Tuesday, April 30, 2013

PENGACARA SUSNO DUAJI MINTA PERLINDUNGAN KOMNAS HAM!

Setelah "mbulet" dengan silat lidah dan "ngumpet" (yg makin tak populer itu), langkah ajaib yang diambil oleh pengacara Susno Duaji (SD) adalah minta perlindungan Komnas HAM. Entah saking sudah kehabisan ide, atau dasarnya memang ekonomis dalam kecerdasan, pengacara SD melontarkan isu pelanggaran HAM utk mendapatkan simpati publik (entah yg mana pula!). Sebentar lagi, bisa saja, mereka akan minta fatwa MUI atau minta perlindungan ormas-2 Islam tertentu dg alasan SD adalah caleg dari parpol Islam. Lalu disebarlah isu persekongkolan jahat kelompok dan negara-2 yg anti-Islam, khususnya poros "wahyudi, ciamis, remason, dan amrik" (Yahudi, Zionis, Freemason, dan AS). Jika ini terjadi, makin lengkaplah bahan ledekan, cemooh, dan sinisme buat Indonesia. Dan bila aparat hukum terkesan letoy, dibawah tekanan politik, dan elitnya takut kehilangan jabatan, maka semakin rentanlah negeri (yg konon berlandaskan supremasi hukum ini) terhadap aksi-aksi melawan hukum dan anarki!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.tempo.co/read/news/2013/04/30/063476856/Susno-Minta-Perlindungan-Komnas-HAM
Share:

JADI BURONAN KEJAKSAAN, SUSNO DUAJI MALAH NONGOL DI YOU TUBE

Dalam sejarah RI, baru kali ini seorang purnawirawan Jenderal Polisi (bintang tiga) dinyatakan buron oleh Kejaksaan setelah menolak dieksekusi. Agak mirip dg Nazarudin, yg buron ke luar negeri, Susno Duaji (SD) menggunakan YouTube untuk membela diri di ranah publik. Namun berbeda dg kasus Nazar, pihak penegak hukum dalam kasus SD tidak menunjukkan greget untuk segera menangkap si buronan, kendati lokasinya sudah diketahui dan tidak sejauh kota Cartagena, di Kolombia, Amerika Latin. Inilah tragedi penegakan hukum di Republik. Semakin tidak jelas bagi publik, siapa yang menjadi penjahat dan siapa pula penegak hukum. Seandainya para pendiri negara kita menyaksikan kasus ini dan lembeknya penegakan hukum, pasti mereka akan sangat sedih dan tak rela terhadap ulah para penerusnya saat ini. Amanah mereka telah diterlantarkan tanpa rasa malu dan dg terang-2an. Sementara seluruh dunia menyaksikannya! Na'udzubillah...
 Simak video dari TouTube ini:
www.youtube.com/watch?v=jCCKpWgxjtw

 
Share:

Monday, April 29, 2013

ANAS BATAL DIPERIKSA KPK KARENA SAKIT: BENERAN ATAU SEKEDAR TRIK ULUR WAKTU?

Mungkin saja benar bhw Anas Urbaningrum (AU) tiba-tiba jatuh sakit setelah makan "sego Kucing" (nasi yg dijual penjaja kaki lima, khas Jogja dan Solo). Tapi mungkin juga aksi AU adalah salah satu taktik "sakit" yg dianjurkan pengacara utk mengulur waktu yang sering dipakai oleh para pesakitan yg dipanggil untuk diperiksa KPK atau Jaksa atau Polisi. Kasus Nunung Nurbaeti (NN) yg sakit "lupa", misalnya, adalah contoh paling spektakuler. Inilah kesempatan yg baik bagi publik untuk membuktikan apakah AU memang masih memiliki integritas atau sudah makin defisit dalam soal kejujuran. Saya tak mau su'udzhon (berprasangka buruk) thd beliau, tetapi saya juga tidak mau proses hukum berlarut-larut karena dikadali oleh para tersangka, tertuduh, terdakwa, dan terpidana. Negeri ini sudah semakin karut marut di bidang penegakan hukum. Dan berita ttg batalnya pemeriksaan AU ini menambah daftar panjang keanehan-keanehan yang terjadi di dalam penegakan hukum di negeri kita akhir-2 ini. Semoga AU segera sembuh dan menghadapi pemeriksaan KPK secara normal.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2013/04/29/108375/Batal-Diperiksa-KPK,-Anas-Sakit-Sehabis-Makan-Nasi-Kucing-

Share:

KEJAKSAAN AGUNG: SUSNO DUAJI DITETAPKAN SEBAGAI BURON

Kalau memang Kejaksaan Agung (kejagung) telah menetapkan status Susno Duaji (SD) sebagai BURON, maka tidak ada lagi dalih untuk tidak MENGEJAR DAN MENANGKAPNYA. Apalagi lokasi sang buronan pun sudah diketahui, sebagaimana dikabarkan oleh media. Tetapi memang disinilah justru letak masalahnya: kendati sudah dinyatakan buron dan diketahui di mana berada, tetapi pihak yg terkait masih tetap tidak  melakukan penangkapan thd SD. Sebabnya bisa macam-2, tetapi pada dasarnya hanya satu: ketakutan. Ketakutan tsb bermacam-macam juga sumbernya, tetapi dlm kasus ini sumber yg paling jelas adalah juga satu: takut kehilangan kedudukan/kekuasaan. Walhasil, para pejabat tinggi di bidang hukum negeri ini mungkin mengidap penyakit mental yang bernama ketakutan kronis. Saya masih berharap jangan sampai mereka ini seperti yang disebut Presiden Gus Dur (alm.) sebagai "para pengecut." 

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.tempo.co/read/news/2013/04/28/063476396/Susno-Duadji-Buron
Share:

Saturday, April 27, 2013

KONTROVERSI SITUS GUNUNG PADANG SEHARUSNYA TDK DIPOLITISASI

Kontroversi situs purba Gunung Padang (GP) tampaknya belum menunjukkan akan mereda, tetapi justru makin seru. Tiga Kementerian dan bbrp pakar Arkeologi menolak kiprah dan 'temuan' Tim Kepurbakalaan buatan Stafsus Presiden Bidang Bansos dan Becana Alam, Andi Arief (AA). Tampaknya masalah keilmuan dan budaya tsb mulai digeser menjadi masalah politis, manakala AA mulai mendesak agar para pembantu Presiden di Kabinet KIB II jilid 2 itu mundur. Sejatinya, ini merupakan salah satu indikator tidak sehatnya manajemen Pemerintahan. AA terlalu mengurusi hal-2 yang tidak menjadi tupoksinya, termasuk melontarkan ramalan-ramalan bencana yang jauh dari kenyataan terjadi, dan main tuding thd pihak-pihak yang tidak sepakat dengan proyek-2nya. Padahal, masalah keilmuan harusnya dikoordinasikan dg para Menteri yang membidangi dan kalau ada perbedaan tafsir dan pemahaman, ia harus diselesaikan secara keilmuan pula. Model pendekatan politis, pengerahan media utk membentuk opini publik, serta tekanan-tekanan bukanlah cara yg pas utk menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan peradaban.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2013/04/27/108131/Andi-Arief:-Tiga-Menteri-dan-Satu-Wamen-Harus-Mundur!-
Share:

SUSNO MENGHILANG, POLDA JABAR MESTINYA TAHU KEBERADAANNYA

Negeri ini memang semakin memrihatinkan dan layak untuk diperiksa kewarasan para pemimpinnya, terutama yg terkait dengan penegakan hukum. Setelah ribut-2 proses eksekusi paksa nan gagal, yang ditonton oleh seluruh dunia, thd Susno Duaji (SD), kini malah kabarnya pesakitan tsb "hilang" tak diketahui rimbanya. Padahal saya haqqul yakin SD tidak hilang, tetapi 'diumpetin'. Yang mengumpetkan siapa? Nalar waras akan mengatakan tentunya pihak-2 yang mencoba melindungi sejak awal. Siapa pihak-2 tsb? Salah satu yg tahu soal "siapa-2" itu ya pihak Polda Jabar dan petingginya. Saya tidak sedang menuduh, tetapi hanya pakai logika sederhana saja, tentunya pihak tsb termasuk yang paling tahu gerakan SD dan orang-2 sekitarnya. Apalagi, Polri sejak lama diketahui membela SD. Dari teori probabilitas, Jadi, Polda Jabar lah yang mestinya punya pengetahuan soal menghilangnya SD. Disamping Polda, keluarga SD dan para pengacara juga termasuk tahu keberadaan SD atau pihak-2 yang mengumpetkannya. Tapi di negeri yg sudah tidak jelas siapa yang menjadi penegak hukum dan siapa yang jadi penjahat ini, saya kira nalar waras yg sederhana tapi efektif tsb akan dikalahkan dan dibalik-balik, sehingga nanti si pesakitan  mal berubah jadi pahlawan!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.merdeka.com/peristiwa/tak-ada-di-polda-jabar-susno-duadji-menghilang.html
Share:

Friday, April 26, 2013

MENGAPA RI SELALU GAGAL TEMPATKAN WAKILNYA DI LEMBAGA DUNIA?

Indonesia gagal (lagi?) menggolkan jagonya mewakili bangsanya di kancah lembaga internasional. Sebelumnya, Sri Mulyani (SMI) yg digembar-gemborkan akan duduk sebagai Presiden World Bank, ternyata gagal. Sekarang Mari Elka Pangestu (MEP), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (MPEK), gagal menjadi Direktur World Trade Organization (WTO), sebuah lembaga yg mengatur perdagangan dunia. MEP yang digadang-2 dan digembar-gemborkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa (HRj) dan Mendag Gita Wiryawan (GW), ternyata terhenti di putaran pertama. Mengapa Indonesia gagal terus menempatkan wakil-2akilnya yang konon sudah demikian hebat itu? Tentunya banyak alasan. Saya melihat salah satunya adalah kelemahan lobby diplomatik RI di dunia internasional. Menlu Marty Natawlegawa (MN) dan crewnya, tidak terlalu luas pergaulannya. MN bisa saja dekat dengan tokoh-2 tertentu di negara-2 spt AS dan EU, tetapi tampaknya tak ditopang oleh para diplomat lainnya termasuk para Dubes RI. Ini juga menunjukkan bahwa kapasitas diplomasi publik RI di kancah dunia masih perlu ditingkatkan secara serius. Para Menteri dan elit Indonesia serta media massa boleh saja gembar-gembor mmbanggakan calon-2 mereka. tetapi tanpa pergaulan (baca= lobby) yang kuat dan luas di tingkat dunia, maka tak akan lebih dari jago kandang belaka!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2013/04/26/108055/Mengapa-Mari-Elka-Pangestu-Gagal-Jadi-Dirjen-WTO...-
Share:

INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN, USTAD UJE WAFAT


 

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN. Ustadz Jefry Al Buchori, yg juga akrab disapa dg Utdaz Uje, wafat dalam usia yang 40th, dalm sebuah kecelakaan tunggal di bilangan Pondok Indah, Jaksel. Seluruh ummat Islam dan bangsa kita kehilangan seorang da'i yang masih muda dan memiliki potensi sangat baik. Semoga seluruh amal saleh beliau diterima Allah swt, diberikan khusnul khotimah, dan keluarga yang beliau tinggalkan diberikanNya ketabahan dan kesabaran. Alfatihah...


Share:

Thursday, April 25, 2013

WOW! TERNYATA POLRI MEMANG SUDAH LAMA MINTA SUSNO DIBEBASKAN!

Makin terkuak lebar peran Polri dalam upaya 'penyelamatan' sang terpidana Komjen Pol (Pur) Susno Duaji (SD). Publik menebak-2 kenapa Polda Jabar begitu antusias dan 'sregep' melakukan evakuasi thd SD dari upaya eksekusi Kejaksaan di Bandung. Ternyata, kenyataannya sudah cukup panjang perjuangan Polri membela sang terpidana. Bukan saja Polri membentuk sebuah tim pembela utk SD, bahkan menulis surat kepada Kejagung agar sang mantan Komjen Polisi itu dibebaskan. Dan dlm surat minta pembebasan itu, alasannya pun sangat subyektif dan nyaris tak ada argumen hukumnya: "mengingat .. Komjen Pol (Purn) Drs. Susno Duadji SH, MA, MSc, selaku purnawirawan dan mantan pejabat Polri yang bersangkutan termasuk Keluarga Besar Polri ... maka mohon kepada Jaksa Agung RI ... untuk tidak melakukan eksekusi kepada Drs. Susno Duadji SH, MA, MSc sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Mahkamah Agung RI Nomor 899K/Pid.Sus/2012 tanggal 22 November 2012 ...). Wow! Speechless...

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.gresnews.com/news/?ID=117&utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Share:

PETINGGI TNI LEBIH APRESIATIF DAN TERBUKA TERHADAP ASPIRASI PUBLIK

Sikap petinggi TNI yang apresiatif dan terbuka dg protes (dan juga bersedia minta maaf) terasa kontras bila dibandingkan dengan sikap petinggi Polri yang malah dengan gagahnya melindungi mantan Jenderalnya yg akan dieksekusi paksa oleh Kejaksaan.  Nalar sehat dan nurani yang jernih tentulah bisa membedakan mana yang simpatik di mata publik dan mana yang sebaliknya. Terlepas dari berbagai kelemahan dan problem yang masih ada, tak pelak bahwa TNI tampaknya memiliki kemauan politik yang lebih akomodatif thd aspirasi rakyat. Polri (yang sedang mengalami defisit reputasi gara-gara elitenya  terlibat megakorupsi) jadi terkesan memilih untuk berseberangan dengan kehendak zaman dan rakyat yg makin menuntut keadilan, transparansi, dan kejujuran. Saya yakin ini bukan gambar utuh dari Polri, tetapi sebuah potret distortif yg ditampilkan oleh prilaku sebagaian elitnya yg lebih mementingkan kepentingan korps yg sempit ketimbang kepentingan bangsa. Terpulang kepada Pak Kapolri utk memerbaiki sikap ini atau mendiamkannya.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://polhukam.rmol.co/read/2013/04/25/107880/Delegasi-PDIP-Sampaikan-Nota-Protes-Mega-ke-Panglima,-KSAD-Minta-Maaf-
Share:

SIKAP PREMANISME MUNCUL UNTUK MEMBELA SUSNO DUAJI?

Sikap para pengacara Susno Duaji (SD) menunjukkan rusaknya sistem hukum di negeri ini. Pernyataan Fredrich Yunadi (FY) bhw pengawal SD takj segan-2 menembak eksekutor dari kejaksaan, adalah semacam dukungan terhadap premanisme. Sementara pernyataan Alvian Tumengkol (AT) menunjukkan argumen yg tdk nalar: kalau memang dulu siap, kenapa sekarang 'mbulet' hanya karena penundaan eksekusi? Walhasil, kasus SD makin menambah bukti betapa Polri sebagai salah satu lembaga penegak hukum sudah mengalami kemerosotan hampir di semua lini dan aspek. Kalau Presiden sebagai atasan tertinggi Polri tidak melakukan sesuatu terhadap anak buah, maka kekacauan seperti ini akan direplikasi dimana-mana. Ingat bahwa meniru perbuatan jahat biasanya jauh lebih mudah ketimbang meniru perbuatan-2 yang mulia. Kendati sebenarnya perbuatan yang mulia itu pun tidak susah untuk dilakukan atau ditiru.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.liputan6.com/read/569788/jika-dieksekusi-susno-ancam-tembak-jaksa-eksekutor
Share:

Wednesday, April 24, 2013

KISAH DUA EKSEKUSI PAKSA KEJAKSAAN: SUSNO DAN ANAND

Eksekusi paksa thd Susno Duaji (SD) oleh pihak Kejaksaan, ada miripnya dengan yang terjadi dengan kasus Pak Anand Krishna (AK). Pihak Kejaksaan mengklaim menjalankan putusan MA sementara SD dan AK menganggap putusan tsb tidak sesuai dengan aturan hukum. Tindakan Kejaksaan adlh eksekusi secara paksa pd kedua terdakwa. Namun kemiripan itu stop sampai di sini. Dalam eksekusi paksa thd Pak AK, pihak kepolisian (Bali) justru membantu Kejaksaan, yg tak segan-segan melakukan tindak kekerasan thd pendukung Pak AK di Ashram Ubud, sehingga beberapa perempuan mengalami luka. Sementara, dlm kasus SD, sampai status ini diposting, tampaknya Polda Jabar justru melindungi SD dari tim Kejaksaan dg membawa sang mantan Jenderal Polisi tsb ke Mapolda. Memang, ketika Pak AK dulu dieksekusi paksa pun, beliau pergi ke Mapolda utk menghindari kekerasan lebih jauh. Namun, alih-2 ada negosiasi, beliau malah langsung di bawa ke Jakarta dan masuk ke penjara Cipinang. Kita blm tahu apakah dari sana SD juga akan menuju ke balik jeruji, karena konon pihak Kejaksaan dan pengacara SD sedang negosiasi di Mapolda. Apakah mungkin karena Pak AK bukan mantan Jenderal Polisi, sehingga tidak perlu repot-repot negosasi? Wallahua'lam...

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.detik.com/read/2013/04/24/190237/2229653/10/kejagung-siap-eksekusi-susno-di-polda-jabar?9911012
Share:

Tuesday, April 23, 2013

NAIK ATAU TIDAK NAIK HARGA BBM BERSUBSIDI PADA 1 MEI?

Mengisyaratkan menaikkan harga BBM, belum tentu pasti melaksanakannya. Apalagi jika sudah beberapa kali rencana kenaikan BBM batal karena tekanan politik, baik dari parpol maupun dari masyarakat. Apakah kali ini Presiden benar-benar mengumumkan dan melaksanakan secara efektif pada 1 Mei 2013? Saya tdk tahu. Yang jelas, niat sebagian kelompok masyarakat sipil untuk menolak kenaikan harga BBM juga tak kalah serius. Misalnya organisasi kaum pekerja yang, konon, menyiapkan 200 ribu pengunjuk rasa pada tanggal yg sama, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Sedunia yg dikenal dg May Day. Unjuk rasa para pekerja Indonesia saat ini tidak sama dengan masa lalu. Selain mampu mewujudkan secara riil dan berjumlah sangat besar, organisasi pekerja saat ini juga sangat rapi koordinasinya, serta jarang terprovokasi melakukan kekerasan. Jika Pemerintah tidak serius dalam menanggapi gejolak penolakan ini, maka kebijakan kenaikan BBM, yang secara hitungan ekonomi mungkin masuk akal, bisa jadi mentah di lapangan. Apalagi jika rencana dua macam harga BBM (bersubsidi dan non subsidi) ternyata menciptakan masalah distribusi karena tidak siapnya infrsatruktur SPBU. Kita lihat saja perkembangannya.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.tempo.co/read/news/2013/04/23/092475176/SBY-Isyaratkan-Naikkan-Harga-BBM-Bulan-Mei
Share:

Monday, April 22, 2013

BOM BOSTON: PELAKU PUNYA KAITAN DENGAN KELOMPOK RADIKAL ISLAM DI CHECHNYA

Latarbelakang kasus bom Boston (BB) oleh dua bersaudara asal Chechnya, Tamerlane dan Dzohar Tsarnaev, mulai diungkap oleh FBI. berdasarkan keterangan resmi tsb, New York Times (NYT) membuat laporan panjang (lihat tautan) tentang kaitan antara keduanya dengan gerakan kaum radikal Islam di Chechnya. Tamerlane, yg bbrp bulan sebelumnya kembali ke Dagestan, Rusia, diduga menjalin hubungan dengan kelompok Islam radikal di sana. Sementara Dzohar, yg kini dlm kondisi kritis di RS, tidak memiliki latarbelakang itu, tetapi tampaknya ia dipengaruhi oleh sang kakak. Pada 2011, FBI sebenarnya telah diminta Rusia memberikan informasi mengenai Tamerlane yang dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok radikal di Chechnya. Sayang FBI tidak memberikan informasi ttg pemuda yang kemudian meledakkan bom di Boston yg menewaskan 3 orang dan 140-an orang luka-2 itu. Untuk sementara, aparat di Boston belum melihat  kaitan BB dengan kelompok teroris spt Al-Qaeda dan masih membatasi sebagai aksi pribadi Tsarnaev bersaudara. Dalam laporan NYT ini ada beberapa bukti bahwa mereka mungkin akan melakukan aksi-aksi teror serupa di beberapa kota lain di AS seperti New York.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.nytimes.com/2013/04/22/us/boston-marathon-bombing-suspects-hoped-to-attack-again.html?_r=0
Share:

PDIP RESMI MENGIRIM SURAT PROTES KEPADA PANGLIMA TNI

PDIP resmi meminta pelaku bentrokan TNI ditindak (Koran Tempo, 22/4/13, hal A-7). Sekjen partai berlambang Banteng bermoncong putih itu, Tjahjo Kumolo (TK) malah lebih keras: ia akan menulis surat protes kpd Panglima TNI (Kompas, 22/4/ 13, hal. 1). Pasalnya, kantor PDIP adlh lambang dan kehormatan partai. Tak pelak, insiden pom bensin di Lenteng Agung itu pun kini diasosiasikan dg peristiwa kekerasan Cebongan dan Oku, Kendati secara fisik dan kronologis serta sifat kekerasan sama sekali tak sama antara kasus-2 tsb, toh ada "intertekstualitas" di antara ketiganya, yakni kultur kekerasan dari alat negara, khusunya oknum-2 TNI. Lebih jauh, kejadian di Lenteng Agung tsb tampaknya juga memiliki makna politik buat PDIP. Parpol ini adlah partai oposisi yg sangat kritis thd penanganan kekerasan aparat yg selama ini cenderung tidak tuntas. Maka insiden yg terjadi di kantor PDIP pun bukan lagi sekadar sebuah 'kebetulan' sebagaimana dicoba diungkapkan oleh pihak TNI. Tetapi telah masuk ke ranah simbol politik, yakni pelecehan lambang n kehormatan partai. Tentu tak semua elit PDIP sepakat dg Sekjen. Taufik Kiemas, misalnya tdk sampai sejauh itu. Ia hanya menganggap insiden tsb sebagai ulah anak-anak muda belaka. Bagaimana TNI harus menyikapi masalah-2 seperti ini? Jelas ia tdk bisa lagi hanya membawanya ke pada soal jiwa korsa dan solidaritas anggota belaka. TNI, dan aparat bersenjata lain, harus makin mampu membaca tanda-2 zaman dan menyesuaikan diri dg gerak dan tuntutan zaman yg makin transparan dan menuntut akuntabilitas publik.
Share:

HATTA RAJASA SEBAGAI MENKEU SEMENTARA POTENSIAL MENCIPTAKAN KEGADUHAN

Soal angkat mengangkat Menteri, memang prerogatif Presiden. Tetapi jika  pengangkatan itu menimbulkan komplikasi politis, Presiden harus awas dan berhati-2. Pengangkatan Menko Perekonomian Hatta Rajasa (HRj) sebagai pengganti (sementara) Menkeu Agus Martowardoyo (AM) agaknya telah menimbulkan komplikasi tsb. Parpol-2 di DPR, termasuk anggota Setgab, sudah mulai gerah dengan  pengangkatan HRj ini. PKS protes karena HRj seperti menjadi "Plt" Menkeu (yg tidak diatur oleh UU). PDIP menengarai ada agenda utk 2014 di balik pengangkatan ini. Golkar pun mulai gerah dan memertanyakannya. Status HRj, yang besan Presiden dan kini juga Menko, juga potensial "digoreng" sehingga bisa membuat kegaduhan yg tak perlu. Seandainya Presiden tugasi Wamenkeu utk melaksanakan tugas-2 tertentu Menteri, ditambah time frame yg pasti kapan Menkeu yang baru akan ditunjuk, saya kira komplikasi politik bisa dihindari. Atau cepat saja mengangkat Menkeu baru seperti saat beliau mengangkat Menegpora baru, yg ternyata efektif dan tepat. Bagaimanapun, sangat penting dalam kurun satu setengah tahun ke depan ini Pemerintah menghindari kegaduhan. Apalagi jika kegaduhan itu berasal dari pihaknya.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2013/04/22/107366/Pimpinan-DPR-dari-PKS-Ancam-Gugat-Hatta-Rajasa-Secara-Hukum-
Share:

Sunday, April 21, 2013

OKNUM TNI AD MENYERANG KANTOR DPP-PDIP GARA-GARA KECELAKAAN MOTOR

Tampaknya TNI-AD harus makin serius melakukan kontrol terhadap anak buah yang cenderung gampang melakukan tindak kekerasan. Kantor DPP PDIP di Lenteng Agung pun diserang beberapa oknum TNI-AD, kali ini dari Yon Zikon-13 Cijantung. Pasalnya sederhana, ada tabrakan yg melibatkan ank SMA lalu dilerai beberapa orang dari kantor PDIP. Eh malah kantor PDIP nya yg diluruk. Padahal, saat itu Ibu Megawati juga sedang di dlm kantor tsb! Berkat kesigapan para pengawal mantan Presiden ke V itu (yg berhasil membekuk beberapa oknum TNI tsb) penyerangan bisa cepat dihentikan. Publik tentu bertanya-2 kenapa oknum TNI-AD menjadi seperti ini? Jawabannya menunggu penjelasan Mabes TNI-AD, tentunya.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://jakarta.okezone.com/read/2013/04/20/500/794921/kantor-dpp-pdi-perjuangan-diserang-oknum-tni
Share:

Saturday, April 20, 2013

TARIAN "SHALAT" SISWI SMU TOLI-TOLI: KREATIVITAS ATAU PELECEHAN AGAMA

"Kreativitas" atau pelecehan terhadap agama?  Siswi-2 SMU II Toli-Toli mungkin menganggap apa yang mereka lakukan adalah bagian dari 'kreativitas', yakni menggabungkan musik dengan ritual shalat. Kebetulan musik yang mereka sng pengiring adalah jenis hip-hop (Maroon 5), dan bukan musik yang lebih "sopan". Hasilnya pun tarian yang seperti itu. Mudah diduga jika reaksi keras dan menakutkan pun langsung marak, khususnya dari pihak-pihak yang merasa paling tersinggung dengan apapun yang dikategorikan sebagai "pelecehan agama." Mungkin perlu diselidiki lebih dahulu persoalan ini dg jernih, dg melibatkan berbagai pihak: lembaga pendidikan, para guru, ulama, psikolog, para orang tua murid, para pelaku sendiri serta para murid lainnya. Dari tayangan video itu, siswi-2 tsb jelas beragama Islam dan fasih dalam bacaan Shalat. Bahwa produksi "kreatifitas" mereka kemudian berdampak sangat negatif dari publik, bisa jadi tak mereka bayangkan. Tetapi memvonis kasus ini semata-mata sebagai pelecehan terhadap agama secara terencana dan sistematik (apalagi disponsori pihak luar), lalu mengutuk serta menghukum berat secara fisik, bukan solusi mendidik dan efektif. Bahkan, bisa saja aksi ini mengundang peniruan (yg sama atau yang lain) karena sensasi yg dihasilkan. Bukankah sensasi dan popularitas sangat digandrungi remaja, terlepas apapun latar belakang mereka?

Simak Video ini:

http://www.youtube.com/watch?NR=1&feature=endscreen&v=FiPBkRkrkTE
Share:

APAKAH MOTIF DIBALIK AKSI TEROR BOM TSARNAEV BESRSAUDARA?




Pelaku tindak kekerasan, seperti Dzhohar Tsarnaev (DT) dan kakaknya Tamerlane Tsarnaev (TT), adalah orang-orang yang tampak  biasa, normal, dan, bahkan, "baik-baik" dalam keseharian mereka. Jangankan orang lain, bahkan orang terdekat mereka, seperti orang tuanya, pun tidak memahami apa yang tersembunyi di dalam pikiran dan hati mereka. Ayah dan Ibu DT dan TT, misalnya, dalam interview di media, menolak bhw anak-2 mereka adalah pelaku teror di Boston. Inilah salah satu aspek yang menyebabkan masalah terorisme menjadi sangat kompleks dan tdk mudah diberantas jika hanya menggunakan pendekatan keras (hard power) dan tampilan luar semata. Kasus bom Maraton di Boston ini akan berdampak sangat besar bg psyche masyarakat di AS, termasuk hubungan-2 mayoritas-minoritas, antar ras, dan lintas-agama yg peka. Ironisnya, DT sempat berkicau dlm akun twitternya: "There are people that know the truth but stay silent & there are people that speak the truth but we don't hear them cuz they're the minority." (Ada orang yg tahu ttg kebenaran tetapi tetap berdiam, dan ada yang bicara kebenaran tetapi kita tak mau mendengarkan karena mereka minoritas). Inikah "pesan terakhir" DT dan motivasi dibalik aksi yang dilakukannya bersama sang kakak? Wallahua'lam!
Share:

DZHOKAR TSARNAEV(19) PEMBOM BOSTON TELAH TERTANGKAP

Pelaku pemboman di Boston, yang dikenal dengan Marathon bomb, akhirnya tertangkap. Dzhokar Tsarnaev (19), adik dari Tamarlen Tsarnaev (26) yg telah tertembak mati beberapa jam sebelumnya, tertangkap oleh Polisi Boston dalam sebuah penggerebekan di dok kota Watertown, Boston, MA. Pencarian besar-2an (manhunt) yang melibatkan tak kurang dar 9000 personel Polisi ini dilakukan setelah tembak-menembak antara Polisi dan kedua bersaudara terjadi dan menewaskan Tamerlane, sedang Dzhokar lalu buron. Seluruh wilayah Watertown dinyatakan tertutup (lockdown) dan Polisi memeriksa seluruh kota dari pintu ke pintu (door to door). Dan akhirnya si pelaku pemboman pun tertangkap ketika ia bersembunyi di sebuah perahu. Bravo Boston PD!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.freep.com/article/20130419/NEWS/304190160/2nd-Boston-bombing-suspect-arrested-alive-Watertown-reports-say
Share:

Friday, April 19, 2013

PELAKU BOM BOSTON, DUA BERSAUDARA TSARNAEV DARI CHECHNYA



Inilah dua orang yang diduga menjadi pembom di Boston dua hari lalu. Mereka adalah dua bersaudara asal Chechnya, Tamerlane dan Dzhokhar Tsarnaev (26 dan 19 th), Tamerlane terbunuh dalam tembak menembak dg Polisi Boston, sementara Dzhokhar, sang adik, masih buron sampai status ini diposting. Tak kurang dari 9000 Polisi Boston dikerahkan memburunya, dan seluruh daerah di sekitar Boston dinyatakan tertutup (lockdown), shg tidak ada aktivitas perdagangan, perkantoran transportasi publik di sana untuk sementara. Penduduk kota disarankan tinggal di rumah masing-2 agar tidak beresiko. Itulah kecepatan kesigapan, dan terutama ketegasan AS ketika ada ancaman terorisme di negaranya. Simak tautan ini (http://www.slate.com/blogs/the_slatest/2013/04/19/boston_bombing)
Share:

SOAL BENDERA GAM, KENAPA OPSINYA COOLING DOWN?

Solusi 'cooling down'thd isu bendera GAM sungguh sangat mengecewakan. Ini layaknya seperti Pemerintah RI berhadapan dg sebuah negara asing yg berkonflik dgnya. Pdhl Pemri hanya berhadapan dg kelompok yg masih ingin menghidupkan aspirasi separatis di salah satu wilayahnya yaitu Aceh. Jika cooling down itu dipakai, maka ini samna saja dg sebuah penundaan dan sikap tidak tegas. Presiden SBY tdk punya opsi diplomatik spt jika beliau menghadapi negara lain atau jika GAM memang sudah menjadi kekuatan politik nyata dan memberontak. Saat ini Pemerintah sepenuhnya dalam posisi kontrol dan Aceh adalah bagian dari wilayah RI. Jadi situasinya bukan abnormal sehingga setiap upaya yg berlawanan dg hukum nasional dan Konstitusi harus ditindak. Cooling down adalah kata lain dari pembiaran dan sebuah kemenangan bagi aspiras kelompok pendukungi separatisme di Aceh.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.okezone.com/read/2013/04/17/337/793169/ini-hasil-pertemuan-sby-dengan-gubernur-aceh
Share:

Thursday, April 18, 2013

MASALAH BENDERA ACEH ADALAH PUNCAK "GUNUNG ES" SEPARATISME

Solusi ttg soal bendera GAM di Aceh hanya satu: Menolaknya dan menggantinya dg  bendera NAD yang lebih sesuai dengan tradisi, sejarah, dan budaya Aceh. Jika pemerintah Pusat menunda terus keputusan terkait dengan masalah kedaulatan RI ini, maka sama saja artinya membuka peluang bagi kebangkitan dan penguatan (empowerment) bagi aspirasi dan praksis separatisme di Tanah Rencong. Sejatinya, isu bendera ini hanyalah merupakan semacam test bagi keteguhan dan ketegasan Pemerintah dalam menghadapi GAM. Strategi perjuangan GAM paska MoU adalah dg memakai jalan politik/diplomasi, karena perang menghadapi TNI jelas akan menghancurkan eksistensi mereka. Dan terbukti betapa efektif strategi tsb: para elite Aceh yang kini menduduki posisi-2 strategis (Gubernur, Walikota, Bupati, DPRD) mayoritas adalah mantan elite, pendukung, dan aktivis GAM. Mereka tahu persis salah satu kelemahan Pemerintah Pusat adlh ketidak mampuannya membuat keputusan tegas, cepat, dan tuntas dalam menghadapi persoalan-2 strategis. Mereka belajar dari pengalaman Pemerintah Pusat dalam menangani konflik-2 dg Malaysia, separatis OPM, dan aksi-aksi kekerasan kelompok-2 radikal. Pemerintah RI hanya melakukan penundaan, mengulur waktu, dan bersikap tidak tegas. Ujungnya adalah semakin menguatnya para penantang thd Pemerintah tsb! Saya kira, jika isu bendera GAM ini sukses, maka giliran berikutnya adlah berbagai tuntutan baru yang semuanya bermuara pada semakin kuatnya GAM di Aceh. Dan semuanya akan selalu berlindung di balik MoU Helsinki!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2013/04/18/106937/Presiden-Yakin-akan-Ada-Solusi-Soal-Bendera-Aceh-
Share:

INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UUN, MBAH KYAI WARSON KRAPYAK TELAH BERPULANG




INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN. Telah berpulang ke haribaan Ilahi Robbi, KH. Warson Munawwir, salah seorang pengasuh Ponpes Krapyak, Yogyakarta. Beliau dikenal sebagai pengarang Kamus Arab-Indonesia yang digunakan di seluruh Indonesia sampai saat ini. Semoga amal saleh beliau diterima Allah swt, diberikan khusnul khotimah, dan perjuangan beliau akan selalu kita terukan bersama. Allahummaghfir lahu warhamhu wa'afiihi wa'fu 'anhu. Alfatihah... (MAS Hikam)
Share:

Wednesday, April 17, 2013

DEMOGRAPHIC DIVIDEND ATAU DEMOGRAPHIC CURSE?

Salah satu kegemaran Mendikbud M Nuh adalah bicara soal "demographic dividend" atawa keberuntungan demografis, karena usia penduduk Indonesia yg muda dibanding negara-negara lain. Dengan optimisme yg menggebu-2 Pak Menteri lantas bicara ttg prospek negeri ini yg akan menjadi bangsa yg maju dan unggul di dunia sekitar 20-25 th yad. Masalahnya, bagaimana mungkin penduduk muda itu akan menjadi dividen kalau sistem pendidikannya kacau bin balau?. Tidak ada bangsa di dunia ini (selain yg sedang dlm keadaan perang), yg UN nya harus dijaga Polisi spt Indoensia! Bukankah itu sebuah indikasi bhw anak didik di Republik ini moralitasnya perlu dipertanyakan karena kasus nyontek, soal bocor, pemakaian joki, dan kriminalitas lainnya? Rasanya sepuluh atau limabelas tahun lalu, kondisi PN tidaklah seburuk ini dalam soal moralitas. Nah, kalau Mendikbud bicara soal masa depan bangsa yg hebat karena dividen kependudukan, saya sebaliknya. Bagi saya, yang akan disaksikan oleh negeri ini adalah kutukan demografis (demographic curse) jika sistem pendidikan kita makin lama makin amburadul. Hari-2 ini kita saksikan kegagalan UN, tetapi sebentar lagi adalah kegagalan bangsa Indonesia berkompetisi dg negara-2 jiran yg dulu jauh di belakangnya. Na'udzubillah min dzalik!

Selanjutnya baca tautan ini:
 http://www.tempo.co/read/news/2013/04/17/079474016/Ujian-Nasional-Tahun-Ini-Terburuk
Share:

MENDIKBUD MEMBIARKAN BUDAYA 'YES-MAN'-ISME DI KEMENTERIANNYA

Sikap bertanggungjawab Mendikbud, M Nuh (MN) tentu harus diapresiasi, kendati terlalu terlambat (it's too little and too late!). Namun tetap saja yg sangat miris adalah sikap Menteri MN yg percaya begitu saja ketika bawahannya bilang "siap". Hemat saya, inilah bagian terburuk dari pola manajemen MN, yaitu membiarkan "yes man" isme berkuasa di kementeriannya. Bukankah sebagai orang yang sudah pengalaman menjadi Menteri dua kali, MN tahu persis bahwa kata "siap" itu tidak lalu berarti "semuanya sudah dilaksanakan"?. Dan andai pun siap itu berarti semua beres, MN harus "check and re-check" serta bertindak cepat begitu ada laporan ttg keterlambatan. Saya berharap bentuk tanggungjawab MN setelah statemennya itu adalah mengambil tindakan thd semua pejabat yg terlibat langsung secara hierarkis dimulai dari eselon pertama. Dan akan jauh lebih bagus kalau MN berani menulis surat pengunduran diri kepada Presiden (soal dikabulkan atau tidak urusan Presiden). Kesalahan MN sebagai Menteri sangat fatal dan belum pernah terjadi dalam sejarah Republik ini. Dia juga telah mengakibatkan reputasi dan Presiden SBY tercoreng gara-gara skandal kegagalan UN ini.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://edukasi.kompas.com/read/2013/04/16/20042689/Mendikbud.Tak.Menyangka.UN.Bakal.seperti.Ini
Share:

Tuesday, April 16, 2013

YENNI BATAL GABUNG DG PARTAI DEMOKRAT , TANYA KENAPA?

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Selasa, 16 April 2013 10:58 wib
 
JAKARTA- Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid batal bergabung ke Partai Demokrat. Menurut puteri Deklarator PKB, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu, alasannya batal bergabung dengan partai berlambang bintang mercy, karena masukan dan saran  dari para sesepuh dan ulama serta masyarakat luas.

Menurut pengamat politik AS Hikam, batalnya Yenny bergabung ke Demokrat tentunya telah melalui sejumlah pertimbangan yang sangat matang. “Yenny tentunya memiliki kalkulasi, apakah dengan masuk ke partai Demokrat, karir politiknya lebih bagus atau tidak. Tapi jika dilihat, ketika dia baru dikabarkan masuk ke Demokrat, ternyata respon pendukungnya memang cenderung negatif, dan kalau berdasarkan kalkulasi dia mungkin lebih menguntungkan, dan masuk akal batal ke Demokrat,” kata Hikam kepada Okezone, Selasa (16/4/2013).

Selain itu, menurut Hikam , alasan Yenny membatalkan rencana bergabung ke Demokrat karena telah berkonsultasi dengan sesepuh, kiai, ulama dan pendukung Gus Dur sangat mempengaruhi keputusan Yenny.

“Sebagian pendukung Gus Dur punya sentimen negatif kepada partai Demokrat, karena Partai Demokrat dianggap cawe-cawe dalam kisruh PKB dulu,” kata Hikam.

Hikam menegaskan,  memang hingga saat ini belum bisa dibuktikan, adanya campur tangan partai Demokrat dalam kisruh PKB beberapa tahun silam. Namun, sebagian pendukung Gus Dur beranggapan partai Demokrat ikut terlibat dalam perpecahan PKB. “Tapi itu kecurigaan politik, bukan poin utama, dan memang harus dibuktikan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Hikam mengatakan, dibandingkan bergabung dengan Demokrat, Yenny lebih baik menjadi aktivis dan berada di luar partai politik. “Yenny memiliki ruang manuver dan memiliki potensi,” katanya.
Share:

IRONIS PKB MENDUKUNG PENGESAHAN RUU ORMAS YANG DITOLAK OLEH NU

Aneh jika PKB dan tokohnya, Marwan Jafar (MJ) "ngeyel" bhw RUU Ormas harus segera disahkan, sementara ormas-2 keagamaan besar dan berpengaruh spt Muhammadiyah dan NU menolak dan memintanya dikaji kembali. Alasan MJ bhw kedua ormas itu diberi tempat istimewa hanya isapan jempol dan "gimmick" politik sontoloyo. Bukankah UU itu berlaku umum, kecuali jika ada pasal-2 yg eksplisit mengecualikan. Apakah dalam RUU tsb ada pasal-2 yang memberi "keistimewaan" thd kedua ormas keagamaan tsb? Rasanya mustahil. Omongan MJ sangat ekonomis dalam penalaran dan kebenaran. Ia hanya semacam pembenaran agar RUU tsb lolos dan partainya mendapat pujian dari para sponsornya. Sangat memrihatinkan dan ironis bahwa PKB yang didirikan oleh alm GD dan para Ulama untuk memerkuat masyarakat sipil dalam perjuangan bersama menegakkan demokrasi, justru malah kini diselewengkan oleh MJ dkk utk kepentingan politik yang sempit. PKB Imin berada di garda depan mendukung RUU yang justru ditolak oleh NU, sebuah ormas yang notabene adalah "pemilik saham terbesar" partai tsb!. Hipokrisi atau sindroma Malin Kundang?

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2013/04/16/106574/Kami-Sangat-Prihatin-RUU-Ormas-Ditunda-Pengesahannya-Jadi-UU-
Share:

MENGERIKAN! TINDAK PIDANA SEKSUAL ANGGOTA DPRD SAMPANG DG 9 ANAK PEREMPUAN


Sebuah tindak pidana seksual yg sangat mengerikan terjadi di Madura dan akan membuat reputasi bangsa ini semakin terpuruk di mata dunia. Seorang anggota DPRD di Sampang, Madura, melakukan pelecehan seksual thd anak-anak perempuan di bawah umur. Jumlahnya 9 (sembilan) orang anak dan diantaranya di bawah umur. Inilah kriminalitas yg layak dijatuhi hukuman terberat. Tidak ada alasan yg bisa meringankan. Dan jika ada yg memberi dalih agama, misalnya nikah sirri, justru lebih parah lagi. Karena berarti penyalahgunaan agama dan penghinaan thd kewarasan nalar. MHA, sipelaku kriminal itu, bukan saja wakil rakyat, tetapi juga konon seorang yg dianggap pengajar agama. Masyarakat harus semakin waspada terhadap mereka-2 yg menyandang titel-2 terhormat seperti itu dan selalu berusaha membuktikan apakah orang-2 terhormat tsb tidak "menyembunyikan tengkorak dalam lemari mereka" alias mempunyai reputasi buruk dan perilaku menyimpang dari ahlaqul karimah.
Selanjutnya baca tautan ini:
Share:

Monday, April 15, 2013

MAJALAH TEMPO EDISI SAMPUL SETYA NOVANTO RAIB DARI PASARAN




Kalau anda tidak bisa mendptkan majalah Tempo edisi terakhir dg sampul foto Setya Novanto (SN), Bendum Golkar dan Ketua Fraksi FPG di DPR, harap maklum. Konon,  semua habis dibeli orang. Gara-2nya karena edisi itu membeberkan sepak terjang sang Bendum yg punya pengaruh dalam seluk beluk anggaran DPR yang bisa berujung pd korupsi besar-2an. Salah satu yg sedang dikuak oleh Tempo adalah keterlibatan boss Golkar itu dalam kasus PON Riau yg kini diperiksa KPK. Gub. Riau adalah salah satu tersangka, dan SN pun, mungkin, akan ikut terbelit menurut laporan investigatif majalah tsb. Layaknya zaman Orba, utk menutup kabar yg membongkar praktik kurang elok, salah satu caranya adlh membeli semua terbitan media agar penyebaran berita kepada publik lantas stop. Siapa bisa melarang orang memborong majalah? Mengutip Yories Raweyai (YR) yg juga pentolan Golkar, "Yang penting kan bayar, Tempo nya kan enggak rugi". Memang Temponya tidak rugi, tetapi publik sangat dirugikan olh akal-akalan ini. Semoga ada yg membuat foto copy dan menjual murah saja, sebagai salah satu alternatif menghadapi akal bulus para politisi sontoloyo. (http://news.okezone.com/read/2013/04/15/339/791746/politikus-).
Share:

UN TELAT MENDIKBUD HARUS BERTANGGUNGJAWAB

Penundaan ujian nasional di 11 Propinsi, mungkin baru sekali ini terjadi dalam sejarah Republik ini, atau, bahkan, sejak ada ujian nasional mulai zaman penjajahan. Kegagalan ini tdk perlu terjadi jika Menteri Dikbud memiliki kualitas manajemen yg berkualitas. Siapapun tahu bhw ujian nasional adalah salah satu tugas paling utama (main core business) dari Kemendikbud dan sudah dilaksanakan sejak lama. Alasan penundaan ujian karena pengepakan soal dari pencetak tidak bisa dilakukan tepat waktu adalah tidak masuk akal dan berbau asbun. Presiden bukan hanya perlu memerintahkan melakukan investigasi thd sebab penundaan ujian, tetapi juga melakukan evaluasi apakah Menteri ybs masih layak menduduki jabatannya. Sebab kasus ini bisa dijadikan alasan jika ada kekacauan yg sama, Menteri-2 akan menganggapnya soal yg biasa saja. Padahal justru kekacauan sistem spt ini sumber utamanya adlh manajemen Kementerian yang rendah mutunya. Bukan karena Kementerian tidak punya anggaran yg cukup.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.tempo.co/read/news/2013/04/14/079473308/UN-Telat-SBY-Suruh-Menteri-Nuh-Investigasi
Share:

Sunday, April 14, 2013

QUO VADIS (PERILAKU) PARA PESERTA KONGRES HMI?

Keributan dalam Kongres atau rapat-2 organisasi kemahasiswaan, termasuk tapi tak terbatas pada HMI, sudah "mentradisi" tampaknya. Seingat saya, saat masih mahasiswa di pertengahan tahun 70-an pun, aksi-2 semacam lempar kursi dalam rapat-2 organisasi kemahaiswaan itu sering kali terjadi dan diceritakan oleh teman-2 saya yang menjadi aktivisnya (sering dg nada 'bangga' pula!). Tradisi buruk itu bukan saja belum berakhir, tetapi bahkan menunjukkan peningkatan yang makin memalukan dan menyedihkan. Sebagai salah satui sumber rekrutmen pemimpin dan memiliki identitas Islam, organisasi spt HMI tampil menjadi contoh kurang baik bagi rakyat. Bukan saja Kongresnya tertunda-2 (konon terlama dlm sejarah!), juga sarat dg kekerasan. Inikah tampilan organisasi kemahasiswaan paling besar, salah satu sumber utama rekrutmen pemimpin, representasi kaum tedidik Muslim Indonesia? Jika nanti ada apologia bhw "tidak semua anggota/alumni HMI berprilaku demikian", saya kira tidak cukup, setidaknya buat saya. Diperlukan suatu pembedahan total thd organisasi kemahasiswaan ini, sehingga produknya tidak berkualitas buruk yang akan membuat bangsa ini makin terpuruk di masa depan. QUO VADIS HMI??!!!

Selanjutnya baca tautan ini:
 

http://polhukam.rmol.co/read/2013/04/14/106354/Kongres-HMI-Ricuh-Lagi,-Presidium-Sidang-Terluka-Parah-Kena-Hantaman-Kursi-
Share:

TEPAT BILA PKS UTAMAKAN KADER DRPD ARTIS SBG CALEG 2014

Keputusan PKS untuk memprioritaskan kader ketimbang artis untuk diusulkan menjadi caleg Pemilu 2014, adalah sebuah kebijakan dan strategi yang sangat tepat. Di tengah-2 krisis kepercayaan publik thd parpol dan DPR, salah satu respon yang paling tepat adalah melalui peningkatan kualitas anggota Parlemen. Dan hal ini tidak mungkin dilakukan dg hanya menyesaki Gedung DPR dengan artis-artis dan selebriti. Langkah PKS sama sekali bukan anti-artis atau anti-selebriti, tetapi menempatkan sesuatu pada proporsinya. Selama ini parpol-2 telah melakukan kesalahan serius dengan menyamakan popularitas dengan kapasitas. Bagaimana mungkin seorang artis atau selebriti yg masih 'gres' harus berdebat dg Pemerintah ttg masalah strategi pertahanan negara di Komisi I DPR?. Artis-2 dan selebriti berhak jadi anggota DPR, tetapi mereka harus melalui proses-2 kaderisasi, training, dan punya pengalaman politik yg cukup sebelum menjadi anggota Parlemen. Dan saya yakin artis-2 pun punya potensi yg sama dg siapapun. PKS harus diacungi jempol dengan kebijakan mengutamakan kadernya utk caleg ini, dan semoga parpol lain mengikuti langkah ini. Bravo PKS!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.okezone.com/read/2013/04/12/339/790269/caleg-pks-pilih-kader-ketimbang-artis
Share:

APA MAKSUD PERNYATAAN PAK JK "BENDERA ACEH SAMA DENGAN BENDERA HMI" ?

"Bendera Aceh itu sama dengan bendera HMI"! Saya sangat tak sependapat dg Pak JK  kalau yg dimaksud beliau adalah bendera Aceh yang sejatinya bendera GAM itu. Pak JK, hemat saya, memandang enteng implikasi bendera Aceh (GAM) jika disahkan tanpa ada perubahan-2 fundamental atasnya. Sebagai pemimpin RI yg ikut membidani MoU Helsinki, Pak JK pasti tahu bahwa tujuan terakhir dari kesepahaman tsb adalah menutup "bab" separatisme, termasuk bibit-2nya sekecil apapun, dari sejarah Tanah Rencong itu. Dan Pak JK pasti tahu belaka bhw simbol seperti bendera GAM, bukan cuma sekadar bibit separatisme, tetapi sudah merupakan ekspressi TINDAKAN separatisme. Mengatakan bahwa bendera Aceh (GAM?) "sama seperti bendera HMI," jelas meremehkan kekuatan simbolisme (the power of symbolism) dalam gerakan politik dan, mohon maaf, sangat tdk produktif bagi masa depan nation building kita. Hemat saya, tanpa perubahan-2 fundamental terhadap bendera Aceh, maka hal tsb sama saja dg memelihara, melestarikan, dan mempercepat tumbuhnya bibit separatisme. Apakah Pak JK ingin hal itu terjadi? Saya yakin tidak.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://polhukam.rmol.co/read/2013/04/13/106245/JK:-Bendera-Aceh-Itu-Sama-Seperti-Bendera-HMI-
Share:

Saturday, April 13, 2013

SESAMA NEGARA SETAN DILARANG SALING MENGGANGGU!

Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, Brad Sherman (BS), menjuluki Iran, Siria, dan Korea Utara, sebagai "negara-negara Setan." Ini menarik, karena BS melangkah "lebih jauh" ketimbang mantan Presideng Bush Jr yang menjuluki mereka "Axis of Evil" atawa "poros jahat". BS tentu sudah tahu, bahwa faktanya sebelum dia menjuluki Iran sebagai Setan, Ayatullah Ruhullah Khomeini (ARK), pemimpin Revolusi Islam Iran, sudah lebih dulu memegang "Hak Cipta" julukan itu untuk Amerika Serikat pada 1979. Malah di Iran, sampai kini negara BS dikenal sebagai "Setan Besar." Nah... bagaimana kompetisi julukan negara setan itu dimengerti oleh masyarakat internasional? Saya kira akan tergantung media dan jejaring sosial nanti bagaimana menyebarkan, memlintir, dan/atau menganalisanya. Atau mungkin lebih baik dianjurkan agar "Sesama Setan Dilarang Saling Mengganggu" saja? Lol!!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://international.okezone.com/read/2013/04/13/414/790857/dpr-as-sebut-korut-iran-suriah-negara-setan
Share:

Friday, April 12, 2013

FAHRI HAMZAH (PKS) VS KPK, EPISODE KE II

Sudah agak lama vokalis PKS di DPR RI, Fahri Hamzah (FH), ini tidak bersuara. Sekonyong-konyong dia nongol dan langsung menuduh salah satu pimpinan KPK, Bambang Wijoyanto (BW). FH, yang juga beken sebagai salah seorang anggota DPR yang ingin membubarkan KPK itu, mengatakan BW sebagai pihak yg "sengaja menutupi kasus bailout Bank Century." Argumennya? Karena BW pernah menjadi lawyer Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Tudingan itu sontak membuat KPK mencak-2 dan segera membantah. Tetapi dibantah atau tidak, jelas bahwa perseteruan antara PKS dan KPK tetap lestari dan jalan terus. Apalagi partai Islam itu kini beberapa pentolannya yg harus berurusan dengan lembaga anti-rasuah tsb. Bahkan mantan Presidennya pun dibui gara-2 "kesrimpung" kasus korupsi sapi. FH tampaknya masih semangat untuk membuat perhitungan dg KPK, dan kini giliran BW yg jadi targetnya. Apakah ini karena FH melihat BW sedang perang dingin dg boss KPK, Abraham Samad (AS), gara-2 Sprindik, lalu dimanfaatkannya? Wallahua'lam. Kita lihat saja episode berikutnya "Fahri vs KPK Part II."

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.okezone.com/read/2013/04/11/339/790180/pimpinan-kpk-inisial-bw-tutupi-kasus-century
Share:

PERNYATAAN MENHAN BHW TIDAK ADA PELANGGARAN HAM DALAM KASUS CEBONGAN SEBUAH "PREEMPTIVE STRIKE"?

Ucapan Menhan, Purnomo Yusgiantoro (PY), bahwa aksi penyerangan thd Lapas Cebongan oleh anggota Kopassus yang menewaskan 4 tahanan bukan pelanggaran HAM berat, sudah pasti kontroversial dan potensial dipolitisasi. Saya sepakat dengan Wakil Ketua DPR-RI dari FPDIP, Pramono Anung (PA), bahwa Pak Menteri terlalu pagi memberikan kesimpulan seperti itu, terlepas benar atau tidak substansinya. Sebab semestinya pihak yg punya kompetensi untuk itu adalah Komnas HAM, sehingga semua pihak sebaiknya menahan diri lebih dulu. Ketergesaan Pak Menteri malah bisa menyebabkan tudingan bhw beliau melakukan preemptive strike thd pihak tertentu (misalnya Komnas HAM) untuk menutup kemungkinan tuduhan pelanggaran HAM dialamatkan kepada para anggota Kopassus tsb. Sebagai seorang Menteri yg tugasnya mencakup INI mungkin ada rasionalisasi kenapa Pak Menteri demikian. Tetapi harus diingat juga bahwa perlu kehati-2an agar tidak menimbulkan hal-2 yang kontra-produktif. Contohnya, opini publik yang sangat condong untuk melegitimasi tindakan anggota Kopassus, telah memicu maraknya sentimen negatif dan bahkan aksi protes thd Komnas HAM karena seolah-2 lembaga tsb bertindak berat sebelah atau sudah memberi cap pelanggaran HAM kepada para pelaku. Padahal nyatanya, sampai dg saat status ini ditulis, Komnas HAM belum menyimpulkan apapun karena masih melakukan penyelidikan.  

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.tribunnews.com/2013/04/12/pro-kontra-pernyataan-menhan-atas-kasus-lp-cebongan
Share:

TAK PERLU HEBOH MENYIKAPI AKUN TWEETER PRIBADI PAK SBY

Rencana Pak SBY menggunakan akun tweeter pribadi, hemat saya, bukanlah sesuatu yg perlu ditanggapi berlebihan. Ber-tweeter-ria sudah dilakukan oleh banyak peringgi negara-negara lain. Setidaknya, saya tahu Presiden Obama, mantan First Lady dan Menlu AS, Hillary Clinton, First Lady Michelle Obama, dan masih banyak lagi figur internasional yang punya akun tweeter pribadi maupun group. Dan seperti juga figur-2 tsb, Pak SBY tidak mungkin akan melayani tweeter sendiri selama beliau menjadi pejabat negara. Tak terbayangkan jika beliau mesti membaca dan/atau menjawab jutaan kicauan tiap hari sendirian! Mungkin hanya kadang-2 saja atau untuk mengirim/menjawab kicauan yg dianggap beliau sangat urgen utk dibalas secara pribadi. Publik dan para pengguna tweeter juga tak perlu ke geeran atau sebaliknya merasa punya kesempatan menghujat tanpa berfikir melalui akun beliau. Sebab saya yakin akan ada screening bg kicauan-2 yg tak penting. Langkah ini bukan saja karena Pak SBY ingin kontak langsung dengan publik, tetapi juga sebuah instrumen kampanye yang dianggap efektif untuk mendulang suara bagi PD pada 2014. Publik Indonesia umumnya sangat menghormati, mengidolakan, dan menganggap Pak SBY sbg role model (sosok teladan). Sehingga jika ini ditambah sentuhan pribadi (personal touch) dari beliau, bisa jadi akan membalikkan persepsi negatif kepada PD menjadi lebih positif. Karenanya, saya merekomendasi agar mBak Mega, Pak Prabowo, Pak Wiranto, dll segera membuka akun tweeternya. Siapa diantara meraka yang paling banyak mendapatkan pengikut (followers), bisa jadi indikator popularitas mereka. Gitu saja kok heboh!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2013/04/12/106081/Ingin-Dialog-Bebas-dan-Setara,-SBY-Siap-Terima-Kritikan-dari-Followers-
Share:

Thursday, April 11, 2013

MENGAPA RUU ORMAS BANYAK MENDAPAT PENOLAKAN DARI MASYARAKAT SIPIL?

Salah satu hakekat reformasi adalah penguatan masyarakat sipil (MS) atau civil society empowerment, sebagai tulang punggung kehidupan berdemokrasi. Ormas adalah bagian integral MS dan karena itu semua pengaturan yg akan dibentuk haruslah dalam semangat penguatan bukan sebaliknya, pengebirian dan pelemahan. Masalah yg muncul adalah bagaimana Pemerintah dan DPR memahami hakekat pemberdayaan tsb, manakala kedua lembaga negara ini merasa gerah dengan kehadiran dan kiprah MS? Upaya revisi UU Ormas (UU No. 8/2005) lantas menjadi wahana pelemahan MS karena terlalu banyak aturan yang ditengarai bisa membelenggu hak-hak asasi ormas. Bahkan ormas keagamaan seperti Muhammadiyah dan NU pun menolak RUU tsb disahkan jika tidak mengalami berbagai perubahan fundamental. Belum lagi LSM dan organisasi dalam MS yang juga secara luas menolak revisi yang dianggap tidak lebih bagus ketimbang produk Orba tsb.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://nasional.kompas.com/read/2013/04/11/02132080/Penolakan.RUU.Ormas.Menguat.dan.Meluas
Share:

Wednesday, April 10, 2013

MUNDUR DARI JABATAN KAWANBIN DAN KAWANHOR PD, LANGKAH PAK SBY YANG POSITIF

Niat Pak SBY mengundurkan diri dari dua jabatan, sebagai Ketua Dewan Pembina (Kawanbin) dan Ketua Dewan Kehormatan (Kawanhor) DPP PD, adalah sebuah langkah yang sangat positif dan dapat mengurangi pandangan-2 negatif terhadap beliau dan parpol  yg dipimpinnya. Juga, komplikasi yg disebabkan perangkapan jabatan dalam partai bisa dihilangkan dengan cepat. Idealnya, beliau juga tidak memegang posisi sbg Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP), tetapi cukup sebagai anggota, sehingga normalitas PD dipulihkan, karena memang Ketua Majelis Tinggi biasanya tidak dirangkap oleh Ketum DPP. Hanya saja situasi "darurat" yang dialami PD membuat perangkapan jabatan posisi-2 paling strategis itu tampaknya tetap diperlukan oleh PD. Yang pasti semakin Pak SBY tidak banyak merangkap jabatan di DPP, berarti kedaruratan partai itu telah semakin bergerak ke arah normalitas. Dan ini berarti upaya penyelamatan dan penataan partai telah berhasil sebagaimana direncanakan sejak pidato di Cikeas pada Februari yang lalu.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.detik.com/read/2013/04/10/123835/2216437/10/ini-alasan-sby-segera-mundur-dari-kawanbin-dan-kawanhor-pd
Share:

KONVENSI ATAWA LELANG CAPRES/CAWAPRES ALA PD?

Partai Demokrat (PD) punya ide menyelenggarakan konvensi utk menjaring capres/cawapres 2014 yg punya elektabilitas dan popularitas tinggi. Namun sayangnya, dalam wacana yg sampai sekarang berkembang di media dan jejaring sosmed, konvensi ala PD ini lebih mirip dengan proses lelang. Bedanya sang pembeli adalah publik yg memilih para pelamar yang,jika terpilih, mesti menjadi kader PD utk resmi diusung jadi capres/cawapres. Ini tentu berbeda dengan konvensi yg pernah dibuat Golkar pada 2004 yg pesertanya ditentukan dari kader partai dan pemilihnya internal partai (DPD dan DPC). Di AS, konvensi capres diawali dengan pemilihan awal (primaries) dari masing-2 partai yg akan berlaga, dan hasil nya akan mengerucut pada satu atau dua nama yg kemudian dipilih dalam konvensi nasional partai masing-2. Capres yg berhasil dipilih oleh konvensi berhak menentukan cawapresnya. Konvensi PD, tentu akan meriah dan menarik minat banyak orang. Tetapi partai ini seperti juga mengakui dirinya tidak punya kader yang cukup berbobot, dan karena dipilih bukan hanya oleh anggota PD saja maka kemungkinan hasilnya adlh capres yg sama sekali tdk memiliki kesamaan platform dg PD sebelumnya. Kalau toh ia kemudian diusung leh PD, maka itu artinya cuma formalitas belaka. Bukan capres/cawapres yg berakar di PD. Konvensi PD jadi lebih mirip lelang ketimbang konvensi nasional partai sebagaimana yg umum dilakukan. Bukti PD belum jadi parpol yang mumpuni?

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.rmol.co/read/2013/04/10/105829/Marzuki-Alie:-Kami-Tak-Ingin-Capres-L4-Makanya-Bikin-Konvensi-
Share:

Tuesday, April 9, 2013

MEMIMPIN TIDAK BERARTI HARUS SELALU DI DEPAN

Secara harfiah memimpin (to lead) berarti berada di barisan terdepan. Tetapi dalam teori dan praksis kepemimpinan, posisi sering tidak perlu menjadi ukuran baku. Bahkan kalau mengikuti teori kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara, tokoh Taman Siswa itu, maka posisi pemimpin (fisik maupun moral), bisa berganti-2 fungsinya: "Ing ngarso sung tulodho" (ketika di depan memberi teladan); "Ing madyo mangun karso" (ketika di tengah menjadi inspirator); "Tut wuri handayani" (ketika di belakang, menjadi pendorong/ motivator). Jadi seorang pemimpin, secara fisik maupun secara moral harus ada di mana-2, ajur-ajer (melebur jadi satu) dengan yang dipimpin. Hanya pada saat-saat tertentu pemimpin secara fisik perlu tampil di depan. Posisi secara fisik di depan tidaklah selalu diperlukan, karena di belakangpun seorang pemimpin masih tetap menjadi memimpin dan bisa dirasakan kepemimpinannya.

Selanjutnya  baca tautan ini:

http://polhukam.rmol.co/read/2013/04/09/105703/SBY:-Pemimpin-Itu-di-Depan,-Bukan-di-Belakang-
Share:

Monday, April 8, 2013

MANTAN KA-BIN HENDRO PRIYONO: "KALAU PERLU PENYERANG LAPAS MENDAPAT BINTANG MAHAPUTRA"

Saya tdk yakin statemen Pak Hendropriyono (HP) dimaksudkan untuk memberi pengabsahan thd tindakan melawan hukum para anggota Kopassus yg menyerang Lapas Cebongan. Sebab alangkah naifnya, sebagai senior dalam TNI dan memiliki reputasi begitu mengagumkan sebagai mantan petinggi negara dan juga penyandang gelar akademis tertinggi (DR), jika beliau berfikir simplistik spt itu. Saya memahami statemen itu sebagai kritik tajam thd bungkam dan tidak efektifnya sistem hukum yg kemudian menciptakan apatisme meluas dlm masyarakat. Dlm situasi demikian, tindakan penyerangan Lapas malah dianggap heroik karena sasarannya adalah "lawan" dan "momok" masyarakat yaitu preman!. Pak HP tentu sangat paham bahwa hukum adalah landasan utama masyarakat beradab dan demokratis, kendati dalam kondisi yang paling membahayakan pun. Seperti adagium "hukum harus tegak walaupun langit akan runtuh sekalipun."  Tetapi seperti umumnya masyarakat Indonesia lainnya, pak HP pun sudah jenuh dg lemahnya penegakan hukum dan bisunya para penegak hukum yg dibayar oleh rakyat agar melindungi mereka. Semoga Pemerintah dan para penegak hukum mau mendengar kritik keras Pak HP.

Selanjutnya baca tautan ini:

 http://news.detik.com/read/2013/04/08/081455/2213825/10/eks-kepala-bin-kalau-perlu-11-anggota-kopassus-dapat-bintang-mahaputra
Share:

Sunday, April 7, 2013

PERUNDINGAN TENTANG [ROGRAM NUKLIR IRAN YANG KE-5 GAGAL LAGI

Perundingan ke 5 antara Iran dg 5 negara besar yg memiliki veto di Dewan Keamanan PBB plus Jerman, gagal lagi. Masing-2 masih keukeuh dg posisi yg selama ini dipegang: Iran menolak melakukan penghentian program nuklir karena haknya sebagai negara berdaulat dan penandatangan NPT (Non Proliferation Treaty). Pihak 6 negara menganggap Iran akan membangun instalasi nuklir untuk persenjataan, sehingga harus dihentikan. Kemungkinan Iran akan memakai taktik 'buying time' sampai akahirnya mampu membangun sendiri, sedang ke enam negara yang mengkhawatirkan peningkatan kekuatan Iran semakin mendekati penggunaan kekerasan militer. Apalagi jika Israel sudah siap pula menjadi proxy mereka! Yang paling dikhawatirkan dunia adalah jika serangan thd instalasi nuklir Iran terjadi, akan membuka kemungkinan perang di kawasan lebih besar dan meruyak kemana-mana. Kecuali jika serangan tsb sangat cepat, akurat, dan tidak menciptakan kerusakan yang lebih besar melebihi sasaran instalasi nuklir. Dan yg lebih penting lagi, Iran tidak melakukan pembalasan secara massif dan meluas! Suatu hal yg nyaris mustahil jika melihat kengototan negeri para Mullah itu.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://edition.cnn.com/2013/04/06/world/asia/iran-nuclear-talks/index.html
Share:

Saturday, April 6, 2013

BUNTUT PENYERANGAN LAPAS, PANGLIMA KODAM DIPONEGORO DICOPOT

Nasib Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso (HS), mungkin tak sebaik Pangdam Sriwijaya, Mayjen TNI Nugroho Widyotomo (NW), yg  menangani insiden Baturaja. Jika dilihat magnitude masalah (aalagi jika penilaian publik dilibatkan), kasus penyerangan, pembakaran, dan perusakan Mapolres Baturaja oleh satuan Armed 15 mungkin lebih parah dan lebih menjatuhkan pamor TNI-AD khususnya dan TNI umumnya, dibanding dengan penyerangan Lapas Cebongan yg menewaskan para preman. Namun pertimbangan politik tampaknya tidak "berpihak" kepada HS. Bisa saja karena statemen beliau, bhw tidak ada keterlibatan anggota TNI dlm serangan Lapas, yg menjadi pembeda nasib antara kedua Panglima tsb. Pak HS, sebagai seorang Panglima Teritorial,  mungkin kurang "diplomatis" dan "politis", serta judgementnya yg cepat terbukti salah. Tapi sebagai seorang pemimpin militer, saya melihat beliau tetap terhormat. Partanggungjawaban telah dilakukannya dan publiklah yang akan menilai. Bravo untuk Pangdam  Diponegoro!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://regional.kompas.com/read/2013/04/06/09053336/Pangdam.IV.Diponegoro.Dicopot?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
Share:

YENNI WAHID AKAN BERGABUNG DENGAN PD?

Jika benar Yenni Wahid (YW) memutuskan bergabung dengan Partai Demokrat (PD), maka hal itu adalah hak politiknya. Tentu saja pada saat yg sama, YW mesti siap menerima berbagai pro & kontra atas pilihannya. Bagimanapun YW bukan cuma membawa dirinya sendiri, tetapi juga menarik gerbong "makna" yg besar. PD sebagai parpol tentu memiliki hitung-2an sendiri. Demikian pula dengan YW. Keduanya tentu ber-simbiose mutualistis, saling mendapat keuntungan. PD berharap akan mendapat dukungan dari gerbong YW karena parpol ini sedang mengalami defisit kepercayaan secara massif. YW dan gerbongnya akan kembali moncer dalam politik nasional dg kendaraan politik PD. Akankah YW berhasil mendongkrak PD dan PD memerkuat YW dalam kancah politik negeri ini? Hanya sejarah yg akan menjadi saksi. Dan rakyat jua yg akan menentukan. Congrats and good luck, YW!!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/04/05/mks4rj-partai-demokrat-benarkan-kemungkinan-bergabungnya-yenni-wahid
Share:

Friday, April 5, 2013

KONTRAS MENOLAK P[ENAFSIRAN PENYERANGAN LAPAS CEBONGAN SEBAGAI SIKAP KESATRIA

Kritik yang dilontarkan oleh pimpinan KontraS, Usman Hamid (UH), terhadap sinyalemen jubir Tim Investigasi TNI perlu dicermati. Menurut sang jubir, Brigjen Unggul K Yudhoyono, motif penyerangan thd Lapas Cebongan oleh 11 anggota Kopassus adalah karena dorongan "jiwa korsa yang tinggi" alias sikap kesatria. Tetapi bagi UH, motif serangan itu bukanlah sikap kesatria, karena sikap kesatria "mengandung nilai kebajikan, kehormatan, cinta dan nilai-nilai yang jauh bertolak belakang dengan milter dan tempur." Menurut UH, aksi anggota Grup II Kopassus itu "sudah termasuk extrajudicial killing" alias pembunuhan di luar yang dibenarkan oleh aturan hukum. Inilah dua pandangan yang bertolak belakang: yang satu berdasarkan self-understanding (pemahaman diri) tentang ke "korsaan" militer, yang satu berdasarkan pandangan legal dan moral mengenai tindak kejahatan. Publik juga akan dan sedang memberikan penafsiran thd aksi anggota Korps Baret Merah tsb, termasuk tafsir mereka ttg masalah kesatria atau sebaliknya. Perang wacana bukanlah sekadar mencari definisi mana yg benar. Tetapi juga suatu perebutan kuasa-kuasa, yg akan menentukan subyek-subyek dan posisi mereka dalam relasi kuasa itu. Perang wacana adlh kontestasi nilai-nilai ttg salah dan benar. Bisa jadi yang semula dianggap kriminal lantas dianggap pahlawan dan sebaliknya.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.okezone.com/read/2013/04/05/339/786802/kontras-pelaku-penyerangan-sadis-bukan-ksatria
Share:

DANJEN KOPASSUS, MAYJEN TNI AGUS SUTOMO: "SAYALAH YANG BERTANGGUNGJAWAB SEBAGAI KOMANDAN."

Sikap Danjen Kopassus, Mayjen TNI Agus Sutomo (AS) yg menyatakan bertanggungjawab sebagai pimpinan tertinggi pasukannya, sungguh perlu diapresiasi dan dihormati. Sudah sangat lama rakyat rindu punya pemimpin seperti ini. Bahwa tindakan 11 anggota Korps Baret Merah di Lapas Cebongan adalah sebuah pelanggaran hukum sudah diakui sendiri oleh para pelaku. Dan rakyat juga mampu menilai bhw hukum tetap harus ditegakkan. Namun sikap bertanggungjawab sprti Mayjen AS ini, saya kira, masih langka dan membuat rakyat akan merasa terlindungi. Seperti kata beliau : "Sebelas orang itu anak buah saya. Kopassus itu kan ada komandannya, nah komandannya itu (Komandan) Jenderal Kopassus, ya sayalah orangnya".   Bravo Danjen Kopassus!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://m.rmol.co/news.php?id=105212
Share:

Thursday, April 4, 2013

SERANGAN LAPAS CEBONGAN DILAKUKAN OLEH 11 ANGGOTA PASUKAN KHUSUS TNI-AD

Terkuak sudah insiden berdarah di Lapas Cebongan Sleman, YK, yang merenggut 4 nyawa tahanan itu. Pelakunya, seperti spekulasi awal, adalah anggota Korps Baret Merah TNI AD yg tersohor dg nama Kopassus. Tim investigasi besutan TNI telah bekerja "dg seksama dan dlm tempo yang se-singkat-2nya." Dan ini perlu diberikan diapresiasi yg layak. Dari pengakuan para pelaku, ternyata persangkaan publik lebih tajam ketimbang pembelaan para mantan Jenderal TNI, para angggota Parlemen yg mantan Jenderal, dan sementara pengamat terorisme serta pakar intelijen. Balas dendam karena solidaritas corps atau yg sering disebut "jiwa korsa" itu, konon yang menjadi motif 11 anggota pasukan khusus tsb bertindak main hakim sendiri. Para petinggi TNI yang membawahi teritorial Jateng dan Kopassus harus menepati janji untuk bertanggungjawab atas perbuatan anak buah yg telah mencederai nama besar Korps Baret Merah dan TNI pada umumnya itu. Hemat saya kepemimpinan (leadership) adalah salah satu penyebab utama dari semakin seringnya kasus penyalahgunaan wewenang terjadi, bukan saja di kalangan TNI tetapi juga Polri. Ujungnya adalah bahwa keselamatan dan keamanan Republik menjadi taruhan. Sebab, jika para komponen utama pertahanan negara mengalami krisi kepercayaan, keamanan nasional Indonesia dipertaruhkan. 

Selanjutnya baca tautan ini:
 

http://news.okezone.com/read/2013/04/04/337/786408/tni-pelaku-penyerangan-oknum-kopassus
Share:

Wednesday, April 3, 2013

BENDERA ACEH JUGA URUSAN SELURUH RAKYAT INDONESIA, BUNG!!

Omongan Ketua Komisi A DPR Aceh, Teungku Adnan Beuransyah (TAB) adlh contoh konkrit wakil rakyat yang pengetahuan dan pemahaman ttg masalah ketatanegaraan masih perlu ditingkatkan. Dia tidak paham makna otonomi daerah dalam sebuah negara yg berdaulat, juga tidak paham apa arti bendera bagi sebuah entitas negara dan daerah. Bagi TAB, apa pun yang dianggapnya benar sama dengan kemauan rakyat. Jangan-2 dia tak tahu bahwa seluruh rakyat Indonesia di luar Aceh juga berhak mengurusi, memikirkan, dan membicarakan Aceh. Sama juga rakyat Aceh berhak membicarakan soal Lapindo, soal Papua, dsb. Sebab bagaimanapun juga Aceh adalah bagian dari Indonesia. Jika logika TAB dipakai, maka yg disebut otonomi itu sama dengan kedaulatan penuh sebagai sebuah negara merdeka. Pandangan spt itu menunjukkan rendahnya pengetahuan ttg kewarganegaraan dari seorang wakil rakyat dan ini jelas akan sangat merugikan rakyat dan daerah Aceh dlm jangka panjang. TAB ini adlh sebuah bukti bahwa parpol dan masyarakat sipil di Aceh agar lebih hati-2 sebelum mengajukan caleg. Caleg mesti dites dulu apakah ia paham ttg Konstitusi dan mslh kewarganegaraan, disamping soal-soal terkait dg etika, kesehatan jasmani dan rokhani, dll.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.okezone.com/read/2013/04/03/337/785358/bendera-gam-diganti-warga-aceh-ancam-referendum
Share:

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS