semakin mereda. Ini dpt dilihat dari dukungan 26 ormas-2 Islam kepada Yayasan yg berkantor di New York dibawah pimpinan Rabbi Arthur Schneier tsb. Seperti dikatakan oleh Iqbal Sulam, Sekjen PBNU, Award  tsb bukan hanya utk Pak SBY tetapi juga "... diberikan kepada seluruh umat beragama di Indonesia yang mayoritasnya adalah Islam." Sikap ini tentu bertolak belakang dg pihak yang menolak, sebagaimana dikemukakan oleh Romo Franz Magnis Suseno dan para pegiat HAM lain, termasuk Alissa Wahid, putri mendiang alm Gus Dur. Dua cara pandang tsb tentu memiliki argumentasi dan penalaran masing-masing. Pihak pendukung melihat dari sisi  pengakuan dunia thd negeri ini dalam perkara perlindungan thd kaum minoritas. Sementara para penolak memandang dari sisi pelaksanaan di lapangan yg secara empiris menujukkan semakin merosotnya perlindungan thd hak-hak minoritas, termasuk minoritas di kalangan ummat Islam sendiri. Rakyat Indonesia dan komunitas internasional pun akan melakukan penilaian mereka, dan sejarah nanti akan mencatat apakah pilihan ACF itu memang tepat dan layak.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://nasional.sindonews.com/read/2013/05/24/12/730595/26-ormas-islam-dukung-penghargaan-acf-kepada-sby
Share:

SAEED JALILI DAN ALI VELAYATI DIJAGOKAN BERSAING KETAT DALAM PILPRES IRAN

Pemilihan Presiden Iran bulan depan sangat menentukan kiprah negeri para Mullah itu menghadapi tekanan-2 dari negara-2 Barat dan sekutunya, khususnya dalam melanjutkan program Nuklir. Delapan kandidat Presiden dinyatakan lolos, sementara Ayatullah Akbar Hashemi Rafsanjani dan Esfandiar Rahim Mashaei dinyatakan ditolak sebagai calon. Rafsanjani adalah mantarn Presiden Iran (1989-1997) dan termasuk figur pendiri Republik Islam Iran, selain pernah menjadi Ketua Parlemen Iran. Esfandiar adalah protege Presiden saat ini, Ahmadinejad, dan dikenal nasionalis serta konservatif. Dengan tersisihnya dua figus tsb, kini terisi 8 orang calon dan tiga di antaranya, Saeed Jalili (SJ), Ali Akbar Velayati (AAV), dan Baqer Qalibaf (BQ) merupakan calon-calon terkuat yg akan bersaing. Jika SJ unggul, maka kebijakan program nuklir dan polugri Iran relatif akan tetap sama dengan saat ini, apalagi SJ adalah loyalis Ayatullah Ali Khamenei, pemimpin spiritual Iran. Jika Velayati yang menang, maka polugri Iran akan lebih adem dan tidak hingar bingar, kendati soal program nuklir akan tetap menjadi priorotas. Velayati memiliki pengalaman memegang Kemenlu terlama di Iran, 16 tahun, dan dipandang sangat kompeten serta loyalis thd Kamenei karena Velayati pernah menjadi salah satu penasehat beliau. Qalibaf adalah Walikota Teheran yg sangat kritis thd Ahmadinejad, pragmatis dan populis. Mantan Panglima Divisi Udara Pengawal Revolusi Iran ini juga pernah menjabat Kapolri Iran yg sangat reformis. Ia membuka peluang kaum perempuan utk pertamakalinya untuk menjadi Polisi di negara Syiah tsb. Pengamat Barat umumnya memegang Jalili atau Velayati, dan jika benar, maka strategi geopolitik Iran di kawasan tampaknya akan bertahan.
Selanjutnya baca tautan ini:
http://www.bbc.co.uk/news/world-middle-east-22611601
 
Share:

STRATEGI KOMUNIKASI DIPO ALAM HARUS DIREVISI

Sangat disayangkan bhw para pembantu Pak SBY dalam menjalankan komunikasi publik makin cenderung blunder dan merusak (damaging) citra positif beliau. Di DPR, publik sudah hapal dengan gaya Ruhut Sitompul (RS) yg bombastis dalam melakukan pembelaan thd PD dan Pak SBY, khususnya di media. Di Istana, Dipo Alam (DA) tidak jauh beda. Namun kerusakan citra yg diakibatkan DA, hemat saya, jauh lebih besar ketimbang RS. DA yg bukan politisi spt RS, tetapi menggunakan jurus 'api melawan api' dan siasat 'bumi hangus.' Pdhl lawan DA bukan parpol dan/atau politisi spt yg dihadapi RS, tetapi figur-2 yang dihormati ummat beragama. Kita ingat bgmn DA mengibaratkan tokoh-2 agamawan yg mengritik kebijakan SBY dengan istilah "gagak-gagak hitam." Terakhir, ia menyatakan Rm Franz Magnis (FM) sebagai "dangkal" karena tak sepakat dg pemberian ACF Award kpd Pak SBY. Belum lagi ulah DA yg kontroversial ketika melaporkan nama-2 tertentu kepada KPK terkait isu korupsi, dsb. DA harusnya faham bahwa strategi komunikasi yg spt itu sangat riskan jika tak ditopang pembuktian yg kuat dan tingkat kepercayaan publik yg tinggi thd dirinya. Sayangnya, kepercayaan publik tampaknya masih lebih tinggi thd FM ketimbang thd DA, dan ini berarti resiko statemen DA lebih merugikan citra Pak SBY dan Pemerintah amat besar. Saat ini Pak SBY dan terutama PD sedang membutuhkan 'dongkrakan' citra positif menjelang Pemilu 2014 dan strategi komunikasi DA jelas sangat tidak menolong!. DA mesti merevisi total strategi komunikasi publiknya agar menghindari defisit citra yg lebih besar.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.tempo.co/read/news/2013/05/24/078482894/Adnan-Buyung-Dipo-Alam-Lancang
Share:

Thursday, May 23, 2013

LEBIH BANYAK RUGINYA JIKA PKS HENGKANG DARI KOALISI

Adalah hak DPP PKS untuk tetap atau hengkang dari Setgab. Namun dari perspektif etika dan strategi politik, langkah meninggalkan Setgab akan lebih banyak madhorot ketimbang manfaatnya. Mengapa? 1) Secara etis, PKS akan makin dicap sebagai parpol plin-plan dan cari untung buat diri sendiri: 2) Publik makin curiga terhadap komitmen moral PKS yg terkesan lembek; 3) Kampanye negatif thd PKS akan semakin banyak, bukan saja ttg korupsi tetapi juga kualitas etika politiknya; 4) Kendati PKS bisa agak lepas dr tanggungjawab Pemerintah SBY, tetapi tak akan total. PKS tetap merupakan salah satu penikmat utama karena pernah menjadi anggota Setgab. Namun, terlepas apakah PKS mau tetap atau hengkang, yang jelas reputasi parpol Islam ini akan semakin meredup dimata rakyat Indonesia, jika elitnya tidak segera mengambil langkah drastis: melakukan perombakan total thd organisasi dan elitnya. PKS harus benar-2 melakukan pembersihan dari cipratan "kotoran sapi" yg menodai reputasi yg selama ini disandangnya sebagai partai bersih dan bermoral. Kita lihat saja episode berikutnya!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2013/05/23/111683/Majelis-Syuro-PKS-Pertimbangkan-Wacana-untuk-Tinggalkan-Koalisi-
Share:

ALIRAN UANG FATHANAH KEPADA 45 PEREMPUAN BELUM MENYENTUH KETERLIBATAN PARPOL

Terkuaknya aliran 'Bengawan Solo' dari kocek Ahmad Fathanah (AF) kepada 45 orang perempuan yg dilaporkan PPATK, saya yakin hanyalah gejala di atas permukaan saja dalam skandal mega korupsi ini. Kendati cukup fenomenal dan mengejutkan nalar publik, tetapi sejatinya praktik seperti ini lazim dipakai dlm modus pencucian uang (money laundering). Bisa saja semua atau sebagian perempuan itu tdk tahu seluk beluk dari mana uang tsb dan mereka hanyalah penikmat kedermawanan AF dg imbalan tertentu. Yang lebih penting adalah bagaimana aliran tsb juga masuk ke kas parpol yg selama ini masih belum clear dan secara terus menerus dibantah oleh parpol ybs. Jika fokus hanya kepada aliran uang kpd 45 perempuan itu saja, maka urusan korupsi daging sapi itu hanya akan sampai pada sensasionalisasi dan menyeret AF ke bui. Sementara, tindak korupsi yg dilakukan parpol dan elitnya belum tersentuh dan akhirnya seakan-akan tidak pernah terjadi. Saya masih optimis KPK akan terus dan mampu mengungkap skandal korupsi ini sampai akar-2nya termasuk menelusuri aliran dana ke parpol dan elite parpol terkait. KPK jangan terpesona pada sensasi media belaka! Bravo KPK..!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.okezone.com/read/2013/05/23/339/811203/45-wanita-ini-diduga-penerima-sumbangan-duit-fathanah
Share:

Wednesday, May 22, 2013

ALIRAN DANA KORUPSI UNTUK PERSIAPAN PKS HADAPI PEMILU 2014?

Kasus korupsi daging sapi yg meilbatkan Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dan Ahmad Fathanah (AF), makin berkembang. Majalah Tempo edisi 20 Mei, melaporkan investigasinya yang menguak pengakuan pebisnis bernama Yudi Setiawan (YS). Orang ini mengaku menjadi bagian dari skim penggalangan dana utk PKS dlm rangka Pemilu 2014 dg target Rp 2 triliun, bersama LHI dan AF. YS juga mengatakan bhw dirinya telah mengeluarkan miliaran rupiah buat PKS, dan nama Anis Matta (AM) ikut dia singgung! . Semoga KPK bisa membuka semua kaitan antara politik-bisnis-korupsi ini, sehingga mata rakyat Indonesia semakin terbuka bahwa perilaku kriminal tidak bisa ditutupi oleh jargon-jargon yang mengatas namakana agama atau menggunakan selubung partai agama.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://id.berita.yahoo.com/kpk-telusuri-aliran-dana-fathanah-ke-petinggi-pks-002822585.html
Share:

Tuesday, May 21, 2013

BARESKRIM POLRI HARUS MENUNTASKAN KASUS LS UTK MENEPIS SPEKULASI

Penangkapan Aiptu Labora (LS) oleh Bareskrim Polri memunculkan spekulasi publik "apa gerangan yang meyebabkan Polri begitu terburu-2, sehingga menuai kecaman Kompolnas dan publik?" Dari aspek penegakan hukum, Polri tidak melakukan kesalahan apapun karena memang ia berhak melakukan penangkapan thd pihak-2 yg memenuhi syarat utk ditangkap. Kendati lokasi penangkapan tsb di Kompolnas, sehingga menyebabkan ada pihak yg tersinggung, Polri punya alasan kuat. Namun demikian, karena kasus LS itu terkait dg rekening sangat besar (Rp 1, 5 triliun?), maka publik menjadi bertanya-2 apakah penangkapan tsb dalam rangka preventif agar LS tidak buka mulut terlalu banyak sehingga membuatnya menjadi semacam 'whistle blower' alias peniup peluit? Dan, spekulasi bisa makin marak jika nama-2 yg disebutkan kemudian ternyata terkait dg lembaganya atau parpol atau para elit di Papua maupun Jakarta! Bareskrim Polri harus segera melakukan penyelidikan tuntas agar spekulasi negatif bisa diredam. Bagaimanapun, Polri sampai saat ini masih berada dalam sorotan rakyat karena keterlibatan para elitnya dalam tindak korupsi berkaliber gajah!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://nasional.kompas.com/read/2013/05/21/04571864/Ini.yang.Diadukan.Aiptu.Labora.pada.Kompolnas
Share:

Monday, May 20, 2013

CHATIB BASRI, MENKEU BARU, PELANJUT ESTAFET WIJOYO NITISASTRO

Menteri Keuangan RI yg baru, Chatib Basri (CB), adlha seorang profesional, akademisi, dan memiliki pengalaman panjang dalam kiprah birokrasi khususnya terkait pembangunan ekonomi. CB adlh sosok ekonom muda yg tidak terlalu jauh menyimpang dari tradisi Wijojo Nitisastro dkk yg telah menjadi ikon ekonomi sejak Orba sampai sekarang. Ekonom UI ini tentu diharapkan tidak akan berbeda jauh kebijakannya dg menkeu sepeti Agus Marto maupun Sri Mulyani Indrawati, dan memiliki paradigma yg sama dengan Wapres Boediono. Walhasil, CB adalah pilihan tepat Pak SBY utk menjaga capaian KIB I dan II sampai pada Pemilu 2014. Selamat kepada CB dan sukses mengemban amanah....

Selanjutnya baca tautan ini:

http://economy.okezone.com/read/2013/05/20/22/809643/chatib-basri-pemain-teater-yang-kini-jadi-menteri-keuangan
Share:

ADA APA DENGAN INTERPRETASI JK SOAL PENGHARGAAN ACF KEPADA PAK SBY?

Adalah hak Jusuf Kalla (JK) untuk 'menafsirkan' pemberian penghargaan 'World Statesman Award' (WSA) kepada Pak SBY oleh ACF. JK mengatakan bhw penghargaan itu adlh apresiasi utk seluruh rakyat Indonesia, bukan kepada Pak SBY pribadi saja. Tetapi, pd saat yg sama, saya mempertanyakan kpd JK: bukankah rakyat Indonesia sendiri yang sebagian menjadi korban kekerasan, intimidasi, diskrimnasi dan penindasan berlatar belakang primordialisme, khususnya agama. Lalu rakyat yg mana yg diapresiasi di sini? Pak JK tentu tdk ingin disebut diskriminatif ketika bicara soal 'rakyat Indonesia', bukan? Maka interpretasi JK justru makin membuat soal ini 'pabalieut', apologetik, tanpa menggunakan penalaran dan nurani yg sehat. Hasilnya justru malah akan memperbesar kecurigaan bahwa JK sendiri punya agenda politik tertentu dalam perkara ini. Ketimbang membuat penafsiran konyol spt yg dilakukan JK, mendingan dipersilakan saja ACF memberi Award dan Pak SBY menerimanya, tidak perlu dibumbui dengan interpretasi yang 'ngoyoworo' dan justru malah membuat pemberian Award tsb terkesan politis. Biarkan publik dan rakyat Indonesia menilai sendiri.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2013/05/20/111163/JK:-Award-SBY-Harus-Dimaknai-sebagai-Penghargaan-untuk-Rakyat-Indonesia-
Share:

Sunday, May 19, 2013

REZIM TEOKRASI IRAN TIDAK MENGAKUI HAK ASASI KAUM HAWA

Larangan terhadap kandidat Presiden perempuan oleh Dewan Pelindung (Velayat-Vageh) Republik Islam Iran (RII) adlh bukti bahwa negara teokrasi tersebut tidak sepenuhnya mengakui dan menghormati hak-hak asasi manusia. Bahwa di Iran, perempuan punya hak pilih dan dipilih (smapai pada tingkat Parlemen) adalah sebuah kenyataan dan hal itu tentu positif. Namun dg melarang keikut sertaan perempuan untuk dipilih sebagai Capres, memementahkan kembali jaminan hak politik kaum perempuan di negeri Mullah tsb. Teokrasi yg diterapkan di Iran, memang bukan demokrasi, dan karenanya mengandung kelemahan fundamental dan prinsipil: yakni menganggap mahluk manusia berkelamin perempuan bukan sepenuhnya manusia yang meiliki hak yang sama dengan manusia berkelamin lelaki. Sebuah prinsip yang fatal dan tidak patut untuk ditiru, kendati mengatsnamakan ajaran agama.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://international.okezone.com/read/2013/05/18/412/808989/perempuan-dilarang-calonkan-diri-jadi-presiden-iran
Share:

KH. ABDURRAHMAN WAHID PELETAK DASAR PENDIDIKAN PLURALISME

Oleh: Warta Madani
Senin, 04 Maret 2013 | 07.13

KH. ABDURRAHMAN WAHID seorang tokoh fenomenal dengan gayanya yang unik dan khas serta sepakterjangnya yang kontroversial. Ia akrab dipanggil dengan nama Gus Dur: Gus merupakan nama kehormatan yang diberikan kepada putra kiai yang berarti mas. Adapun nama lengkap Gus Dur adalah Abdurrahman al-Dakhil1, adapun nama Wahid diambil dari nama ayahnya Wahid Hasyim. Dalam komunitasnya Abdurrahman Wahid dipandang sebagai “pangeran” yakni cucu dari kian Hasyim Asy’ari (pendiri NU) dan dinisbatkan sebagai pewaris kedua organisasi keagamaan Islam terbesar di dunia.2

Setiap tanggal 4 agustus teman-teman dan keluarganya menghadiri pesta ulang tahunnya. Entah disadari atau tidak oleh teman-temanya bahwa tanggal itu bukanlah tanggal kelahirannya, ia sebenarnya dilahirkan pada 4 sya’ban atau 7 september 1940. Gus Dur dilahirkan di kota Jombang-Jawa Timur3 tepatnya di Denayar yaitu: dalam rumah kakek dari pihak ibunya kiai Bisri Syansuri. Kota Jombang yang terkenal dengan daerah tapal kuda yang merupakan basis pondok pesantren (kalangan Islam tradisonalis) dan pusat warga nahdiyin.

Gus Dur merupakan anak pertama dari enam bersaudara4 hasil pernikahan Wahid Hasyim dan Sholichah (putri Kiai Bisri Syansuri). Wahid Hasyim adalah menteri Agama RI pertama5 rezim Soekarno dan aktif dalam panitia sembilan perumusan piagam Jakarta.6 Adapun kakek Gus Dur adalah pendidiri NU yaitu KH Hasyim Asy’ari, salah satu organisasi keagamaan Islam ternama dengan jumlah pengikut terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Gus Dur hidup dalam setting lingkungan pesantren (santri-sunni) yang terbiasa dengan kehidupan agama, penuh dengan etika moral dan keterbukaan untuk mengutarakan gagasan dan keinginan apalagi bagi seorang anak kiai: apapun keinginannya harus dituruti oleh para santrinya. Paradigma berpikir yang berkembang di kalangan warga NU saat itu cenderung ortodok dan konservatif serta puritan, namun lain halya dengan Gus Dur mempunyai kemampuan melebihi kemampuan orang biasa. Ia tidak hanya melintasi komunitasnya tetapi ia mampu melewati batas agama, budaya dan etnis sampai tidak ada sekat-sekat yang dapat membatasinya dan jarang sekali tokoh seperti ini, bahkan ia sering mendapatkan cercaan dan tudingan dari Islam garis keras dan kelompoknya sendiri.

Masa kanak-kanak Gus Dur dihabiskan dalam lingkungan pesantren milik kakeknya Hasyim Asy’ari (pendiri pondok pesantren Tebuireng) dan Kiai Bisri Syansuri (pendiri pondok pesantren Denanyar). Berkat bimbingan ibunya, Gus Dur pada usia 4 tahun telah mampu membaca al Qur’an beserta ilmu tajwidnya dan ditambah lagi dengan kehidupan pesantren yang terbiasa dengan kitab-kitab kuning yang berbahasa arab tanpa sakal dan arti Indonesia maupun Jawa. Kemudian di usia 4 tahun, Gus Dur tinggal bersama ayahnya di Menteng Jakarta Pusat, ketika itu Wahid Hasyim dipercaya mengepalai Shumubu, semacam kantor ustusan agama atas permintaan pemerintah Jepang.7

Sejak tinggal di Jakarta bersama dengan ayahnya, Gus Dur langsung dibimbing oleh ayahnya dan sekaligus mendapatkan wawasan yang cukup. Dan sejak inilah awal mula ia diperkenalkan dunia yang sangat berbeda dari kehidupan pesantren yaitu: dunia perkotaan yang cukup kosmopolitan. Belum lagi didukung oleh kehidupan Wahid Hasyim yang mempunyai banyak relasi dengan berbagai lapisan masyarakat baik orang pribumi maupun orang luar serta berbagai tokoh baik dari kalangan agamawan, nasionalis, politikus maupun pemimpin komunis, -termasuk Tan Malaka, Mohammad Hatta, anak muda bernam Munawir Sadzali (dari kalangan mahasiswa) serta seorang Jerman Williem Iskandar Bueller yang masuk Islam. Kemanapun ayahnya pergi Gus Dur selalu diajak, sehingga Gus Dur sejak kecil sudah diperkenalkan dengan kehidupan yang berbeda dengan lingkungan pesantren di mana ia dilahirkan dan diasuh oleh ibunya. Mulai dari sini Gus Dur diperkenalkan dengan orang-orang yang mempunyai berbagai ideologi dan latar belakang yang berbeda dengan dirinya.

Wahid Hasyim sangat menyayangkan melihat cupetnya pikiran di kalangan masyarakatnya oleh karena itu ia berharap banyak kelak anak-anaknya lebih-lebih pada putra kesayangannya (Gus Dur) mempunyai pemahaman yang mendalam dengan berharap nantinya anak-anaknya dapat meneruskan perjuangan ayahnya. Karena keinginan yang tinggi maka Gus Dur sering diajak dalam pertemuan-pertemuan ayahnya, dengan harapan mengenalkan terhadap berbagai realitas dan masyarakat tanpa memilah-milah golongan dan status sosial.

Latar Belakang Pendidikan Abdurrahaman Wahid
Gus Dur dilahirkan di tengah-tengah kehidupan pesantren yang penuh nuansa etika, moral dan pendidikan agama. Dari sinilah awal dasar-dasar pendidikan agama ditanamkan oleh Ibunya ketika baru berusia 4 tahun, ilmu al Qur’an dan bahasa Arabpun telah dikuasai meskipun belum lancar. Ketika menganjak usia 4 tahun Ia mengikuti jejak perjuangan ayahnya di Jakarta dan ia dimasukkan pada sekolah yang tergolong bonafit namun ia lebih menyukai kehidupan yang wajar dengan memilih sekolah biasa saja. Gus Dur masuk Sekolah Dasar KRIS Jakarta Pusat mulai kelas 3-4 tetapi kemudian pindah ke Sekolah Dasar Matraman Perwari, Jakarta Pusat dekat rumahnya yang baru.8

Tempat Wahid Hasyim di Matraman sering dikunjungi tamu-tamu Eropa, Belanda, Jerman dan kalangan aktivis mahasiswa serta berbagi lapisan mayarakat. Dengan demikian Gus Dur sejak kecil telah diperkenalkan dengan tokoh-tokoh besar, dan ayahnya selalu menganjurkan kepada anak-anaknya untuk giat membaca tanpa membatasi buku apa yang dibaca. Sebagian jenjang pendidikan formal Abdurrahman Wahid banyak dihabiskan di sekolah-sekolah “sekuler”.

Setelah ayahnya meninggal, Ibunya mengambil alih pimpinan keluarga dan membesarkan enam anak-anaknya. Pada tahun 1954 Gus Dur melanjutkan sekolah di SMEP (sekolah menengah ekonomi pertama), tinggal bersama keluarga Haji Junaidi (teman ayahnya dan seorang aktivis Majlis Tarjih/Penasihat Agama Muhammadiyah) di Kauman Yogyakarta dan untuk melengkapi pendidikan agama dan guna memperdalam ilmu bahasa arab maka ia mengatur jadwalnya seminggu 3 kali untuk ngaji dengan Kiai Ali Ma’shum di pondok Al Munawir Krapyak. Gus Dur adalah anak yang nakal dan bandel, waktunya dihabiskan untuk nonton sepak bola dan film sehingga tidak ada cukup waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya dan ujung-ujungnya ia harus tinggal kelas. Baginya, pelajaran yang diterima di kelas dirasanya tidak cukup menantang. Alih-alih, Ia menghabiskan waktu nonton sepak bola dan membaca buku.

Meskipun kemapuannya dalam berbahasa Inggris sudah baik dan mampu membaca tulisan dalam bahasa Perancis dan Belanda serta Jerman, namun di Yogyakartalah kemampuan membacanya melesat jauh dan melahab banyak buku antara lain Das Kapital (Karl Mark), What is To Be Done (Lenin), dan mencoba memahami tulisan-tulisan Plato dan Aristoteles serta ia tertarik dengan ide Lenin tentang keterlibatan sosial secara radikal, seperti dalam Infantile Communism (kekiri-kirian penyakit kekan-kananan) dan dalam Little Red Book-Mao (kutipan kata-kata ketua Mao).9 Dengan membaca buku dan berbagai tulisan apa saja yang ditemukan maka cakrawala pemikirannya akan semakin luas.

Setelah menamatkan SMEP 1957, Kiai Bisri Sansuri memindahkan Gus Dur –hal ini disebabkan hobinya menonton film yang tidak ketulungan- untuk mondok di Magelang dan berada dalam asuhan dan bimbingan Kiai Khudhori pengasuh pondok pesantren Tegalrejo.10 Berbeda dengan santri biasa yang menyelesaikan pelajaran selama 4 tahun tetapi dengan kecerdasan yang dimiliki, Gus Dur mampu menyelesaikan pelajaran dengan waktu yang relatif cepat yaitu: dalam 2 tahun saja. Dari Kiai Khudhorilah ia banyak belajar dunia mistik dan tasawuf.

Pada tahun 1959 Gus Dur dipangil oleh pamanya: Kia Haji Fatah, untuk membantu mengelola Pesantren Bahrul Ulum11, Tambak Beras Jombang sampai tahun 1963. Selama kurun waktu itu ia menyempatkan belajar secara teratur dengan kakeknya: Kiai Bisri Sansuri dan mendapatkan bimbingan dari Kiai Wahab Chasbullah. Pada tahun pertamanya di Tambak Beras, ia mendapatkan kepercayaan untuk mengajar di pondok ini dan sekaligus dipercaya menjadi kepala sekolah modern yang dibangun dalam area pondok pesantren. Untuk mengisi waktu libur kadang-kadang Gus Dur pergi ke Yogyakarta dan tinggal di rumah Kiai Ali Maksum untuk belajar agama.12

Pada tahun 1964 Abdurrahman Wahid tertarik mengambil beasiswa untuk belajar di Universitas “al Azhar” Kairo (Mesir). Namun kecewa nampak dalam dirinya karena perlakuan kampus yang memasukannya di kelas pemula, bersama para calon mahasiswa yang belum mempunyai pengetahuan tentang bahasa Arab bahkan ada yang sama sekali tidak tahu abjad Arab, apalagi menggunakan dalam percakapan. Karena rasa kecewa atas perlakuan ini, hampir sepanjang tahun 1964 ia tidak masuk kelas, ujung-ujungnya gagal naik kelas karena waktunya banyak dihabiskan untuk nonton bioskop, sepak bola dan mengunjungi perpustakaan -terutama perpusatkaan American University Library- serta waktunya habis di kedai-kedai kopi untuk diskusi. Keberadaannya di universitas al-Azhar merupakan suatu kekecewaan baginya, namun sebaliknya kota Kairo baginya sangat mempesona dan menyenangkan. Kota Kairo banyak memberikan kebebasan berpikir dan dari al-Azharlah Muhammad Abduh, seorang perintis gerakan modernisme Islam yang progresif berasal.13

Dari al-Azhar Ia pindah ke Universitas Baqdad di Irak dan memilih fakultas sastra. Gus Dur mempunyai jadwal yang padat dibandingkan ketika ia berada di Mesir sehingga ia tidak lagi bebas berjalan-jalan semaunya sendiri dan mau tidak mau ia harus mengurangi kebiasaan tidak mengikuti kuliah secara teratur, karena kehadiran merupakan hal wajib. Baqdad merupakan bagian dunia intelektual yang kosmopolit membuat Gus Dur tumbuh subur sebagai cendikiawan dan mulai tahun 60-an Universitas ini menjadi Universitas bergaya Eropa. Ironisnya, banyak dosen favoritnya yang berasal dari Kairo pindah ke Baqdad karena kota Baqdad memberikan kebebasan berpikir secara terbuka dan menjanjikan gaji yang lumayan besar. Meskipun jadwal yang padat tetapi Gus Dur masih sesekali menyempatkan waktu untuk nonton bioskop dan mengikuti diskusi di pinggir sungai Tigris sambil minum kopi.

Perjalanan Organisasi Agama, Sosial, Budaya dan Politik serta bidang pendidikan
Jarang ditemukan seorang tokoh sekaliber Abdurhaman Wahid, di satu sisi ia adalah seorang kiai (agamis) namun di sisi yang lain ia penuh dengan rasa humor, ceria, kritis yang terkadang sangat kontroversial dengan cara-caranya dalam menghadapi kawan dan lawan dan tidak jarang membuat lawannya kesal dan cengkel atas tingkah laku yang dikakukannya. Dengan kehumoran, kekritisan dan ide cemerlang bahkan kontroversial serta kemampuannya dalam beretorika membuat banyak orang kagum dan banyak dari mereka tidak mengerti, tetapi ia tetap menarik. Sehingga ia mudah beradaptasi dengan orang yang berada di sekitarnya tanpa memedulikan status sosialnya.

Dengan latar belakang pendidikan pesantren tradisional yang kaya akan budaya dan hasanah ilmu Islam klasik, didukung oleh pendidikan timur tengah yang kosmopolitan dan perjalannya di Belanda serta kemampuannya dalam melobi dan pergaulannya yang tidak membeda-bedakan status agama, etnik, ras membuat ia banyak diterima oleh berbagai kalangan. Namun yang paling menarik dari tokoh ini adalah pemikirannya yang liberal, progresif, inklusif, egaliter serta keseriusannya dalam menegakkan demokrasi, keadilan, membela hak asasi manusia, meletakkan kepentingan rakyat dan bangsa di atas segalanya serta tidak kalah pentingnya untuk selalu melakukan pembelaan terhadap kaum minoritas yang tertindas.

Pada tahun 1971 Gus Dur kembali ke Jombang dan terjun ke dunia pendidikan dengan menjadi Dosen serta dipercaya menjabat Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY yang sekarang dengan nama IKAHA), sekaligus menjadi sekretaris pondok pesantren Tebuireng milik pamanya, Kiai Haji Yusuf Hasyim.14 Selain menjabat sebagai ketua persatuan mahasiswa ketika studinya di timur tengah, ia juga aktif menulis artikel, esai, dan kolom di media masa serta bekerja di kantor kedutaan Indonesia di Mesir. Begitupun tatkala ia menjadi dosen di Jombang sering mengisi seminar, sarasehan dan menulis untuk berbagai majalah serta ikut memprakarsasi berdirinya Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Mayarakat (P3M) bersama dengan beberapa kiai dan aktifis muda NU seperti Masdar Farid Mas’ud.

Karena keaktifannya dalam P3M maka ia sering bolak-balik Jombang-Jakarta untuk mengurusi LSM dan ia pun memutuskan meninggalkan pekerjaannya sebagi dosen dan menetap di Ciganjur dan mendirikan pondok pesantren. Pada tahun 1981 ia diangkat sebagai Wakil Katib Awwal syuriah PBNU menggantikan kakeknya Kiai Bisri Sanyuri.

Selain itu Ia sangat mengandrungi budaya lokal, ilmu pewayangan, cerita silat, sepak bola dan nonton film. Karena kecintaanya pada dunia seni maka ia diangkat menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahun 1983 dan juga diangkat menjadi ketua Festival Film Indonesia (periode 1986-1987). Ia memang tergolong kiai yang aneh dan “nyeleh”, apalagi ia berasal dari kaum Nahdiyin yang tabu akan dunia film. Pada tahun 1984 muktamar ke-27 Situbondo menetapkan Gus Dur sebagi ketua tanfidziah PBNU dan dipercaya lagi menjadi ketua PBNU untuk muktamar ke- 28 tasikmalaya dan muktamar ke-29 Yogyakarta. Tiga kali berturut-turut menjabat ketua PBNU menunjukkan ia seorang kiai yang cerdas, progresif dan karismatik di kalangan warga Nahdiyin khususnya kaum muda NU. Gus Dur mempelopori agar NU kembali ke kandangnya (NU bukan lagi organisasi politik namun tidak lebih sebagai lembaga keagamaan dan tidak melarang jama’ahnya berpolitik). Bagi kalangan muda NU, Gus Dur dianggap sebagai tokoh yang mampu membebaskan dari ortodoksi dan konservatisme keagamaan, yang sebagian besar ada pada kalangan tua Nahdiyin. Banyak kalangan yang menaruh harapan besar dengan terpilihnya Gus Dur menjadi ketua PBNU, kemampuannya untuk menjembatani kalangan muda dan tua serta hubungan NU dengan pemerintah dan LSM. Selain itu dengan ide–idenya yang cemerlang dan progresif mengilhami generasi muda NU untuk progres.

Pada tahun 1990 ICMI menawari Gus Dur untuk masuk dalam lembaga ini, namun ia menolak dan justru mendirikan forum demokrasi, dan menuding ICMI sebagai lembaga bikinan penguasa yang berbau sektarian. Forum Demokrasi merupakan organisasi yang bertujuan menegakkan demokrasi dan pluralisme. Keanggotaan forum ini tidak terikat dan anehnya lagi sebagian besar anggotanya bukan dari kalangan muslim dan bukan NU, malah kebanyakan dari mereka adalah orang protestan, katolik, dan sebagian besar mempunyai latar belakang sosialis.

Karena kedekatannya dengan kalangan non muslim dan LSM serta komitmennya terhadap perjuangan penegakan demokrasi dan toleransi dalam kehidupan beragama di Indonesia sehingga ia mendapatkan kepercayaan sebagai presiden WCRP (World Council for Religiuon and Peace), anggota dewan pembina dan pendiri pusat Simon Perez untuk perdamaian (Simon Perez Peace Centre) serta penasehat International Dialogue Foudation on Perspective Studies of Syariah and Seculer Law di Den Haag, Belanda. Tidak ketinggalan pada 31 agustus 1993 sebuah majalah “Nobel Asia” Philipina memberikan penghargaan Ramon Magsaysay kepada Abdurrahman Wahid. Keith Loveard dan Dirk Vlasblon yang merupakan koresponden majalah Asiaweek di Jakarta memasukkan Abdurrahman Wahid sebagai tokoh terkuat di Asia pada urutan ke-24 (1996) dan 20 (1997).

Keseriuannya dalam penegaan demokrasi dan pembelaan terhadap kaum minoritas semakin kelihatan nyata. Hal ini nampak jelas atas tindakan Gus Dur pada awal 90-an yang mengkritik atas kebijakan-kebijakan rezim Soeharto yang tidak demokratis dan otoriter. Pada tahun 1998 bertempat di kediaman Gus Dur tokoh-tokoh reformis yaitu: Megawati, Amin Rais, Sultan Hamengu Buwono X dan Gus Dur untuk membicarakan gerakan reformasi menghasilkan piagam Ciganjur. Dalam pertemuan ini ada komitmen untuk menegakkan demokrasi dan mewakili aspirasi rakyat untuk menggulingkan pemerintahan yang sah demi sebuah perbaikan terhadap Indonesia.

Rezim soeharto runtuh dan pesta demokrasi mulai dikumandangan dengan ditandai munculnya partai-partai politik sebagai wujud kebebasan berorganisasi dan berpendapat di depan umum. Partai Islam bermunculan dan tidak ketinggalan Gus Dur mendeklarasikan partai kebangkitan bangsa (PKB) yang banyak didukung oleh kalangan NU. Kemudian pada pemilu tahun 1999 ia terpilih menjadi presiden mengalahkan rivalnya Megawati Sukarno Putri. Keberhasilannya duduk dikursi kepresidenaa tidak lepas dari usaha Amin Rais dari poros tengah.

Karya-karya Intelektualnya
Gus Dur secara kelembagaan tidak pernah mendapatkan ijazah kesarjanaan namun ia seorang yang cerdas, progresif dan cemerlang ide-idenya. Tetapi ia telah membuktikan bahwa ia adalah seorang yang cerdas lewat idenya yang cemerlang dan kepiaweannya dalam berbahasa dan retorika serta tulisan-tulisanya di berbagai media massa, majalah, esai, dan kegiatan-kegiatan seminar, sarasehan serta buku-buku yang telah diterbitkan antara lain:

  1.     Bunga Rampai Pesantren (Darma Bahkti, 1979)
  2.     Muslim di Tengah Pergumulan (Leppenas, 1981)
  3.     Kiai Nyentrik Membela Pemerintah (Yogyakarta: LKiS, 1997)
  4.     Tabayyun Gus Dur (Yogyakarta: LKiS, 1998)
  5.     Tuhan Tidak Perlu Dibela (Yogyakarta: LKiS, 1999)
  6.     Membangun Demokrasi (Remaja Rosda Karya, 1999)
  7.     Pergulatan Negara, Agama, dan Kebudayaan (Desantara, 2001)

Dari berbagai tulisannya baik buku, makalah dan esai-isai kompas tahun 90-an menunjukkan tingkat intelektualnya. Dengan bahasa yang sederhana dan lancar, bahkan dalam penyampaian lisanpun, Gus Dur diakui sangat komunikatif. Sebagaimana dikatakan Greg Barton meskipun Gus Dur tidak mengenyam pendidikan –tidak memiliki gelar kesarjanaan- Barat namun berbagai tulisannya menunjukkan ia seorang intelektual progresif dan jarang sekali dijumpai foot note dalam berbagai tulisannya. Hal ini dikarenakan kemampuannya yang luar biasa dalam memahami karya-karya besar tokoh-tokoh dunia (pemikir dunia seperti: Plato, Aristoteles, Karl Max, Lenin, Max Weber, Snouck Hugronje, Racliffe Brown, dan Milinowski). Selanjutnya karya-karya tersebut dieksplorasi secara kritis dan dikolaborasikan dengan pemikiran-pemikiran intelektual Islam dalam memunculkan ide-ide pemikirannya.15

Paradigma Pemikiran

Siapa yang tidak kenal dengan Gus Dur?. Sosok yang unik penuh ide kontroversial, dengan metode zig zag yang membuat kebanyakan orang binggung dan kelabakan. Idenya tidak dapat dicerna dengan menggunakan satu sudut pandang saja. Semua ide dan manuvernya butuh interpretasi, bahkan secara ekstrim dianologikan sebagai “kitab”16 yang butuh penafsiran. Seperti yang dikatakan Cak Nur (Nur Cholish Madjid) yang kenal Gus Dur sejak masih menjadi mahasiswa -kebetulan keduanya berasal dari Jombang- sejak muda Gus Dur adalah orang nekad. Ia selalu keluar dari batas kemampuaannya dan tidak pernah puas dengan jalan yang pasti dan aman.17
Jangankan kita, tokoh sekaliber Nur Cholish Madjid atau Azyumardi Azra pun merasa terengah-engah dan kesulitan memahami sepak terjangnya, mulai dari sikap, tindakan, ucapan dan pendapatnya baik mengenai politik, budaya, keagamaan atau respon terhadap realitas yang ada sehingga Cak Nur menyebut Gus Dur sebagai rahasia Tuhan yang ke empat setelah jodoh, kematian dan rizki. Bahkan Azyumardi Azra yang menyebut sebagai salah satu dari delapan keajaiban Tuhan.18
Untuk dapat memahami pemikiran Gus Dur Greg Barton lebih cenderung melihat pada keyakinan religius dan kehidupan batiniahnya19 bukan berarti mengenyampingkan kehidupanya secara makro. Latar belakang pondok pesantren -penuh nilai-nilai Cultural- di mana ia mulai tumbuh dan berkembang juga mempengaruhi pemikirannya. Dalam konteks ini Abdurrahman Wahid tidak sekedar menggunakan produk-produk pemikiran Islam tradisonal sebagai hasil final tetapi lebih menekankan pada penggunaan metodologi dalam kerangka pembuatan sintesis untuk melahirkan gagasan baru sebagai upaya menjawab problem sosial aktual.
Di samping kehidupan pesantren, ia juga diperkenalkan dengan kelompok-kelompok sosial yang lebih luas. 
Pendidikan dunia Timur Tengah yang kosmopolitan –terutama di Bagdaq yang bercorak sekuler dan liberal- secara langsung ikut mewarnai corak pemikirannya. Meskipun secara formal ia tidak belajar di Barat, tetapi sejak muda ia terbiasa dengan pemikiran-pemikiran barat. Oleh karena itu ia lebih siap bergaul dengan wacana-wacana besar pemikiran barat dan keislaman, dan bahkan kedua sumber tersebut (Islam dan Barat) dikombinasikan secara kritis-dialektis sebagai basis yang kemudian membentuk pemikirannya.20 Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai LSM dan mudah bergaul dengan komunitas heterogen dari berbagai karakter budaya, etnis, dan agama dengan ideologi yang berbeda-beda –dari yang konservatif, fundamental, liberal, sampai pada level sekuler sekalipun.21 Hal ini secara signifikan mempengaruhi pola pikir dalam melihat realita.
Sedangkan AS Hikam, seorang peneliti LIPI mengemukakan pola pemikiran Gus Dur pada dasarnya dapat dipahami sebagai produk dari tiga kepedulian ulama: pertama, rivitalisasi warisan Islam tradisonal ahlussunnah wal jama’ah yang komitmen atas kemanusiaan (insaniyah), antara lain adanya kepedulian yang kuat pada kerukunan sosial (social harmony) dan sikap inklusif yang ada dalam ajaram Islam. Kedua, wacana modenitas yang didominasi pemikiran sekuler Barat dan semangat pencerahan (enlightenment). Gus Dur tetap mengacu pada paham ahlussunah wal jama’ah untuk menyikapi perkembangan modern dengan sikap terbuka dan kritis untuk mencari titik temu antara keduanya. Modernitas tidak disikapi dengan kronfontatif tidak seperti apa yang dilakukan banyak cendikiawan Islam, tetapi secara akomodatif guna menemukan titik temu yang bermanfaat memecahkan masalah umat, tanpa harus meningalkan Islam tradisional. Ketiga, Gus Dur selalu berusaha pencarian jawaban atas tantangan yang dihadapi umat Islam bangsa Indonesia di tengah perubahan yang amat cepat dari proses globaliasi dan modernisasi.22
Greg Barton, Fachry Ali dan Bachtiar Effendi memasukkan Abdurrahman Wahid sebagai Neo-modernis23 Islam.24 Barton menemukan tema yang dominan dalam pemikiran Gus Dur yaitu tema humanitatianisme liberal.25 Tema liberal secara fundamental mendapat tempat yang besar dalam pemikiran Islam Abdurrahman Wahid tanpa harus meninggalkan prinsip Islam tradisional26 tetapi mensinsentesa keduanya.

Refrensi:

1 Ad-Dakhil yang berarti “penakluk” diambil dari pahlawan dari Dinasti Umayyah yang berhasil menaklukkan Spanyol adalah nama yang berat untuk anak manapun.
2 Greg Barton, “Memahami Abdurrahman Wahid”, dalam pengantar Prisma Pemikiran Gus Dur (Yogyakarta: LKiS, 1999), hlm. xxxvi
3 Greg Barton, Biografi Gus Dur (Yogyakarta: LKiS, 2003), hlm. 25
4 Enam bersaudara itu adalah Abdurrahman Wahid (1940), Aishah (1941), Salahuddin (1942), Ummar (1944), Chodijah (1948), Hasyim (1953).
5 Jabatan sebagai Menteri Agama sangat berlawanan dengan yang biasa terjadi dalam ulama tradisional dan biasanya mereka enggan duduk dalam pemerintahan tetapi yang terjadi sebaliknya.
6 Anggota Panitia sembilan yang menghasilkan Piagam Jakarta itu ialah Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, H. Abikusno Cokrosuyoso, K.H. Abdul Kahar Muzakkir, H. Agus Salim, Ahmad Soebardjo, KH. A. Wachid Hasyim, dan Mr. Muhammad Yamin.
7 Greg Barton, Biografi…, hlm. 34
8 Ibid., hlm. 40
9 Ibid., hlm. 53
10 Zainal Arifin Thoha, Jagadnya Gus Dur: Demokrasi, Kemanusiaan, dan Pribumusasi Islam (Yogyakarta: Kutub, 2003), hlm. 53
11 Ibid.
12 Greg Barton, Biografi…, hlm. 51
13 Greg Barton, Biografi…, hlm. 84
14 Zainal Arifin Thoha, Jagadnya…, hlm. 53
15 Greg Barton, “Memahami…, hlm. xxiv
16 Lihat Gus Dur dalam Sorotan Cendikiawan Muhammadiyah (Bandung: Mizan, 1999), hlm. 61
17 Greg Barton, “Memahami…, hlm. xxxvii
18 Gus Dur dalam Sorotan…, hlm. 61
19 Greg Barton, “Memahami…, hlm. xxv
20 Laode Ida dan A. Thantowi Jauhari, Gus Dur di antara Keberhasilan dan Kenestapaan (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 1999), hlm. 70
21 Greg Barton, “Memahami…, hlm. xxv
22 Laode Ida dan A. Thantowi Jauhari, Gus Dur…, hlm. 77-78
23 Merupakan gerakan pemikiran progresif yang mempunyai sikap positif terhadap modernitas, perubahan dan pembangunan. Bahkan aliran ini kritis terhadap dampak modernitas dan tidak melihat Barat sebagai ancaman bagi dunia Islam namun antara keduanya saling mengisi. Neo- modernis juga mengedepankan sikap inklkusif, toleran dan liberal serta selalu melakukan kontekstualisasi ajaran Islam. Lihat dalam Umaruddin Masdar, Membaca Pikiran Gus Dur dan Amin Rais tentang Demokrasi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998), hlm. 121-122
24 Ibid.
25 Greg Barton, “Memahami…, hlm. xxx
26 Doktrin ahlusunnah wal jama’ah: tawwatsuh (moderat), tasamuh (toleransi), dan i‘tidal (adil) dalam berinteraksi dengan orang lain. Gus Dur lebih menekankan pada penggunaan metodologi (manhaj), teori hukum (ushul al fiqh) dan kaidah-kaidah hukum (qowaid fiqhiyyah) dalam kerangka pembuatan sintesis untuk menelorkan gagasan baru sebagai upaya menjawab perubahan-perubahan aktual.


DOKUMENTASI HAK MILIK:
Rumah Pendidikan Sciena Madani
Share:

Saturday, May 18, 2013

MEMPERDAG GITA WIRJAWAN, MENDAPAT DUKUNGAN PAK SBY SBG CAPRES?




Inilah, konon, capres yang digadang-gadang oleh Pak SBY sejak lama. Kendati belum secara formal, dan diajukan PD, tetapi gosip ttg Gita Wiryawan (GW) sbg capres/cawapres sangat kuat. Muda, intelek, ganteng, kaya, dan disukai Amerika serta korporasi dunia, adalah ciri GW yg dianggap pendukungnya akan "menjual" pada Pilpres 2014. Apalagi jika PD dan Pak SBY berada di belakangnya, dukungan politis dan opini nasional akan mudah didapat utk mendongkrak status GW yg sampai hari ini boleh dikatakan masih "sayup-2 terdengar" di basis massa. Kiprahnya sebagai Menperdag belum membuat namanya  dikenal akrab olh rakyat, kecuali di kalangan pro-pasar dan pro kapital. Ini tentu karena memang background GW adalah dari dunia bisnis internasional. Problem yg harus dihadapi GW, saya kira, adlh elektabilitas nya di kalangan pemilih tradisional dan  nasionalis di lapis bawah. Ia harus menyulap citranya sebagai "orang di atas" dan "asing" menjadi  tokoh yg dikenal di setiap rumah tangga. Bisakah GW melejit  secepat Pak SBY pada 2004? Mungkin tidak. Tetapi dalam kondisi pemilih Indonesia yang mudah dibujuk citra dan gizi, juga tak terlalu sulit. Selamat utk Pak GW! (http://www.rmol.co/read/2013/05/18/111005/Mau-Nyapres,-Gita-Wirjawan-Ngaku-Belum-Berkomunikasi-dengan-SBY-)
Share:

Friday, May 17, 2013

SOAL PENGHARGAAN DARI ACF KEPADA PAK SBY ITU

Saya tidak membayangkan seandainya almaghfurlah Gus Dur masih bersama kita, apakah reaksinya thd rencana penganugarahan Award oleh "Appeal of Conscience Foundation (ACF)", sebuah Yayasan yg berbasis di New York, kepada Pak SBY akan seperti reaksi Romo Magnis. Bisa jadi ya bisa juga tidak. Ya, karena kedua tokoh pejuang HAM dan agamawan Indonesia tsb jelas memiliki pandangan yg sama bhw Pemerintah RI saat ini belum bisa dianggap telah melakukan tindakan yg layak dipuji oleh dunia dalam hal perlindungan thd kelompok minoritas dari kekerasan bermotif agama. GD dan Rm Magniz akan sepakat bhw kesalahan dari lembaga yang dipimpin Pendeta (Rabbi) Yahudi Arthur Scheiner tsb adlh kurang teliti dalam melakukan kajian tentang kondisi hubungan mayoritas-minoritas di RI dan masalah perlindungan HAM. Namun, alm GD bisa saja tidak sepakat dg Romo Magnis, karena alasan yg sederhana: soal hadiah menghadiahi itu urusan dan tanggungjawab masing-2 pemberi dan penerima. Biar saja AFC memberi hadiah kepada siapapun (siapa tahu ACF juga sedang memikirkan memberi Award kepada Abubakar Ba'asyir, dg alasan aneh-2 lainnya), toh nanti publik di negeri ini dan dunia internasional juga yg akan memberikan penilaian. Bagaimana dengan pandangan para sahabat soal ini?

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.tempo.co/read/news/2013/05/16/173480845/SBY-Dapat-Penghargaan-Franz-Magnis-Protes
Share:

Thursday, May 16, 2013

SYARIEF HASAN SUDAH BENAR MELAPORKAN AKUN TWITTER YANG DIANGGAP MEMFITNAHNYA

Sejatinya saya enggan membahas hal-2 yang berbau fitnah, apalagi yg terkait dg skandal beraroma persaingan politik. Namun saya memutuskan utk memostingnya sebagai sebuah pertanggungjawaban moral, menyikapi dunia maya dan sosial media di negeri ini, di mana moralitas, etika, dan etiket sudah dikalahkan oleh kepentingan sesaat dg berlindung di balik hak mendapat informasi dan menyebarkannya. Penyiaran 'gosip-2' itu tentu sudah dipikirkan secara masak oleh pembuatnya dan direncanakan secara rapi agar menciptakan efek tertentu. Dalam kasus ini, efeknya jelas: rusaknya nama baik figur-2 politik yg memiliki posisi sangat penting di lembaga legislatif dan eksekutif, serta dalam parpol yg berkuasa. Sy mendukung sepenuhnya upaya pihak yg merasa dirugikan utk menuntut pembuat kabar tsb ke ranah hukum dan jika pihak tsb terbukti memfitnah keduanya, harus mendapat hukuman berat. Hal ini akan bisa menjadi preseden penting agar kebebasan berpendapat tidak disalahgunakan utk tujuan politik dg pembunuhan karakter. Pihak aparat hukum harus tegas, karena akun twitter yg menjadi sumber berita tsb sudah sering dilaporkan oleh mereka yg merasa dirugikan, tetapi belum pernah saya membaca bagaimana hasilnya. Yg pasti akun tsb masih tetap eksis, berkembang pengikutnya, dan terus menyebar berita-2 yg kontroversial seperti itu. Jangan sampai nama demokrasi hancur di mata rakyat Indonesia hanya karena ulah segelintir orang yg melakukan penyalahgunaan kebebasan.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.detik.com/read/2013/05/16/161746/2247954/10/berubah-pikiran-syarief-hasan-laporkan-akun-triomacan-ke-polda-metro?991101mainnews
Share:

AIPTU POLRI SAJA PUNYA REKENING RATUSAN MILIAR, KALAU JENDERAL BAGAIMANA?

Polri kembali membuat kejutan luarbiasa. Sayang bukan kejutan yang akan membuat Republik dan Bangsa Indonesia bangga. Tetapi sebaliknya akan makin berduka dan kecewa. Seorang oknum Polri berpangkat Ajun Inspektur Satu (Aiptu) bernama Labora Sitorus (LS), memiliki rekening 'guuuenndutt' sebesar RP 900 miliar. Anehnya, elit Polri di Jakarta ketika ditanya soal fenomen ini sangat enteng jawabnya. Ada yg bilang 'nanti saya cek', ada yang lebih 'mlekethe' lagi 'kalau memang orang punya usaha kan bisa saja.' Inilah reaksi yang mengambarkan: 1) ketidak pekaan terhadap masalah korupsi; dan 2) kesan bahwa oknum Polri berlumuran duit korupsi dianggap biasa ayau jangan-2 sebagai kreatifitas! Jika begini alam pikiran yg ada pada jajaran elitnya, saya pesimis Polri akan mampu menjadi alat terdepan pemberantasan korupsi dan penegakan hukum di tanah air. Ketika para elit Polri sendiri tenggelam dalam pesta korupsi dan diikuti oleh anak buah yang paling bawah dan di daerah paling jauh dari Pusat, maka kiamat bagi lembaga kepolisian tampaknya sudah makin dekat! Saya sungguh berharap Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian (TK) akan segera mengungkap kasus korupsi ini. Sama semangatnya seperti ketika beliau memimpin Densus 88 memberantas teroris yg mengancam negeri ini.

Serlanjutnya baca tautan ini:

http://news.okezone.com/read/2013/05/16/339/807722/kompolnas-terkejut-polisi-di-papua-punya-rekening-triliunan
Share:

Wednesday, May 15, 2013

PROSES PENYITAAN MOBIL DI DPP PKS OLEH KPK LANCAR

Penyitaan mobil-2 yang diduka terkait korupsi daging sapi oleh mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq (LHI), dan karibnya, Ahmad Fathanah (AF), terjadi sudah. Tidak ada upaya perlawanan seperti dibayangkan olh media, kendati KPK juga sudah siap dg aparat Polri untuk itu. Sejatinya, semakin elite PKS mencoba ngeyel (dengan segala macam retorika), maka semakin melorot pula popularitas partai itu di mata publik. Rakyat sangat mendukung lembaga anti-rasuah itu, dan semakin ada pihak yg akan menghalangi, apakah itu oknum-2 poliyo DPR, parpol, pengusaha, oknum Polri, bahkan oknum-2 dari Istana pun, kini akan berhadapan dengan dukungan publik yg sangat besar. Di pihak lain, PKS yang biasanya cool, cerdas, dan tampil simpatik, kini berubah menjadi 'erratic,' arogan, dan terkesan 'melawan' kehendak publik utk memberantas korupsi!. Kekeliruan DPP PKS adalah menyerahkan komunikasi strategis untuk resolusi konflik kepada figur-2 politisi yg kendati 'galak,' tetapi dikenal luas anti-KPK, khususnya Fahri Hamzah (FH). Bukan saja dia sulit mndpt trust dr publik, tetapi statemen-2nya thd KPK seperti menorehkan luka-luka baru bagi partai tsb. Semoga elite PKS masih sadar bahwa dukungan publik pada 2014 nanti sangat tergantung pada bagaimana ia mampu melepaskan diri dr citra buruk para elitnya yg terkait tindak pidana yang paling dibenci rakyat Indonesia, yaitu korupsi.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.okezone.com/read/2013/05/15/339/807394/6-mobil-diangkut-penyidik-kpk-masih-geledah-kantor-pks
Share:

YANG MESTI MUNDUR LEBIH DULU ADALAH MENDIKBUD M NUH

Mendikbud Muhammad Nuh (MN) semestinya yang mengundurkan diri lebih dulu, bukan malah mendahulukan memecat anak buahnya. Seluruh rakyat Indonesia yang nalarnya sehat tahu belaka bahwa UN th ini adalah hancur total dan telah mempermalukan Republik ini di mata dunia. Tidak ada lulusan SMU yg normal tahun ini yg punya kepercayaan diri bahwa nilai-2 mereka memang seperti yg mereka dapat. Semua ini pokok pangkalnya hanya satu: kegagalan manajemen Kemendikbud yg luar biasa dan seharsnya bisa diantisipasi. Segala macam alasan MN hanya semakin membuat orang membenci sisdiknas dan, yg pasti, tidak mungkin mutu anak bangsa akan membaik jika manajer seperti dia tetap dibiarkan berkuasa. Kalau MN memang lelaki sejati dan seorang terpelajar serta punya karakter yg terpuji, dia yg pertama-2 harus mundur, meminta maaf kepada seluruh rakyat RI dan kepada Presiden RI yang telah menugasinya. Kalau tetap ngeyel menjadi Menteri, berarti semua sifat diatas harus dicabut dari dirinya. Bak kata pepatah MN "sekali lancung keujian, seumur hidup orang tak percaya". Dan saya adalah orang pertama yang tak percaya kepada kapasitas MN jika dia masih bercokol sebagai Mendikbud.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.rimanews.com/read/20130515/102742/pengumuman-hasil-investigasi-un-dinilai-tak-masuk-akal?utm_source
Share:

JIKA HILMI AMINUDIN JADI TERSANGKA, PKS BISA KOLAPS!

Kalau judul kabar tautan ini benar-2 terjadi , ibaratnya sebuah ledakan "bom" yang kekuatannya setara dg bom atom Hiroshima. Dampaknya pun sama, yakni luluh lantaknya seluruh bangunan yang bernama PKS. Bagaimana tidak? Hilmi Aminuddin (HA) adalah boss dari segala boss dalam partai Islam ini, dan dari beliaulah seluruh legitimasi partai bersumber sejak didirikan sampai sekarang. Pengaruh HA tidak berada di bawah Presiden RI, baik di tingkat nasional maupun dunia Islam, karena HA adalah tokoh yg pasti sangat di kenal dalam jejaring Ikhwanul Muslimin seluruh dunia. Kalau benar HA jadi tersangka, maka rasanya sulit sekali bagi PKS untuk survibe dg cepat, apalagi jika disusul dengan keterlibatan Anis Matta (AM) dll. Tak heran jika PKS lalu menjadi makin ngawur dalam membuat pembelaan melalui Fahri Hamzah (FH), yg bagi saya lebih banyak merugikan ketimbang mernguntungkan PKS. Rasanya tokoh spt Pak Hidayat Nurwahid (HNW) harus melakukan ancang-2 penyelamatan partai. Bagaimanapun juga PKS adalah aset nasional yang masih bisa diperbaiki dengan lebih dulu membersihkannya dari para koruptor dan manipulator.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://polhukam.rmol.co/read/2013/05/14/110472/Terbuka-Peluang-Hilmi-Aminuddin-Jadi-Tersangka
Share:

Tuesday, May 14, 2013

PROTES MUSLIM SYI'AH INDONESIA THD PEMERINTAH MESTI DISIKAPI DENGAN ARIF

Protes dari kalangan Muslim Syi'ah (MS) di Indonesia thd tindak kekerasan dan penindasan thd komunitas mereka, perlu dicermati dan ditanggapi secara arif. MS  di Indonesia, bukan saja memiliki sejarah sangat panjang dan terkait dengan masuknya Islam ke bumi Nusantara, tetapi juga berbagai aspek tradisinya menjadi bagian dr mainstream Islam di negeri ini, sebagaimana sering dikemukakan oleh alm Gus Dur. Mirip dg nasib buruk kaum Ahmadiyah, MS menjadi target kekerasan berdasar agama seiring dg makin berkembangnya fundamentalisme dan transnasionalisme radikal Islam lain di negeri ini pada pasca Reformasi. Kelemahan Pemerintah (pusat dan Daerah) dan aparat hukum dalam menyikapi kaum radikal itu semakin meningkatkan volume dan frekuensi kekerasan thd mereka. Ditambah lagi dg solusi yg merendahkan harga diri dan hak-2 dasar kewarganegaraan, seperti pemindahan atau relokasi, yg paling sering dikemukakan pejabat di Daerah krn takut menghadapi tekanan kaum radikal dan kepentingan politik jangka pendek mereka. Contohnya adlh Pemda-2 di wilayah Jatim yang yg semestinya menolak gagasan relokasi di Sampang itu. Sungguh sangat disayangkan!

Selanjutnya  baca tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2013/05/13/110252/Muslim-Syiah-Sangat-Terancam-di-Bawah-Kepemimpinan-Rezim-SBY!-
Share:

Monday, May 13, 2013

MEMBACA "NUJUMAN" YUSUF EFENDI THD PKS

"Nujuman" Yusuf Supendi (YS) akan hancurnya PKS, partai yg beliau sendiri ikut mendirikan, sungguh menyentak. PKS yg selama ini tampil sebagai partainya orang-2 moralistis, kalangan kelas menengah Islam, intelektual, dan berani, tiba-2 seperti kerupuk kena air: mlempem, tidak menarik, dan alot. Sama sekali tidak kelihatan kecerdasannya, atau moralitas tinggi yg selelu digeber utk publik. Kasus "rebutan mobil" antara  DPP PKS dg KPK adalah yg pertama kali di Republik ini yg bs jadi petunjuk bhw parpol Islam ternyata benar-2 sangat memalukan ummat Islam sendiri. Alih-2 masalah tsb ditangani dg bijak dan arif, PKS malah mengerahkan "cocomeo"nya yg bernama Fahri Hamzah (FH), yg siapapun tahu adalah anti KPK dan pernah mau bubarkan lembaga anti-rasuah tsb. FH bukanlah sosok yg bs membuat PKS kembali moncer. Justru sebaliknya, FH adalah penghancur citra PKS dan contoh konkrit bhw elit DPP PKS dikuasai manusia yg ekonomis dlm kecerdasan dan pelit dlm kebenaran. Nujuman YS mungkin tak akan terjadi, tetapi bukan itu yg penting. Bahwa parpol Islam yg sudah demikian bagus manajemennya dan kadernya, spt PKS, ternyata hancur ditangan elitnya yg alpa bhw harta dan kuasa bukanlah tujuan tetapi hanya alat perjuangan. Kini ketahuan bhw PKS (serta parpol-2 Islam lainnya) sejatinya tidak lebih bagus, bahkan lebih buruk, dr parpol sekuler karena terkesan tlh membohongi rakyat dengan mengatasnamakan agama, moralitas, dan kecerdasan.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2013/05/13/110155/Yusuf-Supendi:-Kehancuran-PKS-Tinggal-Menunggu-Hari-
Share:

Sunday, May 12, 2013

KEJAHATAN KLEWANG BUKAN KRIMINALITAS BIASA, TETAPI TERORISME



Jujur saja, sebagai manusia biasa, saya tidak dapat memberikan atau melihat ada satu kata pembelaan pun bg Iblis berwujud manusia yg bernama Klewang ini. Kriminalitasnya, bagi saya, bukan cuma sekadar kriminalitas geng motor, berandal, apalagi aksi kriminal biasa. Ia adalah teroris, yang melakukan teror thd siapapun tanpa ada setitikpun nurani. Ideologinya, kalau pun ada, adalah terorisme itu sendiri. Mungkin di antara para pengikutnya masih ada yg waras atau punya motif yg berbeda ketika menjadi pengikut Iblis ini. Kalaupun hukum mesti ditegakkan, maka hukuman thd teroris harus dijatuhkan padanya tanpa terlalu lama diproses di Pengadilan, jangan sampai dimanipulasi oleh para pengacara dan politisi yg nanti malah menyalahkan aparat keamanan, khususnya Polisi. Kalaupun hukuman mati tdk diterapkan, Iblis ini harus secepatnya ditempatkan di penjara isolasi selamanya dan hanya ditemani mahluk sepertinya. Bukan manusia. Na'udzubillah min dzalik.
Share:

SEMINGGU DI RS SILOAM KARAWACI, TANGERANG


Bersama putri tercinta, Lily













Sejak 6 Mei 2013 sampai 12 Mei 2013 menjalani perawatan di RS Siloam, Karawaci, Tangerang. Alhamdulillah, setelah dilakukan tindakan operasi, berhasil dg baik. Dan Hari ini, Minggu 12 Mei sudah diperkenankan pulang kembali, untuk selanjutnya berobat jalan.
Bersama istri, di depan RS Siloam sebelum pulang
Share:

Sunday, May 5, 2013

KEKERASAN THD AHMADIYAH TANTANGAN THD PEMERINTAH?

Apapun alasannya, perusakan properti publik maupun pribadi, apalagi Masjid dan Siapapun yg melakukan perusakan terhadap properti pribadi maupun publik (termasuk Masjid dan Madrasah) tanpa landasan hukum adalh perbuatan melanggar hukum dan hak-hak asasi manusia. Jika para pelakunya mengatas-namakan agama dlm perbuatannya, maka harus ditambahkan peleceh dan/atau penistaan thd ajaran agama! Dalam konteks Indonesia, yang Pembukaan Konstitusinya mengamanatkan Pemerintah untuk melindungi segenap bangsa, dan dalam pasal-pasalnya jelas-jelas melindungi hak-hak dasar warganegara, maka Pemerintah ikut bertanggungjawab. Apalagi jika Pemerintah sudah yg berkali-2 sesumbar akan melarang dan membubarkan ormas yg para pendukungnya melakukan kekerasan. Masalahnya, di dalam Pemerintah itu sendiri bercokol orang-2 yang justru mendukung pandangan ekstrem dan kiprah mereka! Akibatnya, pembiaran (langsung atau tidak) menjadi praktik yg seakan normal belaka. Maka negeri yg konon demokrasi ke 3 terbesar di dunia itu, pada kenyataannya sedang menjadi contoh paling kongkrit sebuah demokrasi yg gagal. Inikah Indonesia yg dulu diproklamasikan oleh Bung Karno dan  Bung Hatta? Jawabnya, jelas bukan!

Selanjutnya baca tautan ini:

www.rmol.co/read/2013/05/05/109234/Masjid-dan--Madrasah-Milik-Ahmadiyah-Kembali-Dirusak-
Share:

AKIBAT SIKAP KURANG TEGAS, MASALAH BENDERA ACEH MENJADI BERKEMBANG JAUH

Karena sikap tdk jelas dan bertele-2 dlm memutuskan kasus bendera GAM di Aceh, kini Pemerintah menghadapi kontroversi baru. Yakni, klaim Pemda Aceh seakan-2 Pemerintah Pusat sudah sepakat dg bendera tsb, hanya masalah bgmn cara mengibarkan saja yg perlu dirundingkan. Ini jelas sebuah set-back (kemunduran) serius bg Pemerintah dan makin terbukti bhw kapasitasnya sangat rendah dlm membela kedaulatan NKRI. Kini Mendagri dan Menkopolhukam terpaksa harus membantah isu kesepakatan tsb di media. Dan biasanya, semakin dibantah akan semakin meruyak dan betambah-2 masalah baru yg muncul. Kita sbg rakyat Indonesia sangat prihatin akan kelemahan Pemerintah menghadapu masalah yg paling penting dlm kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Setelah kejadian memalukan di Inggris, kini swparatisme Aceh muncul lagi dg lebih serius, menggunakan diplomasi dan jalan politik. Pemerintah RI berturut-2 mengalami setback yg akan membahayakan integritas NKRI.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://m.rmol.co/news.php?id=109188
Share:

Saturday, May 4, 2013

APAKAH PARA CALEG ARTIS DAN SELEB KUALITASNYA SETINGGI MEREK TASNYA?



Para artis dan selebriti punya hak politik yg sama dg warganegara lainnya, termasuk memilih dan dipilih sebagai caleg dlm Pemilu. Sebaliknya, calon pemilih (camil) juga berhak tahu sampai di mana kualitas dan visi caleg, termasuk para artis/seleb tsb. Tujuannya, tak lain, agar kualitas Parlemen tidak tambah jeblog, tetapi makin baik dan dipercaya (trusted) oleh rakyat. Misalnya, pencalegan Angel Lelga (AL) melalui PPP. Dr sisi popularitas sbg penyanyi, pesinetron dll, tentu tak diragukan. Dari segi kemampuan finansial, apalagi. Konon, koleksi puluhan tas bermerek Hermes milik AL, sebiji saja harganya bisa mencapai Rp 500 juta ( http://hot.detik.com/read/2012/11/12/092950/2088843/230/angel-lelga-). Jadi kalau biaya nyaleg sekitar Rp 10 miliar, itu 'hanya' seharga 20 tas, artinya ecek-ecek buat AL. Walhasil, probabilitas AL lolos jadi wakil rakyat cukup besar. Tetapi, dr sisi kapasitasnya sbg wakil rakyat di tk nasional, terus terang sy masih belum jelas benar. Pdhl, mungkin AL akan ditugasi Fraksinya membela kepentingan seni, budaya, perfilman, dll. yg memang masih terpuruk di negeri ini. Jadi, caleg-2 spt AL perlu membuktikan diri mrk dlm kualitas dan kapasitas sbg wakil rakyat. Kalau tidak, mrk malah mengundang sinisme publik bhw mereka masuk Senayan hanya menambah deretan panjang poliyo (politisi sontoloyo) dan memperparah keterpurukan DPR yg akan dtng. Kasus Angelina Sondakh (AS), kendati tdk mewakili kualitas seluruh artis/seleb di DPR, bs saja akan terulang. Semoga AL dkk menyadari dimensi ini shg kualitasnya sbg wakil rakyat setara dg tas Hermes di dunia fashion. Amin...
Share:

Friday, May 3, 2013

BERDIRINYA PERWAKILAN OPM DI INGGRIS BUKTI DIPLOMASI PUBLIK RI JEBLOG

Inilah pukulan yang sangat telak bagi Indonesia, dan khususnya bagi Presiden SBY, dari gerakan separatis Papua Merdeka (OPM). Pembukaan kantor perwakilan Papua Merdeka (OPM) di kota Oxford, Inggris, merupakan sebuah peristiwa kecil saja bg Inggris dan rakyatnya. Sebaliknya bagi Indonesia; peristiwa ini makna simbolis dan politisnya serius karena ia bisa dimanipulasi seolah OPM telah mendapat dukungan politik dan moral dari negara besar seperti Inggris. Padahal, Pemerintah Kerajaan Inggris tidak mengakui OPM, dan kegiatan ini hanya inisiatif organisasi masyarakat sipil, aktivis HAM, dll. Namun para pendukung OPM baik di luar maupun di dalam negeri akan mengkapitalisasi peristiwa ini. Ironisnya Presiden SBY baru bbrp bulan lalu mendapat gelar Kesatria Bath dr Kerajaan Inggris. Begitu pula, perusahaan minyak dan gas raksasa Inggris, British Petroleum (BP), memperoleh kontrak besar untuk eksplorasi dan eksploitasi di Tangguh, Papua! Kejadian ini adlh bukti kesekian kalinya bhw Kemenlu dan diplomat RI tak memiliki kemampuan yang memadai dlm diplomasi publik di Eropa, termasuk di Inggris. Selama impotensi dalam diplomasi publik itu dibiarkan, maka kampanye model OPM ini akan makin marak di negara-2 lain di Eropa. Bagaimana Pak Marty?

Selanjutnya baca tautan ini:

http://internasional.rmol.co/read/2013/05/03/109054/Inggris-Resmikan-Kantor-Perwakilan-Papua-Merdeka-
Share:

AKHIRNYA, SUSNO DUAJI MENYERAHKAN DIRI

Apapun argumen dan alasan Susno Duadji (SD) ttg penyerahan dirinya kepada aparat Kejaksaan, yg jelas drama buronan mantan Jenderal bintang tiga Polri sudah selesai. SD tampaknya menyadari bhw akhirnya publik Indonesia tidak berada di pihaknya, apalagi aparat negara. Toh setelah menyerah belum tentu SD akan menjalani hukuman sebagaimana dituntut, jika para pengacaranya berhasil membelanya dalam PK nanti. Apalagi, kisruh soal penafsiran pasal 197 ayat 2 huruf (k) KUHP itu juga membuat pihak MA, Kejagung, dan Polisi harus lebih berhati-2 karena potensi kontroversinya yg besar. SD telah mengambil keputusan yg bijak, dan hukum bisa ditgakkan. Kita lihat saja bagaimana perkembangan proses paska penyerahan diri SD nanti. 

Selanjutnya baca tautan ini:

(http://www.rmol.co/read/2013/05/03/108974/Tujuan-Tercapai,-Jenderal-Susno-Duadji-Serahkan-Diri-)
Share:

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS